Jumat, 10 Agustus 2018

APA ITU SCABIES DAN CARA PENANGANANNYA



Ibu ibu pasti tau rasanya kalo anak sudah jatuh sakit pusing dan khawatir melanda.  Lebih baik sakitnya nular deh ke kita daripada dirasakan oleh mereka. Betul nggak? . Kali ini saya bercerita tentang pengalaman saya menghadapi anak yang terkena SCABIES. Sudah lama sebenarnya kejadiannya dan baru sekarang dibahas karena alhamdulillah sudah tuntas (biarpun tetap memperkuat benteng biar nggak balik lagi). Makanya baru berani bahas di blog. Saya jelaskan terlebih dahulu ya soal penyakit ini.

APA ITU SCABIES/TUNGAU?

SCABIES adalah penyakit gatal pada kulit/infeksi yang disebabkan oleh kutu/tungau yang bernama Sarcoptes Scabiei. Kutu jenis ini sangatlah kecil dan hanya bisa dilihat melalui mikroskop karena saking kecilnya. Tungau/kutu ini senang pada area lembab dan biasanya menempel di kasur, selimut, tirai, bantal, sofa, baju, dan karpet.

pic from google

Nah jadi si tungau ini cara berkembang biaknya adalah dengan  menembus lapisan kulit sampai bagian dalam dan  membuat terowongan didalam kulit. Selain itu, tungau ini bertelur didalam kulit sehingga menyebabkan gatal atau ruam. Bentuknya benjolan benjolan kecil berair yang kalau di garuk akan pecah dan menyebar gatalnya. Dan penyakit ini menular melalui kontak langsung (kulit ke kulit) dengan yang satu tempat tidur bahkan bisa serumah. Jadi penularannya bukan hanya di satu tempat saja tapi beberapa bagian tubuh. makanya diusahakan bagi yang terkena scabies jangan digaruk agar cepat proses penyembuhannya.

Dan biasanya jika sudah terkena, tungau dapat bertahan didalam kulit selama sebulan bahkan lebih lama tergantung kondisi penderita atau lingkungan tempat dia tinggal. Sepele kelihatannya tapi ternyata efeknya dahsyat. Saya juga baru tau tentang penyakit ini. Gejala gatal yang teramat sangat  untuk kasus anak saya itu setelah lebih dari 7 hari (lewat seminggu).

 AWAL MULA

Singkat cerita, Aidan terkena scabies/tungau di awal bulan Maret 2018. Awalnya saya lihat di kakinya ada kayak terowongan garis dan agak bergudul. Saya ngambil asumsi "oh mungkin luka dan baret habis jatoh atau kepentok" .Karena Aidan termasuk anak aktif, jadi jatuh atau luka udah hal biasa. Reflek langsung kasih minyak karo yang jadi andalan dirumah. Sebagai informasi, minyak karo ini sudah turun temurun dan kandungannya berbagai macam rempah rempah khas untuk pengobatan ya. Lewat semingguan, makin banyak bentolan kecil berarir di area jari kaki.

Dan si anak udah mulai garuk garuk. Udah mulai khawatir ini kenapa nggak sembuh. Udah mulai menerka anaknya ada makan apa seminggu belakangan dan ngerasa gak ada yang salah. Lewwat seminggu, pas malam hari, Aidan nangis dan garuk garuk karena gatal katanya. Nangisnya lumayan kejer sampe satu jam dan bikin dia gak nyenyak tidur karena sering terbangun dan garuk garuk. Tentu insting aku ngasih caladine supaya mengurangi gatalnya dan membuat dia jadi enak tidur.

PENANGANAN AWAL

setelah berdiskusi, kami sebagai orang tua membawa terlebih dahulu ke puskesmas  karena dekat dari rumah dan terdaftar BPJS, karena kita nggak tau ini kutu air atau hanya alergi makanan. Asumsi pertama dokter di puskesmas ini alergi makanan atau gatal musiman karena lingkungan. Dikasihlah obat antibiotik dan salep Gentalex. Tiga hari setelah penggunaan obat kok kayaknya nggak membaik. Konsultasi ke suami dan kita putuskan cari second opinion dan langsung ke rumah sakit. Saat itu Sudah 2 mingguan Aidan ,jari tangan dan kaki terdapat benjolan kecil berair dan makin menyebar. Kita masih asumsi mungkin emang alergi atau eksim.

Karena sering digaruk maka bentolannya nular ke area tangan dan sesekali di dekat mata. Udah mau nangis ngeliat kondisi dia kayak gini. Sebenarnya dia masih normal aja. Masih mau makan, main masih semangat, cuma ya sesekali dia garuk karena gatal.  Saat Aidan terkena scabies, kita putuskan nggak mau ketemu sama siapa siapa dahulu karena takut menularkan ke yang lain, bahkan kalopun harus ada acara keluarga aidan harus pakai kaos kaki. Saat menjumpai dokter rumah sakit, ternyata Aidan terkena scabies. Agak shock sebenarnya, karena  jujur nggak tahu menahu tentang penyakit ini  dan anggap sepele. Sama dokter ini dikasih Obat oral, SCABIMITE (salep yang dioles seluruh badan), dan salep SAGESTAM

Pulang dari situ kita oleskan scabimite yang harus dihabiskan saat itu juga. Caranya di oleskan ke seluruh badan bahkan di sela sela jari, tangan, bahkan ketiak dan lipatan kulit lainnya kecuali muka. Hasilnya dia menangis karena gatal banget di pemakaian pertama, saya rasa bagus  berarti ngefek. Penggunaan scabimite ini didiamkan selama 8-12 jam, baru dimandikan keesokan harinya. Tujuannya agar obat memerangi tungau yang mengendap di kulit.  Penggunaan selanjutnya scabimite ini seminggu setelah pemakaian pertama, jadi nggak bisa sering sering.

Penggunaan obat ini lumayan membantu menghilangkan sedikit, tapi tidak menuntaskan secara keseluruhan. Alasannya juga, si anak selalu menggaruk jadinya ketika cairan itu pecah dia akan menempel di tempat lain. Kan gak siap siap kalau begitu. Sempat kalut karena kok kayaknya progresnya lambat dan udah mikir macem macem.Akhirnya saya cari referensi lain melalui internet. Berikut saya rincikan ya pengalaman bagaimana penanganan awalnya

  •  Rendam sprei, selimut, tirai, baju anak dan baju dewasa dengan air panas. Pengerjaan ini memang sangat memakan waktu secara semuanya harus dilakukan sekaligus. Berkali kali masak air panasnya dan rendam semuanya selama satu jam. Setelah itu cuci ulang dan jeur di terik panas. Tujuannya mematikan tungau nya karena hewan ini tidak tahan dengan panas menyengat.
  •  Ganti sabun. Saya pakai asepso sabun batangan yang khusus kulit yang gatal atau alergi. Yang warnanya ijo lumut. Atau bisa brand lain sebagai pengganti sabun biasa.
  •  Menyapu dan membersihkan karpet terutama area tempat tidur dan ruang keluarga.Lebih bagus lagi sekalian vakum. Nah sudah banyak jasa untuk pembersih tungau ini. Bisa di cek di kota masing masing ya. Range harganya 100 - 200 ribu untuk full kamar dan ruang keluarga.
  • Mandi pakai air hangat. Tujuannya buat nenangin kulit yang gatal dan mematikan tungau yang masih menempel.
  • Selagi masih terkena scabies diusahakan menghindari makanan yang mamicu gatal berlebih seperti telur bakso, seafood, dan makanan tinggi protein lainnya.
  • Handuk tidak boleh dicampur dengan anggota keluarga lain dan lagsung dijemur di terik panas jika sudah selesai digunakan.
  • Minum cukup air putih dan asupan makanan yang baik. Ini yang paling susah karena namanya anak anak ya makannya yang mana dia suka dan kadang sedikit porsinya. Ibu ibu pasti mengerti dramanya ya. Yang penting ada yang masuk yang sudah disodorin.
  • Jaga tangan anak agar tidak menggaruk area yang terkena ruam scabies. Jangan lupa sertakan kaos kaki.  

Step step diatas kita lakukan mengikuti pemberian salep dari dokter. Setelah dipelajari, ternyata anak yang saat itu imunnya rendah bisa terkena penyakit ini. Karena memang kenyataannya jarang manusia bisa terkena penyakit ini keculai memang imun nya saat itu rendah.  Kenyataanya tungau ada di setiap badan kita. Jadi sangat bergantung pada kondisi imun dan kondisi lingkungan. Nah memang apesnya dan jadi pelajaran buat saya, bahwa harus lebih memperhatikan asupan buat aidan. Selama proses penanganan awal ini tiap malam Aidan masih menggaruk dan menangis karena saking gatalnya. Jadi selama proses penyembuhan ini kita sebulan itu kurang tidurnya bahkan adek juga ikutan kurang nyenyak karena abang yang sering terbangun.

PEMULIHAN AKHIR

Selang sebulan terserang scabies dan kebetulan ayahnya sedang cuti, kami memutuskan untuk membawa aidan ke pemandian air panas sidebuk debuk. Sebagai informasi, penyembuhan scabies tidak bisa instan dan butuh proses yang berkesinambungan agar pemulihannya cepat. Karena ada beberapa kasus yang saya baca bisa lebih 6 bulanan tergantung kondisi pasien dan lingkungan yang turut andil. Kondisi kulit Aidan saat itu sudah mulai membaik (dalam artian bentolannyasudah sangat jauh berkurang dari pertama kali) biarpun masih ada beberapa yang berair. Tujuannya kesini adalah menghilangkan si benjolannya dan menyembuhkannya dari penyakit scabies ini. Karena memang udah pada tau lah kegunaan belerang yang ampuh buat permasalahan kulit. Dan setelah baca artikel udah paling pas penggabungan air panas dan belerang.


Ada dua kali kami bawa ke pemandian air panas ini dengan selang waktu 5 hari saja dari kunjungan yang pertama. Hasilnya lumayan dan bikin aku terharu. Benjolan berairnya pecah semua dan menyusut. Tak lupa dirumah masih kami mandikan sekali sehari dengan air hangat capur serbuk belerang (dibeli di tempat pemandian). Dan kemudian masih dibarengi penggunaan salep ketika dia sudah tidur. Apalagi Caladine ampuh banget buat mendinginkan kulit yang gatal. Sedikit demi sedikit mulai membaik, kulit disekitar tangan dan kaki mengelupas. Benjolan berair sudah tidak muncul lagi dan alhamdulillah tidak terbangun lagi pas malam hari. Senang bukan kepalang sudah melewati drama scabies ini selama sebulan lebih.

Karena sudah pengalaman menghadapi anak yang terkena scabies, sampai sekarang masih dibentengi dengan menjaga imun, tidak hanya untuk Aidan tapi seluruh anggota keluarga. Dengan amunisi buah buahan, air putih yang cukup, vitamin. Khusus suplemen makanan aku beli pediagro. Dan juga setok essential oil untuk menjaga imun. Tak lupa untuk terus membersihkan daerah yang sering ditempati terutama kasur, sprei, selimut, bahkan baju anak anak. Sesekali jika teringat saya rendam pake air panas dan didiamkan selama sejam. Untuk yang mau ekstra, sudah banyak banget jasa pembersih tungau.Ratenya biasanya berkisar 100 - 200 ribu tergantung service mana yang mau kita gunakan.

Always remember to stay healthy and hygiene.








22 komentar

  1. Oh.. Ternyata tungau itu berkaitan dgn imun ya ta. Nggak nyangka lho aku. Kiraian murni karena faktor eksternal aja. Ternyata kondisi dari dalam tubuh juga besar pengaruhnya. Bagus bgt ini ta infonya.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah ya mbak sekarang Aidan sudah membaik, ini jadi pelajaran juga nih buat saya agar berhati-hati dan terus menjaga kebersihan dirumah

    BalasHapus
  3. Baru tahu penyakit kulit ini, serem juga ya. Kasihan banget neh kalau anak terkena penyakit kulit ini bisa rewel dan gak mood makan juga kali ya.

    BalasHapus
  4. Aku pun pernah mengalami hal serupa. Suami ku selalu jemur semua sofa. Karpet. Kasur lipat. Tungau memang tumbuh di tempat lembab. Kalo sudah digigit gatal nya luar biasa. Thanks for sharing. Biasanya Tungau suka sama darah manis. Coba check kadar gula dalam darah nya.

    BalasHapus
  5. Woo... Ini namanya scabies ya Mbak? Baru tau nama penyakitnya. Aq juga pernah sih gatel2 kayak gini. Bahkan sering. Biasanya aq kasih caladine jg.

    BalasHapus
  6. Scabimite juga bisa untuk kutu rambut. Anak saya yang bungsu pernah kutuan. Entah ketularan dari siapa. Dikasih scabimite langsung selesai besoknya.

    Kalau Caladine, saya suka simpan di kulkas. Saat biang keringat dioleskan ke kulit anak-anak. Mereka suka banget karena rasanya dingin :D

    BalasHapus
  7. wah jadi tau tentang penyakit ini mbak, efek tungau bisa begitu ya, kmrn sempet sedot tungau jg krn anak alergi pernafasan. makasih artikelnya

    BalasHapus
  8. Ya Allah tampak sepele tapi bner2 bikin ga nyaman k anak ya bun. Aku juga baru tahu soal tungau ini bsa bkin kayak gtu. Mksh ya infonya ��

    BalasHapus
  9. Ngeri juga ya mak si kuman ini. Memang benar-benar harus jaga kebersihan dan bentengi diri kita juga. Bentuknya kayak apa ya tungau? Kayak rayap kah?

    BalasHapus
  10. Nggak terbayangkan sebelumnya bahwa dampak tungau cukup bahaya juga. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan tidak lupa untuk jaga kebersihan

    BalasHapus
  11. aku sering kena ini mbak smpe sekarang hikzz.. apalagi emang kalo badan drop udah pasti ini muncul.. smoga aja anakku nggak kayak aku hikz..

    BalasHapus
  12. Aku baru tau ini istilah scabies. Ternyata hal yang jarang kita perhatikan secara detail seperti mencuci seprai, atau handuk yang dipakai bersama-sama merupakan tempat tungau yang menjadi penyebab scabies. Semoga kita semua sehat terus.

    BalasHapus
  13. keingat dulu pernah kena..
    sempat mewabah di kampung saya
    tapi cuma kena sedikit
    obatnya dulu mandi dengan air hangat dan garam
    tapi teman saya kena banyak
    bahkan badannya terkesan bengkak
    lama sembuhnya

    BalasHapus
  14. Ah aku baru tahu nih mba ada penyakit scabies gitu. Kayak melepuh ya mbaa

    BalasHapus
  15. Ya Allah ngeri ya. Itu sebabnya kebersihan sofa, bed pokoknya yg suka diincer tungau itu kudu dijaga betul. Atukurlah ada obatnya. Tapi tetep sebaiknya dicegah ya mbak. TFS infonya.

    BalasHapus
  16. Aku baru denger juga penyakit scabies ini, ternyata tungau itu bahaya banget. Alhamdulillah Aidan sudah kembali pulih, makasih mbak sudah sharing pengalamannya.

    BalasHapus
  17. Pantesan ya, orang tua saya tu waktu saya kecil, paling hobi kalau mo nyuci kayak seprai, handuk, mesti direndam dulu pakai air mendidih. Nggak nyangka salah satu tujuannya untuk mengatasi penyakit seperti ini.

    BalasHapus
  18. Scabies karena alergi termasuk juga ya..

    BalasHapus
  19. Ya Allah..serem banget ya, ini penyakit gampang-gampang susah. Klo ga telaten bisa jadi nyiksa penderitanya

    BalasHapus
  20. Baru tahu istilah scabies, tapi penting banget ini buat saya yang masih punya anak kecil. Thanks infonya ya Mbak, bikin saya lebih aware akan kebersihan dan kesehatan kulit si kecil.

    BalasHapus
  21. Paling gak tega deh klo liat anak sakit. Apalagi sampai harus garuk2 terus gitu ya mba. Untungnya mba dan suami gerak cepat cari 2nd opinion.

    BalasHapus
  22. To be honest aku baru dnegar istilah scabies ini. Wah bermnafaat sekali mba. Anakku jg pernah semacam ruam tp kurang tau itu apa, sepertinya mmg harus byk mengedukasi diri soal kulit bayi krn msh sensitif bgt.

    BalasHapus

© Natrarahmani
Maira Gall