Oke, saya sudah lama tidak menulis. Pardon me. Karena kesibukan ini itu seperti persiapan launching produk sepatu handmade saya Amelie, Bazaar Amelie pertama kali di medan, dan ternyata saya hamil. Memang sudah lama menunggu kehamilan ini. Saya dan suami selalu mencoba dan rezekinya dapat sekitar 2 bulan lalu.
Awalnya saya ingin mencoba test pack yang sudah saya stock di kamar. Gak terlalu berharap. Karena takut kecewa. Beberapa kali saya coba test pack hasilnya negatif. Saya dan suami coba positif bahwa belum rezeki buat kita. Suami masih tidur, saya pun mencoba test pack sambil mempersiapkan sarapan buat suami kerja. Saya pun meninggalkan sebentar dan melihat hasil test pack. Saya kaget. Hasilnya dua garis, tapi garis kedua memang masih kabur. Saya bangunkan suami dan dia memeluk saya.
Karena emang seminggu sebelum saya test pack itu, saya merasa selalu kayak masuk angin. Bawaannya pengen muntah, kecapean terus bahkan ketika saya sudah minum kopi sekalipun, dan nggak kuat lagi bawa banyak barang.
Ternyata setelah dihitung usia kehamilan saya sudah 3 minggu. Belum ada tanda apa apa kecuali saya bawannya pengen tidur aja.
Mulai terasa perubahannya di usia kehamilan 5 -6 minggu.
1. Saya mudah lelah. Saya seperti anak bayi yang pengennya tidur terus. Gak tidur lemes, kalo tidur lemes juga. Saya yang nggak terbiasa begitu awalnya coba stay active dengan olahraga atau sekedar jalan kaki. Ternyata tetep seperti itu.
2. Mudah cepat marah. Nah ini nih yang sudah saya tekankan dengan orang orang terdekat saya. Untuk selalu paham ketika saya tiba tiba mental breakdown. Mudah menangis juga untuk sesuatu hal sepele sekali. Cant help it. Saya coba terus berpikiran positif terhadap apapun sekarang.
3. Kulit kering. Saya yang notabene emang kulitnya berminyak berjerawat tiba tiba punya kulit kering. Jerawat sih seperti biasa. Nggak sampai bersisik, tapi saya tau betul perubahannya.
4. Sensitif terhadap bau dan wangi wangian. Nah ini yang paling saya concern. Wangi wangian saya suka dulu sekarang saya buang. udah gak tahan baunya. Bahkan saya mengganti wangi sabun suami saya karena sumpah baunya nggak enak. Atau tiba tiba saya mencium bau daging atau bumbu masak di kamar saya yang bahkan suami saya bilang nggak ada nyium bau apa apa. Coba nyium sesuatu yang bikin tenang kayak sabun mandi saya, minyak kayu putih, atau daun teh. Weird.
5. Tidak sanggup makan. Karena pada akhirnya saya muntahkan. Itu yang bikin saya sedih setiap kali. Karena saya pun udah susah makan selama hamil ini ditambah harus muntah. Sebisa mungkin apapun yang bisa saya makan, saya makan. Biarpun cuma sedikit saja. Dan gak tahan ngabisinnya.
Sudah ada kantong rahimnya. Umurnya baru 8 minggu. :)
Kamis, 02 April 2015
Belajar Kepada Hujan
(sumber : pinterest)
Saya menyukai hujan.
Tepat saat ini saya menikmati indahnya hujan di balik jendela kaca besar dengan segelas haelnut mocchiato panas dan lirikan mata yang tak henti hentinya menatap keluar jendela.
Saya menyukai hujan apa adanya. Awan hitam bergerak perlahan, mendung perlahan, dan rinai kecil membasahi jendela.
Ada yang bilang hujan membawa kita kepada memori masa lalu yang tidak bisa kita cegah. Karena ya itu istimewanya hujan. Selain harum rumput basah yang menguarkan bau khas. Juga orang yang kebut kebutan menghindari hujan.
Pikiran saya lompat satu persatu seirama hujan yang menari di luar sana.
"Mari kita bercerita" kata hujan. Aku tersenyum. Mendengarkan denting demi denting curhatannya padaku. Padahal sebenarnya akulah yang harus bercerita.
Aku menunggu hingga ia siap berbicara. Alu terdiam membisu. Kali ini dia yang bercerita tentang kepedihannya.
"Mengapa banyak orang yang tidak suka aku? apakah membuat basah membuat orang benci padaku? adakah yang diam diam bersyukur aku datang?"
Pertanyaan itu bertubi tubi seperti bentuknya siang ini yang deras dan tak mau berhenti. Seperti kegundahan yang telah lama dipendam kemudian hancur melebur menjadi pertanyaan.
Aku diam. Aku tau, hujan juga mampu menjawabnya sendiri.
Kemudian hujan tersenyum, akupun begitu.
"Aku salah satunya yang menyukaimu. Kami mencintaimu diam diam yang tidak perlu ditunjukkan orang yang mencintai matahari. Kami mencintaimu sebagaimananya kamu" jawabku.
Hujan mengajarkan aku banyak hal yang tidak aku dapatkan oleh matahari.
Bahwa ada kalanya keindahan dpat dinikmati disaat kelam dan tak pasti. Kecantikan yang apa adanya yang tidak perlu dipertontonkan seperti sang matahari. Yang kadang sinarnya terlalu menyilaukan. Hujan seperti balerina yang tidak diakui langkahnya, padahal dia menari dari hati yang terdalam. Yang kadang tariannya membuat semua orang tersentak. Hanya sedikit yang terpesona. Jika Mengerti.
Hujan mengajarkan aku tentang kepedihan, sakit hati, kehilangan, air mata, merelakan, dan memaafkan.
Saat tanah yang basah, saat orang orang berlari menghindarinya, saat lalu lalang kendaraan yang kebut kebutan tak ada habisnya. Merelakan hal yang kau cinta berguguran. Memaafkan sakit hati yang merobek hatimu sedikit demi sedikit. Air mata melihat seseorang yang kau cinta mencintai orang lain. Kepedihan cinta yang dipermainkan. Kehilangan harapan hidup. Untuk apa? "Biar kamu tau hidup itu seperti ini adanya" kata hujan. Aku termenung.
Hujan mengajarkan aku tersenyum di saat yang tidak pasti.
Disaaat semua gejolak hati, hujan mengajarkan aku untuk tersenyum pada hal yang tak pasti. Bersyukur disaat gelap. Berjuang disaaat semua balik menentangmu. Mencintai dirimu apa adanya kamu.
Hujan mengajarkan aku tentang kesetiaan.
Kesetiannya pada bumi yang dikunjunginya sesekali untuk membuat daun daun dan pohon pohon bersuka ria. Bahkan di saat manusia membencinya dikarenakan telat bekerja, jalanan becek, jemuran tidak kering, dan kenangan. "Aku tetap datang untuk membuat bumimu subur. Membuat bumimu berpikir untuk berharap kepada matahari. Itu gunanya aku"
Aku diam kemudian berterima kasih.
Kamis, 19 Maret 2015
Rangkuman kisah perjalan hidup 2015
Oke. Sudah cukup lama saya tidak ngeblog. Pardon. Terlalu banyak kesibukan yang saya jalani dan yang saya alami di awal taun 2015. Ada yang bikin saya happy, ada yang bikin saya galau parah, ada yang bikin saya bersyukur dengan apapun yang saya dapatkan. Mari saya jabarkan :
1. Awal Januari. Saya memutuskan berhenti bekerja di perusahaan PT.Grafindo Media Pratama yang menjadi tempat mengemban ilmu dan mencari rezeki saya selama 2,5 tahun. Hal menyenangkan yang saya dapatkan di perusahaan ini adalah saya mempunyai sahabat baru yang sampe sekarang masih keep in touch baik via sms, bbm, atau kakaotalk. Dan sesempatnya saya bertemu dengan mereka kapanpun saya ke Bandung. Keluarga kedua saya. Saya juga mendapat pengalamn berharga menjadi staff HRD ndan belajar dunia HRD sebenarnya. Saya memutuskan berhenti karena saya ingin mengejar hal lain yang lebih besar.
2. Pertengahan februari. Alhamdulillah buat segala rahmat yang diberikan Allah yaitu menikah. Saya menikah dengan kekasih yang sudah lama saya kenal. Bertepatan tanggal 13 Februari 2015 dengan gaun bewarna biru tosca hasil desain sendiri, saya dan dia menikah. Perhelatan sederhana yang tidak bisa dijabarkan bagaimana bahagianya. Ujian demi ujian kami lewati. Dan benar adanya selalu ada ujian berat ketika kita memutuskan akan menikah. Dan itu latiahn buat hati apakah bisa terus bersama sama. Alahmdulillah masa seperti itu berlalu.
3. Awal Maret. Saya memutuskan untuk memulai bisnis. Bisnis sepatu cewek tepatnya. Landasannya dikarenakan saya sangat menyukai aksesoris perempuan satu itu dan selalu tidak pernah menemukan ukuran yang cocok dengan kaki saya yang berukuran mini ( ya saya berukuran 35 dengan umur hampir 25 tahun. Terimakasih.. :D). Awalnya saya iseng menggambar, tapi setelah saya lihatkan design saya dengan orang terdekat mereka pun mendukung. Akan launching sebentar lagi tanggal 3 April 2015 dengan Bernama Amelie Shoes. Sepatu cewek berkualitas dengan harga terjangkau. Sekarang sedang prepare ini itu. Doakan ya. Amelie Shoes ini produk buatan lokal dengan basis online (untuk saat ini). Bisa Custom juga bagi yang ingin membuat sepatu dengan seleranya. IG : @amelie_shoes , Twitter : @amelieshoes, WA: 085278796402.
Sekian rangkuman hidup saya. Dan masih banyak yang mau diuraikan. Tapi itu saja dahulu. :)
1. Awal Januari. Saya memutuskan berhenti bekerja di perusahaan PT.Grafindo Media Pratama yang menjadi tempat mengemban ilmu dan mencari rezeki saya selama 2,5 tahun. Hal menyenangkan yang saya dapatkan di perusahaan ini adalah saya mempunyai sahabat baru yang sampe sekarang masih keep in touch baik via sms, bbm, atau kakaotalk. Dan sesempatnya saya bertemu dengan mereka kapanpun saya ke Bandung. Keluarga kedua saya. Saya juga mendapat pengalamn berharga menjadi staff HRD ndan belajar dunia HRD sebenarnya. Saya memutuskan berhenti karena saya ingin mengejar hal lain yang lebih besar.
2. Pertengahan februari. Alhamdulillah buat segala rahmat yang diberikan Allah yaitu menikah. Saya menikah dengan kekasih yang sudah lama saya kenal. Bertepatan tanggal 13 Februari 2015 dengan gaun bewarna biru tosca hasil desain sendiri, saya dan dia menikah. Perhelatan sederhana yang tidak bisa dijabarkan bagaimana bahagianya. Ujian demi ujian kami lewati. Dan benar adanya selalu ada ujian berat ketika kita memutuskan akan menikah. Dan itu latiahn buat hati apakah bisa terus bersama sama. Alahmdulillah masa seperti itu berlalu.
3. Awal Maret. Saya memutuskan untuk memulai bisnis. Bisnis sepatu cewek tepatnya. Landasannya dikarenakan saya sangat menyukai aksesoris perempuan satu itu dan selalu tidak pernah menemukan ukuran yang cocok dengan kaki saya yang berukuran mini ( ya saya berukuran 35 dengan umur hampir 25 tahun. Terimakasih.. :D). Awalnya saya iseng menggambar, tapi setelah saya lihatkan design saya dengan orang terdekat mereka pun mendukung. Akan launching sebentar lagi tanggal 3 April 2015 dengan Bernama Amelie Shoes. Sepatu cewek berkualitas dengan harga terjangkau. Sekarang sedang prepare ini itu. Doakan ya. Amelie Shoes ini produk buatan lokal dengan basis online (untuk saat ini). Bisa Custom juga bagi yang ingin membuat sepatu dengan seleranya. IG : @amelie_shoes , Twitter : @amelieshoes, WA: 085278796402.
Sekian rangkuman hidup saya. Dan masih banyak yang mau diuraikan. Tapi itu saja dahulu. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
