Senin, 17 Juni 2019

ROAD TRIP MUDIK MEDAN - PADANG : TIPS DAN PENGALAMAN ( BAGIAN 1)


Lebaran telah usai. Tapi buat saya tahun ini sangat membekas di hati. Karena pertama kali pisah dengan suami saat Lebaran karena tidak ada masa cuti. Pertama kali juga melakukan perjalanan jauh melalui jalur darat dengan dua orang anak yang masih aktif. Pertama kali juga berkenalan dengan keluarga dari pihak ayah yang sama sekali belom ketemu.

Karena kakek saya dahulu punya empat orang istri. Dan ayah saya merupakan anak dari istri terakhir. Jadi keluarga dari tiga istri lainnya yang banyak itu belom pernah ketemu sama sekali. Diadakan lah pertemuan akbar perdana di Sumbar. Tepatnya di Pauh kambar, Pariaman.

PERSIAPAN SEBELUM MUDIK JALUR DARAT

Dari jauh hari sebelum berangkat, saya sudah deg-degan. Karena apa? Karena dua anak yang harus diurus sementara suami berjauhan. Biarpun ada adek kandung aku ikutan tapi rasanya beda karena mereka juga belom terbiasa. Sudha bikin list apa saja yang mesti dibawa untuk mudik. Tau kan istilah "kalo udah punya anak, bawaannya kayak mau pindah rumah" Haha. kenyataannya memang begitu. Kalo bisa semua dibawa supaya aman dan tentram. Tapi ya mana mungkin lah Sahabat, tetap harus di pikirkan agar tidak banyak barang yang sia sia.


Berikut aku List apa saja yang harus dipersiapkan. Ini berlaku untuk perjalanan apa saja ya. Baik melakukan mobil pribadi, kapal, maupun pesawat.
  • KENALI DAERAH YANG DITUJU DAN LAMA WAKTU PERGI. Ini penting kalo menurut aku. Contohnya, aku bakal ke daerah Sumbar tepatnya daerah Pariaman. Cuacanya cukup sejuk dan banyak wilayah pantai nya. Selain itu daerah kampung halaman juga sangat jarang apotik atau rumah sakit. Mesti harus berpergian ke pusat kota. Jadi penting mengenali daerah yang dituju agar semakin mantap buat prepare. Lama waktu pergi juga berpengaruh berapa banyak baju yang akan kita bawa. 
  • BAWA BAJU SECUKUPNYA. Ini benar Sahabat. Berlaku sekali buat yang punya anak. Gak mau kan  bawa segambreng nyatanya gak kepake dan  malah memberatkan? Ya jelas aku juga memikirikan space di dalam mobil juga. Perjalanan aku kali ini memakan waktu total 7 hari (5 - 11 Juni). Atasan buat Aidan 10 baju dan bawahan 4 celana. Untuk baju tidur 5 pasang. Khusus buat Adek , atasan 8 dan bawahan 4 buah. kemudian ada 3 dress dan 5 baju tidur. Untuk mereka cukup 1 tas jinjing. Aku juga sempat cuci baju dua kali saat mudik kemaren jadi membantu sekali mengurangi baju kotor (sisanya gak sempat nyuci karena full acara). Khusus buat aku cukup satu koper kecil. 
  • BAWA OBAT OBATAN. Beneran ini ternyata kepake sekali. Aku merasa aman dan nyaman kalo udah lengkap bawa obat obatan di jalan. Karena perjalanan cukup jauh dan belum tentu menemukan apotik dan obat yang dibutuhkan. Ternyata bener selama disana anak anak sempat sakit karena kecapean dan rumah sakit cukup jauh. Jadi harus ke pusat kota yang lumayan memakan waktu. Apa saja yang aku bawa? Prospan, Betadine Antiseptik Skin Cleanser, Autan Kids, Inerson, Azkia Minyak Telon/Minyak Pijet, Ottopan Paracetamol, Caladine, Lalabee Calm and Rescue Balm, Minyak Angin Caplang, Termometer, Vitamin anak, Vitamin Ibu, Minyak Karo hitam dan Air Kuning.
  • JANGAN LUPAKAN SNACK. Yang namanya bawa anak tentu selain obat obatan, snack berperan penting. Biar happy dan mamak pun tenang dijalan dengan anak anak kenyang. Tentu yang dibawa snack yang anti ribet. Biasanya aku membawa susu kotak, roti dan kue,  cookies, keju slice/batangan yang kecil. Selain itu sebelum road trip aku masakin sosis dan nugget agak banyak. Karena yang ngemil bukan hanya anaknya, tapi juga emaknya.  Untuk roti/kue beli sekalian yang besar karena belum tentu selama perjalananan bisa berhenti atau ada toko roti. 
  • MAINAN DAN BUKU. Aku baw mainan dalam kotak kecil dengan size kecil pula agar muat dan gak tercecer. Tnetu bentuknya kayak miniatur boneka atau mobil mobilan. Karena tahu bakal ke pantai maka dibawakan juga sekop dan ember pasir. Ada juga dua buku yang aku bawa buat bacaan dijalan. Ini semuanya aku masukin ke tote bag besar sekalian dengan snack jadi gak bingung dijalan. 
PENGALAMAN MUDIK (MEDAN-PADANG) 

 Kami memulai perjalanan tepat di hari Lebaran jam setengah 8  pagi. Saat itu jalanan lumayan sepi karena orang-orang sudah bergegas ke mesjid/sudah sampai di Mesjid untuk melaksanakan solat Ied. Kebetulan saya sedang berhalangan solat, tapi buat yang lainnya terpaksa merelakan karena mengejar jalanan sebelum macet lebaran. Terasa mellow di hati karena lebaran kali ini kurang lengkap, tapi ini satu perjalanan baru buat aku. Road Trip Medan-Padang mengambil jalur dari Siantar.

Jalanan smooth sekali dan cuaca saat itu lagi bersahabat. Kami nyampai di Siantar tepat pukul 10 pagi. Wow cepat juga ya. Haha. Kami berenti makan di mesjid tapi lupa daerahnya apaan karena waktu sudah menunjukkan jam setengah dua belas. Makan hasil racikan emak yang bontot karena tau pada tukang makan semua. Setelah itu kami melewati Rantau Prapat dan melihat Danau toba. Biarpun cuma lewat doank tapi sudah seger liat pemandangan begitu Terakhir aku ke Danau Toba pas awal kuliah juga, jadi sudah lama banget itu.Jalanan masih smooth dan belom macet sama sekali jadi aman.


Memasuki daerah Tapanuli aku udah merasa gak enak badan. Jalanannya lumayan jelek dan banyak kelok keloknya. Apalagi sebelahnya jurang dan hutan. Daerah nya pun asing dan gak friendly dari segi makanan. Karena restoran yang halal sangat susah didapatkan. Jalanan juga berdebu dan rumah jarang jarang. Alhasil aku muntah saat mau memasuki Sipirok. Berhenti sebentar di Alun Alun Sipirok buat makan sate padang pinggir jalan dan solat. Setelah itu nenggak antimo anak buat istrirahat karena aku mabok.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat dan hotel susah banget di dapat. Harus pergi ke pusat kota. Setelah mencari dan mencari terus dan kami sudah kelelahan, tepatnya di daerah Maindailing Natal menemukan Anugerah Hotel. Hotelnya berbentuk rumah besar bertingkat dua lantai. Harga per kamar 250 ribu tidak pake breakfast. Tempat tidurnya biasa saja tapi untung ada disediakan kipas angin/air conditioner. Kamar mandinya sempit dan kurang bersih. Tapi karena udah capek dijabanin dahulu buat recharge energi.


Esoknya kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Setelah melewati Kotanopan, kami pun sudah memasuki perbatasan Sumatra Utara - Sumatra Barat. Sudah mulai merasa tenang karena sudah kelihatan aroma khas sumbar nya. Haha. Pengen cepat cepat aja ini nyampe kampung halaman dan rebahan Karen asli badan pegel semua biarpun hati masih happy melihat tempat tempat baru yang belom pernah dijelajahi sebelumnya.



Nyampe ke Bukit Tinggi sekitar jam 4 sore dengan ditemani rintik hujan. Lega rasanya kalo sudah nyampe situ dan kami pun  memutuskan singgah sebentar untuk makan di warung pinggir jalan. Rame pol karena masih suasana lebaran. Tentu makan di pinggir jalan hanya mengeluarkan kocek 100 ribuan dengan menu mie rebus, nasi padang, teh talua (teh susu telor) untuk bertujuh bersama anak anak.  Tidak menunggu waktu lama dan gak sempat explore Bukti Tinggi karena sudah pengen cepat cepat nyampe rumah. Beneran Bukit Tinggi macetya gak nahan. Padet pengunjung dan tempat oleh oleh selalu ramai. Ujung ujungnya nyampe ke tempat tujuan jam 10 malam. Sungguh perjalanan melelahkan Sahabat. 





Total perjalanan mudik Medan-Padang memakan waktu dua hari karena pake menginap dahulu dan termasuk slow rider. Jadi banyak tahu pelosok Sumatra Utara dengan road trip begini. Next, aku bakal jelasin wisata yang sempat aku datangi dan juga perjalanan arus baliknya ya. :D






Sabtu, 08 Juni 2019

PENGALAMAN MENGINAP DI HOTEL ARYADUTA MEDAN



Sudah lama memimpikan ingin staycation di Aryaduta Hotel. Sebenarnya taun lalu sempat booking hotel di Aryaduta, qadarullah Nayla jatuh sakit sampe opname pas di hari kami mau check in. Tidak bisa di cancel last minute, jadinya direlakan saja kamar tidak ditempati. Kali ini alhamdulillah kesampain staycation di sana. Bagaimana sih pengalaman menginap di hotel bintang empat ini?

Aryaduta Hotel terletak di jantung kota Medan. Letaknya bersebelahan dengan kantor DPR Medan dan bisa dikatakan satu gedung dengan Paladium Mall Medan. Akses kemana mana sangat dekat baik di pusat perbelanjaan atau daerah makan terkenal dari dulu yaitu Lapangan Merdeka. Tentu hal ini bisa menjadi pilihan tepat untuk berpelesiran sekitar Medan. Selain itu, dekat dengan Stasiun Kereta Api Medan dengan jarak tempuh 5-10 menit saja. Tidak susah bukan?

Khusus buat saya hanya ingin staycation menikmati quality time bersama keluarga yang jarang terjadi. Kami memilih waktu di saat persiapan bulan Puasa tepatnya tanggal 5 Mei 2019. Saat itu kami datang selepas solat zuhur dengan berbekal tas jinjing dan snack. Area Lobby hotel nya terletak di Lantai 9. Jika menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung menuju parkiran atas dengan penunjuk jalan yang spesifik. Seperti yang saya bilang, Aryaduta satu gedung dengan Paladium. Tapi area parkirnya tentu dibedakan. Khusus pelanggan hotel, area parkirnya di Lantai 8 dan kemudian bisa langsung akses lift menuju Lobby Utama.

Saat mencapai Lobby Utama kami disambut dengan Welcome Drink Orange Juice pelepas dahaga. Tau aja nih kalo dari tadi rempong bawa dua anak yang gak bisa diam. Haha. Setelah mengisi data, proses check-in pun tak memakan waktu lama. Sembari menunggu kamar tersedia, kami bisa menikmati area lobby yang bersih.  Saya selalu suka dengan design interior dari Aryaduta yang klasik dan minimalis. Terlihat dari pilihan sofa dan ornamen  dinding serta lampu yang ciamik.Tak lupa pula bisa melihat area kolam renang yang terletak di sebelah kanan. Anak anak sih udah pada minta berenang, tapi tetap kita harus beresin barang dulu di kamar sebelum main air. Ibu perlu juga rebahan sebentar, ya kan Sahabat?



Kami mendapat kamar di Lantai 10. Akses lift menggunakan kartu yang diberikan saat check-in. Hal ini penting untuk menjaga keamananan pengunjung. Kami mendapat kamar paling pojok dan menurut saya kamar ini best view dari mereka. Duuuh terima kasih loh Aryaduta. Kenapa best view? Bukan pemandangan area kolam renang. Tapi pemandangan kota Medan dari dua sisi. Iya kami menempati kamar paling sudut dengan design kaca besar dan foyer yang panjang. Kesan spacey pun terasa dan anak anak bebas lari larian. Literally emang ternyata kamar kami luas dengan harga yang cukup miring. Saat itu sedang promo hanya 700 ribu/malam untuk deluxe room.. Include breakfast untuk dua orang.



Tentu karena kesenangan, kami pun leyeh leyeh sebentar menikmati pemandangan kota sebelum turun ke area kolam renang. Dalam kamar tersedia mini fridge, wifi, mini bar, complimentray drinks, tea and coffee, tv cable, lemari yang besar, shower, and toiletries yang saat itu limited edition hasil rancangan sebastian gunawan sang designer. Kamar dalam keadaan bersih, rapi, spacey, dan  family friendly

Tepat jam 5 sore kami turun ke area kolam renang di Lantai 9. Ada petugas khusus yang langsung menyediakan towel buat dua orang dan bisa memilih langsung tempat duduknya.  Sangat sigap dan informatif. Saat itu tidak begitu ramai dan airnya dalam suhu yang hangat. Tidak terlampau dingin dan tidak terlampau panas. Tentu saja, ibu nggak ikutan berenang. Jadi bodyguard saja. Area pool terbagi dua yaitu khusus buat anak anak dan orang dewasa. Dengan kiri kanan berjejer kursi malas yang rapi dan penataan pohon yang rindang, membuat kita betah berlama lama. Di area yang sama terdapat gym yang bisa diakses langsung dengan menunjukkan kartu akses. Oh iya, kolam renang ini hanya teruntuk pelanggan hotel saja ya, tidak dibuka untuk umum. Jam operasional nya dari jam 7 pagi - 10 malam.



Tapi yang kurang hanya tempat berganti pakaian setelah berenang/shower room nya. Harus masuk ke area gym untuk akses tersebut. Mungkin karena yang memakai pelanggan hotel yang menginap disini ya, jadi mungkin bisa langsung bebersih di kamar masing masing. Secara keseluruhan area kolam renangnya cukup luas, bersih, rapi, dan pelayanan petugas yang fast response dan ramah. Akhirnya setelah satu jam dan hari sudah menunjukkan pukul 6 sore kami pun bergegas masuk kamar untuk snuggling dan siap tidur.

Medan diguyur hujan cukup deras di malam pertama Ramadan. Kami pun hanya di dalam kamar menikmati derasnya hujan di ketinggian. Peaceful. Setiap menginap di hotel aku mencari kenyamanan tempat tidurnya dan sarapannya. Dan untuk ini aku approve karena bersih dan empuk. Tidur pun pulas sekali. Alhamdulillah. tepat jam 3 pagi suami bergegas turun sendirian untuk menyantap sahur.  Sebelumnya bagian receptionist menanyakan perihal siapa diantara kami berdua yang puasa. Tentu hanya suami karena kebetulan saya sedang berhalangan. Tersedia wake up call untuk tamu yang menginap dan menu seharu di area restoran dari jam 03.00 - 05.00 . Sungguh terbantukan dengan service ini donk tentunya.

Pagi pun telah tiba, saatnya gantian Ibu dan Aidan turun ke area restoran dengan nama The Kitchen yang terletak satu lantai dengan Lobby dan kolam renang untuk menikmati sarapan pagi. Adek sih masih terlena di tidurnya. Kami turun tepat pukul 7 pagi. Waktu yang pas bersantap karena belum begitu ramai. Atau mungkin karena Ramadan. Kami memilih spot di area dalam yang view nya langsung menghadap lapanagn benteng. Ah, sungguh cantik sekali dilihat dari ketinggian ini. Lagi lagi mata ini dimanjakan.



Menu nya cukup lengkap dan prasmanan. Tersedia pilihan untuk masakan indonesia hingga western food. Mulai dari salad, aneka kue dan roti, buah buahan, bubur ayam, nasi goreng, nasi putih, lauk pauk, aneka yoghurt, dimsum, egg bar, kopi dan teh, sosis/salami, beraneka juice segar, susu segar, mie rebus, dan lain lain. lengkap dan dalam keadaan fresh semua. Pramusaji nya juga sigap membantu dan merapikan meja. Kebanyakan saat itu pengunjung nya adalah turis.

Ini ceritanya nge-date berdua sama Aidan di waktu mepet. Karena rindu emang hanya bercengkrama dengan abang tanpa interupsi adek. haha. Setelah kami berdua kenyang, maka sesi selanjutnya menyempatkan lagi menemani Aidan berenang sebentar. Saat itu waktu menunjukkan pukul 8 pagi dan belom begitu ramai. Suhu airnya enak banget untuk nyebur. Tapi sayang Ibu kelupaan packing perlengkapan renang. jadi hanya bisa mandangin anaknya mesem mesem kesenangan.

Karena udah capek dan memang waktu nya tidur, kami pun naik ke atas. karena rindu juga sama nayla kali aja udh bangun. Tentu kesempatan anak yang belom mau tidur aku gunain untuk beberes check- out.

So far, inilah hotel terbaik yang pernah aku coba untuk staycation. Aryaduta menawarkan kenyamanan dan keramahan yang patut diacungi jempol. Hotelnya bersih, pelayanannya sigap dan cepat, kamarnya luas, makanannya enak dan beragam, dan kolam renangnya dalam rating sangat baik. Karena suhu nya diatur dan terkesan homey.

Memang kesannya mepet sekali dengan paladium (karena satu gedung) dan area parkirnya tidak begitu luas. Yang aku merasa puas adalah service top notch. Akses kemana mana juga dekat (merdeka walk, mall, stasiun kereta api, rumah sakit). Kepengen balik lagi kesini suatu hari nanti. Oh ya, mereka punya banyak cabang loh yang tersebar di seluruh Indo. Jadi bisa jadi pilihan kamu nih buat menginap di Aryaduta. Tertarik, Sahabat?

Kamis, 30 Mei 2019

TIGA REKOMENDASI ESSENCE BRAND LOKAL YANG BISA DICOBA


Dulu, saya sih team basic skincare. Hanya facial wash - toner - moisturizer - sunscreen. Masker aja dahulu suatu barang mewah yang sebulan sekali itupun kalo ingat aja udah sukur. Apalagi soal essence yang mana aku baru berkenalan dengan skincare satu ini di awal tahun 2019. Ya seperti yang aku pernah bilang, aku mengejar 'ketinggalan' yang cukup banyak menuju kulit glowing dan sehat. Dan aku merasakan manfaatnya selama rutin memakai essence dalam keseharianku. Sebelumnya sudah tahu belum apa itu essence?

APA ITU ESSENCE?


Essence digunakan setelah toner dan sebelum serum. Essence pada umumnya  ringan  dan konsentrat nya lebih rendah daripada serum. Bisa berupa gel, cair, maupun lotion yang bisa disesuaikan dengan kondisi kulit. Essence berfungsi memberi nutrisi pada kulit sampai lapisan terdalam karena essence memiliki tekstur molekul yang lebih kecil dibandingkan serum/moisturizer dan menembus kulit paling dalam. Jadi sangat membantu memperbaiki elaktisitas kulit dan meregenerasi kulit sehingga terasa lembab dan kenyal. Dan tentu dengan begitu nge-boost step skincare selanjutnya agar lebih optimal.

Essence memang booming bagi wanita Korea dan bisa jadi acuan bagi kita buat mendapatkan kulit sehat dan glowing tentunya. Essence bekerja dengan baik jika digunakan rutin pagi dan malam hari dan disesuaikan dengan kondisi kulit.

Nah tipikal kulit aku berminyak dan acne prone skin. Kelihatan sekali wajah lebih tua dan terasa sekali kurang kekenyalannya. Eits jangan dikata kulit berminyak tidak butuh hidrasi. Menurut yang aku baca, malah kulit berminyak adalah kondisi kulit yang lapisan dalamnya sangat kering. Sehingga kulit bekerja dua kali lipat  memproduksi minyak agar menggantikan hal tersebut. Gak heran kulit berminyak butuh hidrasi dan elastisitasnya sangat minim.

Karena berpijak pada hal itu, aku pun mencoba beberapa essence brand lokal yang semuanya pernah aku review di blog. Tapi aku bakal compile disini ya perfomanya secara singkat dan semoga jelas sahabat. Mulai dari peringkat yang paling aku suka sampai peringkat biasa aja.

AVOSKIN PERFECT HYDRATING TREATMENT ESSENCE
Harga : Rp 280.000


Essence dari brand lokal asal Yogyakarta ini sudah tergiur sejak lama. Beruntungnya kemaren dikirimin Avoskin PHTE ini dan langsung mencoba pada malam hari. Teksturnya sedikit gel tapi dalam taraf cair. Cepat meresap dan mudah dibalurkan tanpa meninggalkan rasa lengket. Aroma nya cukup kuat tapi di  aku nyaman nyaman saja . Wanginya fresh . Biarpun  wanginya cukup kuat tapi hanya awal saja kemudian memudar. Essence ini mengandung alkohol dalam taraf mild menurutku.  Tidak menimbulkan efek negatif apapun dan sangat ringan ke wajah.

Efek cooling dan shooting yang sungguh terasa.Avoskin PHTE ini sudah approve aman untuk ibu hamil dan menyusui. Tentu pemakaiannya pun disesuikan dengan kondisi masing masing dan senyamannya saja. Kalau aku hanya selayer dengan intensitas 3-4 tetes dalam sekali usap. Kembali lagi, kalau mau digunakan berlayer layer disesuaikan dengan kondisi kulit dan tunggu layer pertama kering dahulu.

Seperti yang aku bilang, essence ini mengandung Alcohol jenis fatty yang memang efektif untuk penyerapan bahan lainnya lebih cepat dan menghaluskan kulit. Klaim yang ditawarkan cukup  signifikan asal rutin. Klaim melembabkan nya oke, mengontrol sebum di wajah sangat baik, menyembuhkan dan menghilangkan jerawat/bruntusan ampuh juga, mencerahkan kulit lumayan terasa biarpun tidak instan tapi aku malah demen. Untuk kalim mengurangi kerutan halus belum aku rasakan tapi bakal aku pantau.  Aku sudah memakai ini selama dua minggu lebih.Bakal aku repurchase ulang. Harganya berkisar 280 ribu dan masih tersedia di e-commerce atau avo store di beberapa kota Indonesia. Jadi masih kurang daya jangkau penjualannya.  Oh ya, essence dari Avoskin ini cocok untuk semua jenis kulit ya.

WARDAH WHITE SECRET PURE TREATMENT ESSENCE
Harga : Rp 110.000


Sungguh botolnya hampir sama dengan brand Avoskin. Sama sama semi transparan dengan frosted glass. Teksturnya cair seperti air. Sangat runny ketika dioleskan. Warnanya agak keruh dengan wangi yang kecut. Waginya agak masam kalo dihirup dari dekat. Tapi gak begitu terasa jika diaplikasikan e muka. Yang aku gak demen adalah kesan lengket saat sudah dibalurkan ke muka. Cepat menyerap dan tekturnya ringan ke kulit. Tidak ada efek negatif buat kulitku.

Progressnya cukup terasa jika dirutinkan pagi dan malam hari. Klaim melembabkan dan mencerahkan kerasa di pemakaian 3 minggu. Efek mencerahkan progressnya lambat tapi kalo aku tujuannya untuk melembabkan dan membuat kulit kenyal. Dan itu sudah cukup terbukti. Mencerahkan buat aku hanya sebagai bonus. Produk ini mengontrol sebum nya kurang. Untuk memudarkan bekas jerawat dan menyembuhkan jerawat lumayan kelihatan setelah pemakaian 1 bulan. Jadi ini bisa jadi opsi aku buat repurchase. Biarpun minusnya  hanya kesan lengket saat selesai dibalurkan yang aku nggak suka. Dipake berlayer layer gak jadi pilihan karena kesan lengket yang gak nyaman. Ternyata kesan lengket ini bukan hanya di kulit aku saja loh, beberapa temen yang pernah coba ini juga mengatakan hal yang sama.

Harganya tentu dibawah Avoskin. Berkisar 100 ribu - 120 ribu. Daya jangkau nya luas sih produk ini bisa dibeli dimana mana. Jadi lebih mudah didapatkan.  Essence dari wardah ini tidak ada keterangan untuk jenis kulit yang mana tapi menurut aku semua bisa mencoba. 

NAMEERA PURE GLOW ESSENCE WATER
Harga : Rp 75.000


Khusus Nameera aku dikirimin oleh HTC versi mini nya. Jadi aku nggak bisa review bagaimana pengalaman aplikator atau kemasan full size nya. Tapi kalo versi mininya ini tube nya bulky dan lobang mulut botolnya kecil. Untuk full size nya kalo dilihat dari internet packagingnya menarik kayak bentuk tetesan air. Cantik dan berkelas.  Nameera ini brand lokal keluaran Unilever dengan target wanita muslim modern. Seri Aquatic Botanical ini merupakan produk perdana dari Nameera dan tentu ada essence nya. Ditujukan untuk kulit normal to dry skin. Dan bisa dijadikan primer make up karena teksturnya yang lumayan thick.

Essence ini biasa aja buat aku malah bisa dikatakan nggak begitu suka. Karena apa? Karena teksturnya yang kental.  Saat diaplikasikan ada kesan lengket yang aku rasakan dan tidak nyaman. Memang dijadikan primer dia nampol krena make up lebih nempel. Tapi jujur bukan itu yang aku cari dari sebuah essence. Minusnya lagi, meninggalkan residu berwarna putih ketika dibalurkan ke muka. Jadi teksturnya lama meresap di kulit wajah aku. Jadi udah kadung capek duluan nungguin essence ini menyerap sebelum next skincare selanjutnya. Sepertinya memang ditujukan buat kulit kering ya jadi lebih cepat menyerap, karena tipikal kulit aku kan berminyak jadi nggak cocok. Malah yang day cream nya yang nyaman dan cocok di aku.Karena gak begitu demen buat muka, aku hanya pakai di area leher saja.

Harganya dibawah Wardah lagi dan sudah mulai luas jangkauan nya. Produk Nameera bisa dibeli di Guardian dan sepertinya kemaren sempat liat di Hyper Mart juga. Essence ini berwarn puth bening dengan wangi yang cukup kuat. Wangi bunga bungaan yang terasa di penciuman saat dibalurkan ke muka. Jadi bagi kamu yang nggak begitu suka dengan skincare yang ada wanginya, bisa dipertimbangkan dahulu.

CONCLUSION

Tentu yang sekarng menjadi favorit aku adalah Avoskin Perfect Hydarting Treatment Essence krena cocok buat kulit aku. Dari segi harga dari tinggi ke rendah : Avoskin - Wardah - Nameera. Dari segi tekstur dari kental ke cair : Nameera - Avoskin - Wardah.  Dua diantaranya tidak travel friendly karena bentuk tube yang lumayan bulky, biarpun Nameera masih bisa masuk pouch  karena mini size nya. Jadi tiga essence dari brand lokal ini bisa jadi acuan kamu jika tertarik mencoba memasukkan essence dalam skincare routine. Sudah tahu mau nyoba yang man, Sahabat?


© Natrarahmani
Maira Gall