sabang
Tampilkan postingan dengan label sabang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2018

SETANGKUP KISAH DI SABANG PART 1 : CASA NEMO RESORT

kenangan di sabang

Tulisan ini sudah tersimpan lama selama dua bulan di draft. Kali ini saya share dua bagian ya. Trip banda aceh - sabang dilakukan di 4-7 Mei 2018 kemaren, Tapi kenangannya masih bikin senyum dan terpatri janji di hati bahwa akan kembali lagi suatu hari nanti. Untuk bagian Banda Aceh nya silahkan di lihat disini ya LIBURAN SARAT MAKNA : BANDA ACEH .

Seperti di post terdahulu tentang trip lengkap selama di Banda Aceh, maka hari kedua kami bersiap untuk pergi ke Sabang dengan kapal cepat. Dari jauh hari, saya sudah sibuk cari informasi lewat google untuk jam keberangkatannya. Sempat deg degan takut kalo ada perubahan jadwal. Karena mikirin anak anak yang bakal cranky dan hotel yang sudah book dari jauh hari. Kami berangkat dari hotel Grand Nanggroe sekitar pukul 08.00 pagi WIB setelah selesai sarapan. Untuk pergi ke pelabuhan Ulee Lhuee, kami sudah booking gocar yang sehari sebelumnya kami berkenalan. Alhamdulillah dapat driver yang baik banget dan nggak pelit ngasih info sekitaran Aceh.
kapal express bahari sabang
Express bahari

Perjalanan ke pelabuhan lebih kurang memakan waktu setengah jam. Saat itu waktu menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Matahari bersinar cerah dan saya tersenyum karena cuaca sedang bersahabat.  Sesampainya di sana, saya langsung menuju counter tempat pembelian tiket kapal cepat Express Bahari dari pelabuhan Ulee Lhuee (Banda aceh) - Balohan (Sabang). Alhamdulillah jadwalnya keburu dan kita lega. Untuk informasi, setiap kapal  yang berangkat  menuju/balik Sabang ditentukan oleh cuaca. Jika cuaca lagi nggak bagus, mereka akan menunda keberangkatan. Bahkan berangkat lebih cepat dari perkiraan. Jenis kapalnya ada dua yaitu Kapal Cepat atau Kapal lambat.

Untuk kapal cepat perjalanannya memakan waktu 45 menit, sedangkan Kapal Lambat memakan waktu selama 2 jam. Nah bagi kamu yang naik mobil bisa naik Kapal Lambat ya dan biasanya ini antrinya lumayan. Untuk harga tiketnya sendiri berbeda beda bergantung pada jenis kendaraan yang kamu bawa. Baik Kapal cepat maupun kapal lambat dalam sehari melakukan dua kali angkutan.
express-bahari-sabang

Untuk Kapal cepat dioperasikan oleh pihak swasta dan hanya mengangkut penumpang saja. Harga tiket kapal cepat Express Bahari  Rp 80.000/ orang untuk kelas Eksekutif Dewasa dan untuk anak anak dibawah 5 tahun dikenakan biaya Rp 10.000/orang. Jadi trip kami total dua orang dewasa dan dua anak jumlahnya Rp 180.000.  Jadwal keberangkatan Express Bahari jam 10.00 pagi. Suasana pelabuhan  saat itu lumayan padat pengunjung. Pas banget bertepatan hari Sabtu. Banyak juga yang dari Banda Aceh berpelesiran ke Sabang balik hari. Jadi pergi pagi dan pulang di sore hari. Kalau kami akan menghabiskan waktu di Sabang selama dua malam. 

Kami berempat excited sekali, karena pertama kali naik kapal dan harus bawa anak anak serta satu koper besar. Maintaining the kids always tricky part. Di backpack ( masih masing bawa) kami udah prepare segala macam snack, susu, mainan, buku, dan peralatan tempur untuk anak anak. Supaya mereka tetap nyaman, gak bising, dan gak mengganggu orang lain.
pelabuhan balohan sabang


Sebelum naik kapal kita udah kasih pengertian ke Aidan (anak pertama) bahwa harus jadi anak baik dan Andira (anak kedua), saya susuin terlebih dahulu sebelum naik ke kapal karena memang sudah jam tidurnya. Alhamdulillah dua duanya anteng.  Aidan sempat melihat kapal dan nanya ini itu. Udah gak kuat ngantuk akhirnya dia tertidur juga. Jadi ayah ibunya punya waktu buat cerita cerita sambil ngemil snack yang selalu kami bawa. Iya kami sekeluarga emang tukang makan. Express bahari terdiri dari dua tingkat dan jenisnya sesuai dengan kelas yang kita ambil. Seatnya untuk Executive pas pasan space nya dan tiap lorong juga sempit. Tapi masih nyaman untuk duduk. Tersedia TV plasma di dalam kapal.

Tepat jam 11 kurang kami sampai di pelabuhan Balohan Sabang. Sebenarnya udah prepare sebelum berangkat untuk booking mobil selama dua hari tanpa supir (karena suami bisa bawa mobil). Setelah ditelpon berkali kali, tak kunjung diangkat. Padahal kemaren sehari sebelumnya saya sudah ngasih schedule kalo kami besok sampe sekitar jam 11. Saya kesel dengan tipe beginian. Akhirnya suami nenangin dan  kita cari penyewaan mobil lain yang banyak banget di pelabuhan Sabang. Rate nya 300 ribu/ hari tanpa supir. Mobilnya kijang warna hitam. Sesaat saya lupa sama keselnya tadi dan mengingatkan bahwa ini ya seninya travelling. Ada aja yang bikin gedek tapi harus disyukuri bahwa kami bisa sampai sejauh ini.

CASA NEMO RESORT, SABANG

view-casanemo-resort-sabang
view from our room

Pemilihan hotel sudah saya persiapkan dari bulan Februari dari hasil searching google. Jatuh cinta dengan resort ini. Namanya Casa Nemo Resort yang lokasinya berada di Pantai Sumur Tiga, Sabang. Perjalanan dari Pelabuhan ke Hotel hanya memakan waktu 25 menit. Kita hanya mengandalkan maps dan niat kuat buat ngebolang. Jujur saya bukan tipe kalau travelling pake supir yang diambil dari luar. Kesannya saya gak bebas ngapa ngapain dan nggak personal. Biarpun ya resikonya ada kita muter muter nyari hotelnya karena maps nya ngawur.

Sabang telah mencuri hati saya, saat perjalanan ke resort pemandangan yang disajikan adalah hamparan laut beserta pohon pohon kelapa tinggi. Ya Allah benar benar cantik. Pengen nyebur rasanya langsung karena memang sebagus itu dan berkali kali bersyukur karena bisa kesini. Sesampainya di Casa Nemo Resort, kami langsung disambut dengan pelayanan yang ramah dan helpful. Di bagian Receptionist, berderet beberapa penghargaan yang diterima oleh resort ini. Pemiliknya asli orang aceh tapi menikah dengan kewarganegaraan Swedia. Makanya Casa Nemo ini apik. Perpaduan modern touch dan ethnic.
casanemo-resort-sabang

Kamar kami bernama Tiberan yang letaknya di atas. Rate kamar kami Rp475.000/hari include breakfast. Saat masuk ke kamar ,  interiornya menyajikan  ornamen kayu dan sentuhan tirai putih di sisi tempat tidur. Ini mah emang resort buat honeymoon kayaknya, jadi berasa nyesal kenapa lah kita baru ngelaksanain trip ini pas sudah punya anak dua. Ada ayunan gantung disiapkan tiap kamar. Selain itu terdapat kulkas, dispenser, kopi dan teh. Kamarnya pas buat kami berempat, tapi deg degan harus mantau anak karena kami letaknya di atas. Takut mereka jatuh.
casanemo-resort-sabang

Casa Nemo ini daerahnya lumayan berbukit ya, tapi disediakan tangga batu yang lumayan ngos ngosan kalo dari bawah-atas. Sekelilingnya berderet tanaman dan bunga cantik. Betah berlama lama mandangin tempat ini. Dengan pemandangan lau didepan mata, pasir putih dan tanaman yanga sri asri bikin mata jadi fresh. Benar benar liburan.

Restaurannya  ada dua yang letaknya di bawah. Dengan view langsung ke private beach dan lampu gantung yang ciamik. Keseluruhan area bersih dan nggak bising. Hanya terdengar suara laut dan burung. Subhanallah. Saya pengen lama lama disini, karena saking cantiknya tempat ini. Disini juga ada live music yang diadakan menjelang weekend dan leatknya dekat pantai. Cas Nemo ini pantainya terbaik untuk snorkling.

Sempat kami pergi ke pusat kotanya untuk berburu makan siang yang terkenal dengan Mie sedap dan sate guritanya. Eh ternyata itu bukanya menjelang sore. Pantes saya mikir ini kota kok siang harinya rata rata tutup tokonya. Selidik punya selidik ternyata kota Sabang ini buka pas pagi dan sore hari. Wah ya sudah belom rezeki makan Mie Sedapnya. Akhirnya kami memutuskan makan siang di warung yang buka di jalan perdagangan dan kembali lagi ke resort. Nanti dicoba lagi pas sore hari, begitu rencana kami.

Karena udah gak sabar main ke pantainya, turun lah kami. Casanemo ini punya private beach yang pasir nya warna putih. Air lautnya tenang. Yang turun ke laut hanya suami saja. Saya hanya di bibir pantai dengan Andira sementara aidan main pasir. Tak lama berselang 5 menit, suami saya keluar dengan muka meringis. Ternyata dia kena karang di telapak kakinya dan darah yang keluar lumayan banyak. Sempat panik dan langsung datangi resto nya untuk minta pertolongan pertama. Dan crew restonya sangat membantu dan memapah suami saya. Bubar langsung main pantainya. Padahal belom sampai 10 menit disana.
casanemo-resort-sabang

Ternyata luka suami makin parah samae dia menjerit di kamar. Saya pun langsung menuju resepsionis dan minta dibawakan ke rumah sakit terdekat. Alhamdulillah beberapa crew turun dan memapah suami dan bawa pakai sepeda motor. Saya pun bergegas menyusul dibantu ibu yang bekerja disana. Bahkan General managernya pun ikut sibuk mengurusi kami.Saat itu semua terasa cepat dan saya gak sempat mikirin capek atau nggaknya. Yang saya tau saya harus kuat untuk kami berempat.

Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata ada karang tertinggal di telapak kaki suami sehingga terjadi peradangan. Setelah menerima dua jaitan, kami balik ke resort. Suami susah banget jalan dan masih dipapah. Suami nggak enak hati sama saya karena merasa sudah menghancurkan liburan yang sudah saya impikan. Padahal kami baru banget sampe di sabang dan masih ada sisa satu hari lagi kedepannya sebelum kami pulang ke medan. Sempat suami sarankan untuk balik pulang saat itu juga, tapi karena bayangin anak anak yang udah capek banget dan udah sore kita memutuskan tetap melanjutkan liburan. Jujur saya capek tapi saya nggak ada kesalnya. Dengan adanya kejadian ini kami bisa quality time di kamar sambil berpelukan biarpun nggak keliling kota Sabang. Next time dikasih rezeki bakal balik kesini
casanemo-resort
Aidan berpose dulu. Ini tempatnya emang surga.

Alhamdulillah saya terharu dengan kemurahan hati Casa Nemo Resort. Ini bukan hanya urusan pelayanan hotel kalo menurut saya, tapi lebih sisi humanity. Baru ini hati saya hangat ketika kami sedang dirudung masalah. Mereka sigap membantu, turut menunggu suami selesai di operasi kecil, dan balik lagi ke hotel dengan bantuan mereka. Tak hanya itu, saat makan malam crew restaurantnya mengantarkan makanan yang kita pesan sampai ke kamar. Padahal peraturan mereka adalah tidak ada room service dan hanya makan di restaurant. Tapi mereka dengan senang hati menolong. Keesokan harinya pun saat kami check out untuk pergi ke hotel lain (karena memang sudah di booking dan no cancel) hati terasa berat ninggalin Casa Nemo. Saat kami jauh dari keluarga, ternyata ada bentuk keluarga lain di Sabang ini. Terima kasih Casa Nemo yang melayani dengan hati. Kami akan kembali lagi kesini lagi suatu hari nanti. Untuk teman teman yang sedang cari penginapan, saya sarankan Casa Nemo resort ini.

CASA NEMO RESORT
Jl. K.H. Agus Salim, Ie Meulee, Sukajaya, Ie Meulee, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh 24411
Booking Via App Traveloka











Sabtu, 19 Mei 2018

LIBURAN SINGKAT SARAT MAKNA : BANDA ACEH


museum-tsunami-aceh-family-trip
Sudah lama terlintas sebenarnya untuk pergi berlibur bersama suami dan anak. Dalam artian memang ke daerah yang belom pernah kita jamah sebelumnya,  untuk ngerasain suasana baru dan niatnya men-challenge diri kita,  bisa nggak ya liburan bawa anak-anak. Karena jujur, kami belom pernah liburan yang memadai,  biasanya yang deket deket aja alias masih satu kota. Itupun sebenarnya udah sukur juga loh. Secara quality time buat keluarga kami itu susah karena LDM (Long Distance Marriage). Ketemu sebulan sekali dan itu udah Alhamdulillah kali lah. Begitu suami cuti, langsung di set waktunya untuk ajak anak-anak keluar.

Rencana ini bermula dari Januari awal. Tiba tiba saya bilang ke suami pengen liburan ke sabang. Karena sabang udah jadi Top List kita buat liburan keluarga. Kenapa sabang? Karena memang cari pantainya dan nyari tempat wisata yang gak hebring. Gayung bersambut disetujuilah oleh suami dengan syarat harus diberikan spare time untuk ngumpulin uang dan siapin mental. Iya ini perlu, karena ini trip pertama kami bawa dua anak yang dimana masih pada butuh extra care. Yang satu anaknya usia 2 tahun 5 bulan, yang satu lagi masih piyik umur 6 bulan. Lagi aktif aktifnya.

Eits, tapi gak afdol dong ke Sabang kalo gak main ke Banda Aceh dulu secara kita berdua emang belom pernah menginjakkan ke kota Serambi Mekkah . Jadinya kita rencanain Trip 1 hari Banda aceh dan 2 hari di Sabang.

Untuk urusan perencanaan destinasi wisata , tiket, dan  hotel suami percayakan sama saya. Tau kan kalo udah jadi seksi sibuk? Ya sibuk sekali. Dari januari udah hunting hunting Tiket Pesawat lewat app Traveloka. Easy peasy just one click. Gak ribet dan ada remindernya juga kalo dari rentang waktu rencana liburan kita ada tiket termurah.

 Aplikasi Traveloka sendiri penggunaannya gak ribet dan untuk pencarian tiket pesawat ada tanggal tanggal tertentu tertera harga termurah. Jadi bisa diatur kapan waktu yang tepat buat berlibur. Enaknya sih emang dari jauh jauh hari direncanain. Hemat ongkos dan lebih matang gitu. Budget itu penting apalagi family trip macam begini, soalnya dananya kan bisa dialokasikan ke hal yang lain. Beli oleh oleh misalnya. Hahaha. 

Di Traveloka sendiri ada fitur Bayar di Hotel. Sama aku ini terbantu banget sebenarnya. Karena kita gak tau kan ya bakalan jadi liburan atau nggak. Fitur ini bikin ngerasa aman dan bisa banget di cancel jika memang tidak memungkinkan datang dan free charge.  Kita mak emak emak pantang sia sia. :D. Jadi bagi kamu yang mau mudik atau mau nyiapin liburan, emang nggak ada salahnya di prepare dari jauh jauh hari. Lebih matang mikirnya dan if your lucky enough dapat tiket yang bombastis murahnya.

 Tiket yang kami dapatkan untuk 2 orang dewasa, 1 toddler, dan 1 baby adalah 1 juta++. Gak mahal dan langsung booking untuk 4 Mei - 7 Mei.  Pulangnya juga dapat tiket segitu. Jadi total buat tiket hanya menghabiskan 2 juta++ buat berempat pergi-pulang. Niatnya emang trip sebelum puasa dan di bulan Mei biasanya gak begitu rame yang liburan karena bukan berdekatan dengan libur anak sekolah atau libur akhir taun. Yak lanjut. Untuk hotel kami booking Grand Nangroe yang di Aceh besar. untuk full review soal hotel ini bakal aku siapin post khusus ya. Berikut aku jabarin list apa aja yang aku bawa saat travelling bawa anak. Kali aja ada yang butuh.

LIST BARANG YANG MAU DIBAWA ( 2 Dewasa, 1 toddler, 1 baby 6m)
  • Perlengkapan Mandi 4 anggota keluarga (biarpun di hotel ada sediain tapi tetap prepare khususnya buat anak anak). Khusus handuk hanya bawa buat anak anak. Kalo kami pake handuk hotel aja.
  • Perlengkapan mpasi adek (sendok, mangkok, spout, puree yang udah dibawa dari rumah tinggal panasin). Spout abang dan tumbler buat dibawa kemana mana.
  • Obat obatan. karena kami libur daerah pantai dan ke kota agak jauh jaraknya makanya di bawa lengkap dari rumah langsung. Seperti obat demam, caladin cair, lotion nyamuk, minyak angin, paracetamol, termometer. Lebih baik ada persediaan daripada repot.
  • Baju Ayah, Ibu, anak anak. Di tas tenteng kami juga disediakan baju ganti anak anak. tau kan kal bawa anak kecil itu selalu ada aja kotornya.
  • Mainan dan Buku baca buat abang. Sebagian di koper, sebagian lagi ada yang dibawa di carrier bag kami masing masing buat dijalan.
  • Mukena, Sajadah, Kain Panjang,Sarung, dan  kain  pantai. 
  • Snack. Kami berempat termasuk orang yang senang ngemil. Jadi kopernya lumayan juga dengan bermacam snack. Apalagi saya yang emang selalu lapar aja bawaannya.
  • Sandal jepit buat ayah ibu. Abang pake sepatu. Adek seperti biasa pake kaos kaki aja.
  • Speaker Portable. hahahahah. Niatnya emang liburan ini untuk beristirahat di kamar sekalian ngidupin musik. Because we love singing and nostalgic. Biarpun kadang suara sumbang kemana mana.
Total seluruh bawaan yang kami bawa itu 1 koper besar, dan dua tas yang kami bawa kemana mana. Minimalis ya.

DAY 1 : BANDA ACEH


Jadwal keberangkatan kami dari Medan-Banda Aceh itu jam 8 pagi. Jadi dari rumah kami selesai salat subuh langsung pergi. Anak anak tetap dimandikan tapi pakai air hangat. Gak keganggu jadwal tidur mereka sepagi itu? Alhamdulillah mereka terbiasa bangun jam 5 pagi karena tidur malamnya cepet. Dibiasain soalnya ngikutin mamaknya yang cepat juga tidur. :D

Perjalanan Medan - Banda Aceh menggunakan pesawat itu sejam lebih. Di pesawat kita udah deg degan nih karena dua anak takutnya rewel, ternyata nggak. Si abang excited karena naik pesawat lagi dan lebih senang nanya ini itu selama di atas. Tapi dia gak suka tuh di pakein seat belt mungkin karena ngerasa terkekang.  Kalo adek, jam segitu emang udah jadwalnya tidur lagi jadi anteng di pesawat dia tidur sambil dipeluk. 

Sesampainya kami di Bandara Udara International Sultan Iskandar Muda kami disambut dengan hangatnya matahari pagi. Excited sekali untuk explore kota ini. Untuk sampai di hotel kami memesan taksi bandara yang rate nya 100 ribu untuk ke kota. Mobilnya avanza hitam. Udah langsung disodorin tuh waktu kita selesai ambil bagai dan keluar dari pintu kedatangan. Bandaranya kecil dan sesak menurut aku, tapi mungkin karena jam kedatangan ya.

Meluncurlah kami ke hotel Grand Nangroe Aceh yang waktu tempuhnya hanya setengah jam dari Bandara. Ternyata hotel kami ini daerah Aceh besar dan belom ke pusat kotanya. Sampai di hotel sekitar pukul 10 pagi.  Istirahat sebentar sambil makan siang pesen go-food Canai Mamak (ini sumpah enak kali dan merupakan cabang dari malaysia). Nah karena abang belom ada tidur siang dan adekpun harus diberi makan, maka kita nunggu semuanya kelar. Lebih enak jalan jalan kalo anak anak happy dan kenyang kan. Alhamdulillah selama di hotel sempat nonton film di tv kabel karena kalo udah dirumah susah kali emang.

MUSEUM TSUNAMI BANDA ACEH  


Untuk menuju ke lokasi museum tsunami ini kami hanya mengandalkan GOJEK. Dengan fitur gocar nya memudahkan kami yang memang gak mau ribet dengan urusan sewa menyewa mobil, karena emang liburan kali ini pengennya sesantai mungkin. Dari hotel - Museum ini hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan rate nya pun hanya 25 ribu saja. Terima kasih Gojek sudah memudahkan semua urusan.

 Sebenarnya inilah niatan kami ke Banda Aceh selain melihat Mesjid Baiturrahman. Bangunan megah dengan nuansa coklat gelap menambah daya pikat museum ini. Dibangun dari arsitek sekaligus walikota Bandung, Kang Ridwan Kamil. Sesampainya disana pas jam 2 siang dan tanpa ada biaya untuk tiket masuk. Untuk masuk ke museum ini harus melalui lorong Tsunami atau tsunami Alley, jujur aku sempat takut dan niat ngebatalin aja. Karena lorongnya gelap dan dindingnya diselimuti air. Apalagi suara air gemuruh yang membuat saya hampir mengurungkan niat. Tujuan lorong ini memang khusus dibuat untuk menciptakan seperti apa keadaan waktu itu. Diberanikan hati masuklah kami berempat.

Setelah melewati Tsunami alley, kita langsung masuk ke lembah kenangan. Ruangan ini berisi poto dan video keadaan saat bencana Tsunami melanda Aceh 13 tahun silam. Dan yang paling saya nggak kuat saat masuk ke Ruang Doa. Beribu nama terukir diruangan ini dengan lantunan doa semua menjulang sampai ke atas Lafaz Allah. Mata saya basah, hati saya sakit. Gak kebayang bagaimana yang mengalami sendiri saat itu dan kehilangan anggota keluarga yang disayang. Allah maha besar. Al fatihah.

Museum ini lumayan besar dan banyak yang harus di explore. Kebetulan saat kami kesana masih berlangsung eksebisi the light of life untuk memperingati 13 tahun Tsunami Aceh. Semua ruang yang ada disini sarat makna dan dapat esensinya. Tak terasa kami sudah sejam di Museum Tsunami ini, disempatkan dulu ke toko souvenir persis di sebelah Museum ini. Beli apa? Niatnya ga beli apa apa eh malah kecantol sama Kopi Aceh yang banyak ragamnya.



PLTD APUNG


Ini wisata kedua yang kami kunjungi. Ternyata dekat aja sodara sodara dari Museum Tsunami dan Go-Car penyelamat kita. Sesampainya disana langit sudah mendung. Udah firasat bakal hujan, eh baru naik ke lantai pertama udah turun deras hujannya. Batal deh explore kedalam PLTD Apung ini. Jadinya kami berteduh dan sempetin foto si kapal ini. Kebetulan sudah dekat solat ashar dan untuk sementara wisata ditutup. Baru tau kalo di Aceh ketika waktu salat tiba, tempat wisata tutup sementara. Salut. oh iya, disini tidak dikenakan biaya tiket Masuk ya.

ZAKIR KUPI MIE ACEH

Udah capek jalan jalan dan emang udah kelaperan dari tadi. Gak sah memang kalo ke Aceh gak nyobain Mie Acehnya langsung dari sumbernya. Atas rekomendasi sahabat asli orang Aceh, pergilah kami ke Zakir kupi. eits, zakir Kupi ini banyak cabangnya dan kami mengunjungi cabang yang disebelah Mal Suzuya karena katanya itu yang the best. Biarpun di Medan gak kalah enaknya.


Per porsinya 25 ribu. Bagi aku yang penyuka pedas ini mantap gila. Bumbunya pas dan sebenarnya pengen nambah lagi. Eh apa daya dua anak udah kecapean dan kepengen istirahat. Yo wes kita balik ke hotel lagi. Total bill makan di Zakir Kupi ini hanya 73 ribu saja. Udah dapat 2 porsi besar mie aceh cumi dan daging, es teh manis, teh tarik, dan dua serabi. Kami kenyang, hati senang.

Hari sudah sore tepat dan perjalanan ke hotel diiringi dengan kota Banda Aceh yang gerimis syahdu. Kota ini cantik seperti gadis ayu yang tertutup tapi kita tau betapa cantiknya Banda Aceh ini. Lalu lintas tidak terlalu padat dan karena disini susah angkutan umum mending kemana mana naik Go-Car. 

Alhamdulillah kami dipertemukan dengan Driver Go-Car yang baik hati dan nggak pelit buat kasih info apa aja yang ada di Aceh. Bapak ini juga yang kami terus pakai jasanya setelah kami balik dari sabang dan kembali ke Banda Aceh ( soalnya balik ke Medan dari Banda Aceh lagi). Gak netapin tarif berapa, hanya dia bilang sesuaikan aja sama yang di aplikasi Gojek. Tapi tokcernya bapak ini tau hidden gems untuk kuliner ayam tangkap enak dan tempat beli oleh oleh. Untuk yang pengen pakai jasa drivernya, hubungi saya saja ya. Soalnya si bapak gak mau nomor hapenya asal ditempel, lebih enak katanya kalo ada yang nyariin dia atas rekomendasi siapa. Kalau pada mau nomor hapenya, nanti bilang aja ya.

Next post bakal tentang htel tempat kami menginap dan sabang. So stay tune.



© Natrarahmani
Maira Gall