Kamis, 14 Februari 2019

STAYCATION DI SAKA PREMIER HOTEL MEDAN



saka-premier-hotel-natrarahmani


Quality time bersama keluarga adalah barang yang mewah di masa sekarang, karena kesibukan dan pekerjaan domestik yang tiada habisnya. Masih kebayang taun lalu aroma liburan , tepatnya bulan Mei 2018 yaitu Trip Aceh - Sabang.  Karena belom kesampaian lagi buat keluar kota dalam waktu dekat, menginap di hotel bisa menjadi pilihan kalo pengen suasana baru dan keluar sebentar dari rutinitas.

Tepat tanggal 13 Desember kemaren, saya sudah merencakan staycation di SAKA Hotel Premier Medan.  Tentu ini dipesan jauh hari mengingat harus mencocokkan tanggal. Pilihan kita jatuh hari Sabtu. Pas banget nih weekend leyeh leyeh di hotel.



saka-premier-hotel-natrarahmani


Saka Premier hotel berada di pusat kota tepatnya di Jalan Gajah Mada. Bersebelahan dengan Taman Gajah Mada. Daerahnya sendiri dikelilingi tempat makan dan jalan besar, jadi akses kemana mana tentu mudah. Pas di depan hotel ini tersedia pula Alfamidi. Dari rumah, kami sudah ancang ancang check in tepat jam 12 siang. Tentu kami ingin menikmati dulu santap siang sebelumnya di Soto Nanda,  sebelum meluncur ke hotel.

Cuaca saat itu sangat terik. “Ah pas banget ntar sore mau ngajak anak berenang” Pikirku. Sesampainya disana kami langsung menuju basement untuk memarkirkan kendaraan kami. Hap Hap , ayah ibu sigap menurunkan barang sambil memegang dua anak menaiki lift khusus pengunjung. Area parkirnya tidak terlalu besar. Saat memasuki area lobby, sudah banyak orang lalu lalang untuk check out. Memang pas jam nya. Setelah registrasi ke receptionist yang responnya cepat, kami pun mendapat kamar di Lantai tujuh.

 
saka-premier-hotel-natrarahmani

saka-premier-hotel-natrarahmani

Lobby nya sendiri bergaya artistic dengan lampu lampu minimalis serta ukiran massive di dinding utama. Restaurant nya berada di area lobby sebelah kanan pintu masuk. Tersedia pula welcome drink di samping resepsionis untuk pengunjung yang baru datang dengan cara self service. Nice touch

Memasuki kamar di lantai 7, kami pun disambut dengan jendela besar dan view langsung menghadap kota Medan dan taman gajah mada. Kamarnya tidak terlampau luas . Tempat  tidurnya single king  bed yang cukup untuk kami berempat. Tersedia safety box, meja panjang, complementary drinks, tv kabel, dan kamar mandi yang bersih serta hot shower. Kamarnya pun wangi dan lampu tertata cantik. Istirahat sebentar meregangkan badan sambil nidurin anak anak biar ayah ibu bisa quality time  sambil ngeteh sore.


saka-premier-hotel-natrarahmani

saka-premier-hotel-natrarahmani

Tepat jam 3 sore anak anak bangun dari tidur siangnya, kami pun tak melewatkan kesempatan untuk mencoba kolam renangnya. Area pool nya berada berada di rooftop. Sesampainya kami disana disambut dengan area yang bersih dan susunan kursi yang rapi. Area pool nya sendiri tidak terlalu luas, tapi view nya breathtaking dengan pemandangan kota Medan dan gedung gedung tinggi nya. Menikmati sore tidak pernah semenyenangkan ini karena pas matahari sedang malu malu dan tidak ramai pengunjung.  Menurut aku waktu terbaik menikmati kolam renang nya ya jam sore . Tak lupa selesai berenang, kami sempatkan pergi ke Taman Gajah  sebentar meliht orang berolahraga.


saka-premier-hotel-natrarahmani

Setelah capek berenang dan sudah makan malam, anak anak pun tertidur pulas. Ayah ibu menikmati ngobrol sambil menonton film. Karena kecapean juga , kami pun ikut tidur. Selimutnya dua lapis dan yang paling demen adalah bantal nya yang lembut. Karena yang paling aku bete nginep di hotel kalo bantalnya keras jadi tidur pun keganggu. Di SAKA Premier nyaman tempat tidurnya jadi nyenyak deh.

Bangun pagi, aku langsung membuka tirai jendela. Karena subuh semua personil sudah bangun.  Sembari melihat langit pagi dan gedung gedung tinggi. Pemandangan seperti ini  jarang sekali kami lihat .Sarapan SAKA Hotel Premier dimulai pukul 6 – 10 pagi. Tepat jam 7 pagi, kami pun bergegas ke restaurant nya yang terletak di sebelah resepsionis lobby bawah. Sambil bawa perlengkapan berenang, niatnya habis makan langsung lanjut main air. 


saka-premier-hotel-natrarahmani

saka-premier-hotel-natrarahmani


Resto nya sendiri tidak  terlampau besar tapi sangat bersih. Setiap mejanya sudah tersusun rapi gelas dan piring. Saat kami datang, makanan sudah banyak bermunculan. Mulai dari nasi goreng, lauk dan sayur, nasi putih, bubur ayam, mie rebus, kacang ijo, aneka roti  dan pudding, sereal, jus, serta buah buahan. Tersedia juga bar omelet yang langsung dibuat oleh chef mereka. Tempat duduknya bisa outdoor ataupun indoor. Tergantung pilihan pengunjung, Saat menginap, aku memilih dua prioritas utama. Kenyamanan kamarnya dan sarapannya. Karena ini yang sangat aku cari. Jadi saat sarapan adalah hal yang aku tunggu tunggu.

Sarapan lah kami berempat dengan tertib duduk di kursi masing masing. Menurut aku, penyajian makanannya bersih dan jenisnya beragam. Tapi soal rasa standar , bahkan ada beberapa rasa nya nanggung. Seperti ikan dori tepung nyayang agak keras dan tumisan sayur kurang bumbu, bahkan untuk  mie rebus agak dingin dan  agak keras. Mungkin terapar ruangan ber ac ya. Mungkin harus diperhatikan lagi ya soal rasa makannnya. Tapi soal kebersihan tempat dan service para parmusaji nya patut diacungi jempol. Omellete nya enak dan pilihan minumannya juga banyak. Tak terasa sudah satu jam di resto dan melihat sekeliling sudah banyak pengunjung yang turun untuk sarapan. Kami pun bergegas naik ke Lantai 9 siap siap berenang.

Ternyata, pilihan jam kami salah. Kolam renang jam segitu rame banget, sampe pada berdiri ngantri untuk sekedar dapat tempat duduk . Kepengen balik ke kamar tapi udah keburu males bolak balik. Kami meunggu selama 20 menit untuk mendapatkan tepat duduk dan meletakkan barang. Para pengunjung semakin siang semakin rame. Karena kurang leluasa bergerak, kami pun memutuskan setengah jam saja disitu.

saka-premier-hotel-natrarahmani

saka-premier-hotel-natrarahmani


Kembali ke kamar dan menidurkan anak anak. Agar ibu leluasa bersiap siap membereskan barang karena waktu hampir jam check out. Tepat pukul 12 siang kami turun ke bawah dan langsung menuju receptionist untuk proses check out. Gak ribet dan semuanya lancar. Untuk menuju parkiran, kartu access nya khusus dari front desk untuk menghindari pencurian. Penting sih ini emang untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung. Two Tumbs up, SAKA.


saka-premier-hotel-natrarahmani


MERENCANAKAN LIBURAN KELUARGA

Apakah ada niat taun ini buat liburan lagi ke luar kota? Rencana pasti selalu ada, tapi emang tipikal keluarga kami adalah prepare dari jauh hari bahkan berbulan bulan.  Lebih tenang rasanya kalo sudah mempersiapkan mulai dari budget, riset tempat, dan kondisi fisik dan mental anggota keluarga. Ya namanya bawa anak anak, pastilah butuh usaha ekstra. Di post sebelumnya aku ngebahas soal tips membawa balita naik pesawat . Pas banget karena bentar lagi aura liburan dan lebaran. Nggak ada salahnya tips tadi dipraktekkan apalagi yang baru pertama kali membawa bayi atau balita.  Soalnya sukses di aku.

Sejujurnya, banyak kota yang udah masuk wishlist aku. Salah satunya adalah Lombok. Biasanya  selalu memantau dari Aplikasi Traveloka. Di trip taun lalu ke Aceh - Sabang, sangat terbantukan pake aplikasi ini. All-in-one click.  Yang paling demen itu fitur Pay at the Hotel dan Pay Later. Mulai dari tiket pesawat dan hotel, kita pesan lewat Traveloka loh. Kegiatan browsing hotel nya menyenangkan karena ulasannya lengkap. Helpful dan super suka.

Merencanakan liburan bersama keluarga tentu kita pengennya yang anti ribet-ribet club. Traveloka menyediakan semua loh. Mulai dari tiket pesawat, hotel, atraksi dan aktivitas, bahkan top up dan bayar bill.  Coba deh Klik Di sini. Mumpung masih bulan Februari, sudah bisa merencakan liburan bersama keluarga kan? Siapa tahu terkabul. 

Jadi mau kemana taun ini sahabat?

Kamis, 07 Februari 2019

TIPS LENGKAP MEMBAWA BALITA NAIK PESAWAT



Liburan merupakan kebutuhan ya sahabat. Bahkan pulang ke kampung halaman pun sudah jadi hal yang ditunggu tunggu. Terutama jika sudah mempunyai anak, tentu jadi tantangan sendiri. Tak terasa lebaran dalam hitungan bulan, sudah mulai donk prepare tiket pesawat buat mudik atau ke kota yang sudah lama diimpikan. Punya bayi atau balita adalah hal yang menegangkan jika ingin membawa mereka pertama kali naik pesawat. Karena transportasi ini adalah moda yang riskan membuat anak mudah bosan karena ruang lingkupnya terbatas untuk bergerak . Betul nggak? 

Kalo naik bus atau mobil pribadi, tentu banyak yang dilihat di sepanjang jalan dan bisa berhenti rehat sejenak jika anak mulai rewel. Berbeda dengan pesawat yang mengharuskan kita untuk stay di tempat selama jam penerbangan. Suasana asing, perubahan tekanan udara, banyaknya penumpang lain, dan ruang gerak yang terbatas  adalah hal yang memicu anak menjadi rewel dan tidak nyaman.

Bagi sebagian orang tua termasuk saya, membawa bayi bahkan balita menyita pikiran juga. Kita pengennya bisa menjaga mood anak selama di atas dan tidak menganggu orang di sekitarnya. Namanya anak anak mood nya kan susah diprediksi, makanya perlu persiapan matang sebelum naik pesawat. Berbekal dari pengalaman saya sudah pernah beberapa kali bawa Aidan menaiki pesawat saat masih bayi dan pengalaman terbaru membawa dua balita sekaligus  terbang ke Aceh, berikut saya jabarkan tips yang bisa Ibu ibu contoh ya, semoga bisa diterapkan beberapa diantaranya. 


PILIH PENERBANGAN PAGI ATAU BERDEKATAN DENGAN JAM TIDUR NYA.



Penerbangan pagi  yang paling sering aku pilih jika membawa anak. Penerbangan pagi adalah waktu terbaik karena mood penumpang lain dalam keadaan segar sehabis mandi dan baru memulai hari. Jadi jika pun anak kita crancky, penumpang yang lain masih maklum. 
 
Jika dapat penerbangan pagi banget yang mengaruskan sampai ke Bandara setelah subuh berikut ada caranya. Contoh, ketika kami sekeluarga pergi ke Aceh tahun lalu dapat jam terbang pukul 8 pagi yang mengharuskan kami sampai di Bandara paling lambat jam 6 pagi (karena waktu check-in 1.5 jm sebelum keberangkatan).

Anak anak tidak kami mandikan, hanya mengganti baju bersih dan lap pake kain hangat.  Tujuannya agar badannya nggak kaget dengan mandi terlalu pagi, yang bisa menimbulkan mood jelek. Karena saat itu kami bergerak dari rumah menuju Bandara sehabis subuh agar meminimalisir keterlambatan.  Alhamdulillah pilihan jam terbangnya pas dengan waktu tidur adek, jadi sepanjang perjalanan tidur dan bisa focus memperhatikan Abang saat itu. Pemilihan waktu 2 jam sebelum keberangkatan juga ada baiknya loh. Karena waktu nya santai jadi bisa membiasakan anak dengan lingkungan Bandara sebelum naik ke pesawat.

Untuk penerbangan jarak pendek, kalau bisa jangan sore atau malam, yang mana memang waktu istirahat. Alasannya penumpang lain sudah dalam keadaan capek, melihat anak kita yang crancky juga sangat menganggu mereka. Bikin keadaan tidka kondusif dan kita sebagai orang tua makin salah tingkah melihat anak yang rewel. Malam juga waktu istirahat kan buat anak anak. Kecuali penerbangan jangka panjang, waktu yang terbaik adalah sore atau malam hari.

Jadi pastikan penerbangannya dalam jarak pendek atau panjang agar bisa diatur waktu keberangkatan yang pas buat si Kecil. Tujuannya untuk menjaga mood si Kecil, orang tua, juga kenyamanan penumpang lain.
 
 
LIST BARANG HAND CARRY  DALAM PESAWAT

Ibu- Ibu kalo keluar rumah beberapa jam saja, isi tasnya pasti penuh dengan printilan si kecil. Kalo  bisa seluruh isi lemari dibawa. Haha. Berbeda dengan Hand Carry di pesawat atau tas tentengan kita, perlu di perhatikan isinya dengan seksama. Karena tas yang terlampau berat, akan menghambat gerak kita di Bandara yang notabene harus berjalan lebih cepat sambil menggendong anak.  Terlampau sedikit, resiko ada barang tertinggal padahal cukup penting untuk dibawa . Usahakan selalu dalam satu tas ya agar bebas melangkah dan tidak tercecer.

Karena sudah kebiasaan, tas tentengan pun selalu aku buat list di note kecil. Biasanya aku buat sehari sebelum keberangkatan, bisa di double-check malam hari begitu semua sudah di packing.
Berikut barang yang saya masukin ke hand carry dan pastinya ada  beberapa  item yang sering banget kita bawa :

  • Earmuff.  Ini sangat penting menjaga telinga bayi tetap nyaman selama penerbangan. Karena tekanan udara yang drastis dapat membuat pendengarannya sakit bahkan nyeri. Earmuff gunanya agar menjaga mood bayi tetap nyaman,. Jikalau tidak tersedia, bisa digantikan dengan cara disusukan saat take off bagi bayi yang masih asi, penggunaan kapas yang disumbatkan ke telinga, atau mengunyah snack yang kita bawa. Selain itu pelukan jugamembuat si Kecil nyaman.
  • Snack dan perlengkapan minum.. Bisa buah, homemade food, atau biscuit kesukaan si kecil. Gunanya menjaga bayi atau balita tetap sibuk ditempatnya dan mengurangi faktor tekanan udara dengan mengunyah.  Jangan lupa air mineral dan susu. Karena yang namanya anak anak, kalo perut kenyang tentu dia tenang. Asalkan pilihan snack nya gak bikin dia sugar rush ya. Jadi kalo bisa hindari permen. 
  • Buku bacaan dan mainan. Beberapa kali penerbangan aku selalu siapkan buku bacaan, stiker book, dan mainan kecil seperti mobil mobilan buat abang. Jadi bisa stay beberapa saat sambil bonding dengan anak. Khusus buat adek saat itu berumur 6 bulanan ada mainan teether dan boneka.
  • Tissue basah, tissue kering, baju ganti, selimut kecil, diaper, minyak telon, topi
  • Obat obatan. Ini penting buat pesiapan di hand carry. Biarpun didalam pesawat juga menyediakan kebutuhan medis, tapi tidak ada salahnya membawa untuk jaga jaga. Biasanya aku bawa paracetamol, vitamin, obat mabuk khusus anak jika diperlukan. 
  • Dompet, charger, kamera pocket. Barang paling krusial jadi usahakan sebelum berangkat periksa dahulu agar menjaga kenyamanan. Gak enak donk udah nyampe bandara ternyata dompet ketinggalan. Pastinya selalu ada tanda pengenal. Bawa cash seperlunya.

3.       AFFIRMASI POSITIF

Anak sudah mengerti sebenarnya apa yang kita ucapkan. Dulu, ketika Aidan berumur 3 bulan pertama kali terbang menuju Palembang. Pemilihan umur anak juga penting. Alasannya karena umur 3 bulan adalah masa Aidan sudah cukup ‘kuat’untuk berkenalan dengan kondisi baru, yang bagi bayi adalah langkah besar. Ada baiknya berkonsultasi dahulu dengan DSA  kapan waktu terbaik untuk mengajak bayi terbang pertama kali.

Seminggu sebelum keberangkatan  pertama kali, aku selalu mengajak cerita ke Aidan bahwa kami akan melakukan perjalanan jauh. Cara ini memberikan suggest ke diriku sekaligus Aidan untuk anteng selama perjalanan. Begitu terus setiap hari sampai tiba waktunya. Tujuannya supaya anak dan ibu saling mengerti dan  ibu punya ‘bekal’ yang cukup untuk mentalnya membawa anak. Percayalah  ternyata sangat manjur loh.

Kebiasaan itu terus aku terapkan saat membawa dua  balita liburan ke Aceh tahun lalu. Dari jauh hari, ayah dan ibu sudah memberikan pengarahan akan tempat yang kami tuju. Terus ayah dan ibu sudah punya pembagian tugas yang jelas dan saling menjaga mental satu sama lain. Jadi yang namanya travelling bukan hanya tugas ibu saja loh untuk ngajak main atau menenangkan, ayah punya peranan yang sama juga. Biar jalan jalannya aman dan nyaman. Sukses loh penerbangan pertama kami membawa dua balita tahun kemaren. Alhamdulillah.
 
PERSIAPKAN TUBUH SEBELUM BERANGKAT

Yang namanya keluar kota, bahkan melakukan perjalanan dengan pesawat, tentu membuat anxious. Apalagi kita bawa balita. Penting menjaga kesehatan sebelum berangkat supaya tetap prima dan aktif. Suka gak tega kan kalo liat anak sakit pas hari keberangkatan. Pasti orang tua dua kali lebih capek dari biasanya.  

Lebih baik menghindari hal tersebut dengan cara menjaga asupan beberapa hari sebelum keberangkatan. Jikalau sakit pas hari H , pastikan membawa obat dan vitamin agar cepat memulihkan daya tahan tubuhnya. Bukan hanya anak saja ya, orang tua juga penting memperhatikan asupannya. 
 
4.     
  TETAP TENANG DAN HAVE FUN



Yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah orang tua harus tetap tenang menjaga emosi selama penerbangan. Karena anak anak bisa sekali merasakan kalau kita panik, yang membuat suasana makin runyam. Usahakan datang ke bandara lebih awal dari waktu keberangkatan. Karena waktu yang santai bisa kita pergunakan untuk bonding dengan si Kecil dan mengenalkan lingkungan Bandara. Karena suasana yang santai tanpa tergesa gesa, mempengaruhi mood satu anggota keluarga loh.

Membawa bayi atau balita membuat kita deg degan emang, tapi jangan stress bahkan sampai menyita pikiran. Dulu aku awal awal bawa Aidan, sempat loh mau batalin karena udah panik duluan. Tapi setelah diskusi dan belajar , ternyata mood orang tua yang paling penting dahulu. Anak anak pasti ketularan deh.

Selalu usahakan ajak anak ngobrol saat di pesawat, untuk menghindari mereka bosan. Sesekali bisa ajak anak ke lorong jika sudah mulai ada tanda tanda rewel. Penumpang lain pasti mengerti, asal kita sebagai orang tua yang memegang kendali. Apakah Aidan atau Nayla pernah nangis kejer? Alhamdulillah belom pernah sama sekali bahkan waktu Aidan masih Bayi. Hanya  merengek kecil  minta susu karena sudah ngantuk. Kalo Nayla karena baru sekali, sukses di percobaan pertama tidur sepanjang perjalanan.

Last but not least, have fun and enjoy the trip.Nah, itu tips membawa bayi atau balita naik pesawat. Semua berdasarkan pengalaman yang sudah pernah aku terapkan. Ambil yang baiknya ya Mommy dan nikmati  perjalanan bersama keluarga.







Rabu, 30 Januari 2019

MENIKMATI PAGI DI OMPUGENDE COFFEE

ompugende-coffee-medan-natrarahmani

Semenjak aku pindah dari Bandung – Medan tahun 2015, café di kota Medan nggak semenjamur sekarang. Kirain semuanya bakal di pusat kota saja, ternyata setelah ditelusuri terdapat café baru launching tahun 2018 di  daerah Taman Setiabudi. Salah satunya adalah Ompugende Coffee. Hasil penasaran dengan scrolling timeline dan kebetulan dekat dengan rumah mertua, berangkat full squad kesana. 

Tak susah menemukan café satu ini, masuk Taman Setiabudi 1 dan melewati bank mandiri. Pas diperempat Jalan Chrysant IV No.76 sebelah kiri, terdapat rumah dengan cat berwarna mint. Awalnya sempat ragu , tapi setelah dipastikan ada namanya Ompugende Coffee kita pun melangkah masuk. Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi dan cuaca lagi bersahabat dengan mendung syahdu.

ompugende-coffee-medan-natrarahmani

 “Ah, pas sekali minum kopi dengan suasana seperti ini” Lantas aku tersenyum.  Saat memasuki ruangan, langsung disambut dengan bagian pemesanan sebelah kiri.  Desain interior nya chic-minimalis dengan ornament lemari kayu, tanaman monstera, pajangan barang vintage di sudut lemari, serta sarung bantal yang eye catching.

Saya pun sigap memesan terlebih dahulu sebelum eksplore ompugende coffee ini.  Melihat list menu terdapat berbagai jenis kopi . Terdapat pula manual brew dengan beragam teknik yang bisa kamu coba. Untuk list makanannya tidak terlampau banyak tapi sesuai dengan image ompugende untuk nongkrong cantik. 

ompugende-coffee-medan-natrarahmani

ompugende-coffee-medan-natrarahmani

 Aku melilih Picollo, Ice Lemon Tea, Spagetti Oglio Olio, dan Spagetti Carbonara untuk menemani snacking time kami. Dengan tersenyum, kasir nya memberikan totalan harga Rp 106.000 yang dibayarkan cash, karena belom tersedia mesin EDC. Kami pun memilih duduk di depan bagian kasir. Ternyata sudah cukup banyak juga yang berlalu lalang untuk menikmati pagi dan mengobrol. Kebanyakan adalah anak kampus yang baru pulang kuliah pagi atau memang sedang mengerjakan tugas kelompok. 

Ruangannya di bagi menjadi empat area yaitu area dekat kasir, area dekat kamar mandi, area dekat taman, dan area taman itu sendiri. Dengan kaca besar dan juga tanaman minimalis yang mempermanis tempat ini. Kesemuanya harmony memanjakan mata apalagi yang paling aku demen itu adalah warna dindingnya yaitu warna telur asin dan design kursi  kayu. Homey dan hangat kesannya. 


ompugende-coffee-medan-natrarahmani

ompugende-coffee-medan-natrarahmani

Pramusaji mengantarkan kopi yang sudah kutunggu untuk booster hari itu yang bakal sibuk dengan acara keluarga di rumah mertua. Sejenak “melarikan diri" sebelum sibuk beberes.  Tak lama berselang datang lah ice lemon tea untuk suami  dan spaghetti oglio olio yang merupakan pesenan untukku sendiri. Suami dan anak anak jatahnya adalah spaghetti carbonara. 

Satu dua orang memasuki café ini dan menempati kursi yang masih kosong. Piringku sudah habis tak bersisa, tapi pesenan spaghetti carbonara tak kunjung datang. Mencoba konfirmasi ke pramusajinya saat itu dan dikatakan bahwa sedang dibuat. Baik aku menunggu sambil membawa anak anak ke area taman.  Sudah bebas lah mereka berlarian kesana kemari. 


ompugende-coffee-medan-natrarahmani

ompugende-coffee-medan-natrarahmani


Tamannya sendiri tak terlalu besar tapi memang enak untuk duduk disitu. Kalo di instagramnya, sempat melihat kalo  dihamparkan terpal dan meja untuk yang memilih duduk di area taman. Bahkan dari semuanya ini yang paling mencuri perhatian, apalagi kalo liat di feeds mereka, area malam sangat cantik dengan lampu kecil yang menaungi di atasnya. Mungkin ada jamnya ya untuk memakai taman itu karena memang kami datangnya pagi menjelang makan siang. 

Tersedia musola berbentuk gazebo bercat putih. Kalo kamu lupa bawa mukena, disini menyediakan mukena yang clean (karena aku sempat cek dan cium). Di sebelah musola terdapat area khusus untuk ambil wudhu. Nilai plus nih sama ompugende coffee yang menyediakan area solat segini propernya. Jarang jarang soalnya, ada yang menyediakan kadang tapi kecil dan pengap. Atau bahkan nggak menyediakan sama sekali. 


ompugende-coffee-medan-natrarahmani


Duduk di area gazebo dan sempat menikmati taman, akupun  melihat jam dan merasa sudah cukup lama bermain di taman hampir 20 menit. Mengecek ke dalam ternyata spaghetti carbonara belom juga datang. Wah, sudah setengah jam lebih  yang kami lewatkan untuk menunggu satu makanan terakhir yang tak keluar. Agak kesal karena anak udah nanyain kapan makanannya datang. Karena udah gak kondusif lagi, kami pun memutuskan pulang karena sudah ssatu setengah jam kami berada disana.

 Seperti biasa aku harus konfirmasi dahulu (lagi) menanyakan pesanan kami, ternyata belom dibuat sahabat. Sempat tercengang aku karena sebelumnya udah aku Tanya juga. Pramusajinya minta maaf  dan tanpa ba bi bu langsung menawarkan retur uang. Kecewa berat sebenarnya karena nggak ada penjelasan rinci. Mungkin ompugende harus memperbaiki service nya kedepannya, karena setengah jam lebih adalah waktu yang cukup lama untuk spaghetti carbonara. 

Makanan dan minumannya enak menurut aku, harga nya standar  dengan range 20 – 45 ribu. Ambience oke untuk nongkrong lama lama . Plusnya, ompugende coffee memberikan free flow infused water yang bisa kamu refill. Pemilihan pernak pernik dalamnya cantik .

ompugende-coffee-medan-natrarahmani



OMPUGENDE COFFEE, MEDAN
Jl. Chrysant VI no.76, Tanjung Sari, Medan Selayang
Instagram : @ompugendecoffee

© Natrarahmani
Maira Gall