Sabtu, 19 Mei 2018

LIBURAN SINGKAT SARAT MAKNA : BANDA ACEH


museum-tsunami-aceh-family-trip
Sudah lama terlintas sebenarnya untuk pergi berlibur bersama suami dan anak. Dalam artian memang ke daerah yang belom pernah kita jamah sebelumnya,  untuk ngerasain suasana baru dan niatnya men-challenge diri kita,  bisa nggak ya liburan bawa anak-anak. Karena jujur, kami belom pernah liburan yang memadai,  biasanya yang deket deket aja alias masih satu kota. Itupun sebenarnya udah sukur juga loh. Secara quality time buat keluarga kami itu susah karena LDM (Long Distance Marriage). Ketemu sebulan sekali dan itu udah Alhamdulillah kali lah. Begitu suami cuti, langsung di set waktunya untuk ajak anak-anak keluar.

Rencana ini bermula dari Januari awal. Tiba tiba saya bilang ke suami pengen liburan ke sabang. Karena sabang udah jadi Top List kita buat liburan keluarga. Kenapa sabang? Karena memang cari pantainya dan nyari tempat wisata yang gak hebring. Gayung bersambut disetujuilah oleh suami dengan syarat harus diberikan spare time untuk ngumpulin uang dan siapin mental. Iya ini perlu, karena ini trip pertama kami bawa dua anak yang dimana masih pada butuh extra care. Yang satu anaknya usia 2 tahun 5 bulan, yang satu lagi masih piyik umur 6 bulan. Lagi aktif aktifnya.

Eits, tapi gak afdol dong ke Sabang kalo gak main ke Banda Aceh dulu secara kita berdua emang belom pernah menginjakkan ke kota Serambi Mekkah . Jadinya kita rencanain Trip 1 hari Banda aceh dan 2 hari di Sabang.

Untuk urusan perencanaan destinasi wisata , tiket, dan  hotel suami percayakan sama saya. Tau kan kalo udah jadi seksi sibuk? Ya sibuk sekali. Dari januari udah hunting hunting Tiket Pesawat lewat app Traveloka. Easy peasy just one click. Gak ribet dan ada remindernya juga kalo dari rentang waktu rencana liburan kita ada tiket termurah.

 Aplikasi Traveloka sendiri penggunaannya gak ribet dan untuk pencarian tiket pesawat ada tanggal tanggal tertentu tertera harga termurah. Jadi bisa diatur kapan waktu yang tepat buat berlibur. Enaknya sih emang dari jauh jauh hari direncanain. Hemat ongkos dan lebih matang gitu. Budget itu penting apalagi family trip macam begini, soalnya dananya kan bisa dialokasikan ke hal yang lain. Beli oleh oleh misalnya. Hahaha. 

Di Traveloka sendiri ada fitur Bayar di Hotel. Sama aku ini terbantu banget sebenarnya. Karena kita gak tau kan ya bakalan jadi liburan atau nggak. Fitur ini bikin ngerasa aman dan bisa banget di cancel jika memang tidak memungkinkan datang dan free charge.  Kita mak emak emak pantang sia sia. :D. Jadi bagi kamu yang mau mudik atau mau nyiapin liburan, emang nggak ada salahnya di prepare dari jauh jauh hari. Lebih matang mikirnya dan if your lucky enough dapat tiket yang bombastis murahnya.

 Tiket yang kami dapatkan untuk 2 orang dewasa, 1 toddler, dan 1 baby adalah 1 juta++. Gak mahal dan langsung booking untuk 4 Mei - 7 Mei.  Pulangnya juga dapat tiket segitu. Jadi total buat tiket hanya menghabiskan 2 juta++ buat berempat pergi-pulang. Niatnya emang trip sebelum puasa dan di bulan Mei biasanya gak begitu rame yang liburan karena bukan berdekatan dengan libur anak sekolah atau libur akhir taun. Yak lanjut. Untuk hotel kami booking Grand Nangroe yang di Aceh besar. untuk full review soal hotel ini bakal aku siapin post khusus ya. Berikut aku jabarin list apa aja yang aku bawa saat travelling bawa anak. Kali aja ada yang butuh.

LIST BARANG YANG MAU DIBAWA ( 2 Dewasa, 1 toddler, 1 baby 6m)
  • Perlengkapan Mandi 4 anggota keluarga (biarpun di hotel ada sediain tapi tetap prepare khususnya buat anak anak). Khusus handuk hanya bawa buat anak anak. Kalo kami pake handuk hotel aja.
  • Perlengkapan mpasi adek (sendok, mangkok, spout, puree yang udah dibawa dari rumah tinggal panasin). Spout abang dan tumbler buat dibawa kemana mana.
  • Obat obatan. karena kami libur daerah pantai dan ke kota agak jauh jaraknya makanya di bawa lengkap dari rumah langsung. Seperti obat demam, caladin cair, lotion nyamuk, minyak angin, paracetamol, termometer. Lebih baik ada persediaan daripada repot.
  • Baju Ayah, Ibu, anak anak. Di tas tenteng kami juga disediakan baju ganti anak anak. tau kan kal bawa anak kecil itu selalu ada aja kotornya.
  • Mainan dan Buku baca buat abang. Sebagian di koper, sebagian lagi ada yang dibawa di carrier bag kami masing masing buat dijalan.
  • Mukena, Sajadah, Kain Panjang,Sarung, dan  kain  pantai. 
  • Snack. Kami berempat termasuk orang yang senang ngemil. Jadi kopernya lumayan juga dengan bermacam snack. Apalagi saya yang emang selalu lapar aja bawaannya.
  • Sandal jepit buat ayah ibu. Abang pake sepatu. Adek seperti biasa pake kaos kaki aja.
  • Speaker Portable. hahahahah. Niatnya emang liburan ini untuk beristirahat di kamar sekalian ngidupin musik. Because we love singing and nostalgic. Biarpun kadang suara sumbang kemana mana.
Total seluruh bawaan yang kami bawa itu 1 koper besar, dan dua tas yang kami bawa kemana mana. Minimalis ya.

DAY 1 : BANDA ACEH


Jadwal keberangkatan kami dari Medan-Banda Aceh itu jam 8 pagi. Jadi dari rumah kami selesai salat subuh langsung pergi. Anak anak tetap dimandikan tapi pakai air hangat. Gak keganggu jadwal tidur mereka sepagi itu? Alhamdulillah mereka terbiasa bangun jam 5 pagi karena tidur malamnya cepet. Dibiasain soalnya ngikutin mamaknya yang cepat juga tidur. :D

Perjalanan Medan - Banda Aceh menggunakan pesawat itu sejam lebih. Di pesawat kita udah deg degan nih karena dua anak takutnya rewel, ternyata nggak. Si abang excited karena naik pesawat lagi dan lebih senang nanya ini itu selama di atas. Tapi dia gak suka tuh di pakein seat belt mungkin karena ngerasa terkekang.  Kalo adek, jam segitu emang udah jadwalnya tidur lagi jadi anteng di pesawat dia tidur sambil dipeluk. 

Sesampainya kami di Bandara Udara International Sultan Iskandar Muda kami disambut dengan hangatnya matahari pagi. Excited sekali untuk explore kota ini. Untuk sampai di hotel kami memesan taksi bandara yang rate nya 100 ribu untuk ke kota. Mobilnya avanza hitam. Udah langsung disodorin tuh waktu kita selesai ambil bagai dan keluar dari pintu kedatangan. Bandaranya kecil dan sesak menurut aku, tapi mungkin karena jam kedatangan ya.

Meluncurlah kami ke hotel Grand Nangroe Aceh yang waktu tempuhnya hanya setengah jam dari Bandara. Ternyata hotel kami ini daerah Aceh besar dan belom ke pusat kotanya. Sampai di hotel sekitar pukul 10 pagi.  Istirahat sebentar sambil makan siang pesen go-food Canai Mamak (ini sumpah enak kali dan merupakan cabang dari malaysia). Nah karena abang belom ada tidur siang dan adekpun harus diberi makan, maka kita nunggu semuanya kelar. Lebih enak jalan jalan kalo anak anak happy dan kenyang kan. Alhamdulillah selama di hotel sempat nonton film di tv kabel karena kalo udah dirumah susah kali emang.

MUSEUM TSUNAMI BANDA ACEH  


Untuk menuju ke lokasi museum tsunami ini kami hanya mengandalkan GOJEK. Dengan fitur gocar nya memudahkan kami yang memang gak mau ribet dengan urusan sewa menyewa mobil, karena emang liburan kali ini pengennya sesantai mungkin. Dari hotel - Museum ini hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan rate nya pun hanya 25 ribu saja. Terima kasih Gojek sudah memudahkan semua urusan.

 Sebenarnya inilah niatan kami ke Banda Aceh selain melihat Mesjid Baiturrahman. Bangunan megah dengan nuansa coklat gelap menambah daya pikat museum ini. Dibangun dari arsitek sekaligus walikota Bandung, Kang Ridwan Kamil. Sesampainya disana pas jam 2 siang dan tanpa ada biaya untuk tiket masuk. Untuk masuk ke museum ini harus melalui lorong Tsunami atau tsunami Alley, jujur aku sempat takut dan niat ngebatalin aja. Karena lorongnya gelap dan dindingnya diselimuti air. Apalagi suara air gemuruh yang membuat saya hampir mengurungkan niat. Tujuan lorong ini memang khusus dibuat untuk menciptakan seperti apa keadaan waktu itu. Diberanikan hati masuklah kami berempat.

Setelah melewati Tsunami alley, kita langsung masuk ke lembah kenangan. Ruangan ini berisi poto dan video keadaan saat bencana Tsunami melanda Aceh 13 tahun silam. Dan yang paling saya nggak kuat saat masuk ke Ruang Doa. Beribu nama terukir diruangan ini dengan lantunan doa semua menjulang sampai ke atas Lafaz Allah. Mata saya basah, hati saya sakit. Gak kebayang bagaimana yang mengalami sendiri saat itu dan kehilangan anggota keluarga yang disayang. Allah maha besar. Al fatihah.

Museum ini lumayan besar dan banyak yang harus di explore. Kebetulan saat kami kesana masih berlangsung eksebisi the light of life untuk memperingati 13 tahun Tsunami Aceh. Semua ruang yang ada disini sarat makna dan dapat esensinya. Tak terasa kami sudah sejam di Museum Tsunami ini, disempatkan dulu ke toko souvenir persis di sebelah Museum ini. Beli apa? Niatnya ga beli apa apa eh malah kecantol sama Kopi Aceh yang banyak ragamnya.



PLTD APUNG


Ini wisata kedua yang kami kunjungi. Ternyata dekat aja sodara sodara dari Museum Tsunami dan Go-Car penyelamat kita. Sesampainya disana langit sudah mendung. Udah firasat bakal hujan, eh baru naik ke lantai pertama udah turun deras hujannya. Batal deh explore kedalam PLTD Apung ini. Jadinya kami berteduh dan sempetin foto si kapal ini. Kebetulan sudah dekat solat ashar dan untuk sementara wisata ditutup. Baru tau kalo di Aceh ketika waktu salat tiba, tempat wisata tutup sementara. Salut. oh iya, disini tidak dikenakan biaya tiket Masuk ya.

ZAKIR KUPI MIE ACEH

Udah capek jalan jalan dan emang udah kelaperan dari tadi. Gak sah memang kalo ke Aceh gak nyobain Mie Acehnya langsung dari sumbernya. Atas rekomendasi sahabat asli orang Aceh, pergilah kami ke Zakir kupi. eits, zakir Kupi ini banyak cabangnya dan kami mengunjungi cabang yang disebelah Mal Suzuya karena katanya itu yang the best. Biarpun di Medan gak kalah enaknya.


Per porsinya 25 ribu. Bagi aku yang penyuka pedas ini mantap gila. Bumbunya pas dan sebenarnya pengen nambah lagi. Eh apa daya dua anak udah kecapean dan kepengen istirahat. Yo wes kita balik ke hotel lagi. Total bill makan di Zakir Kupi ini hanya 73 ribu saja. Udah dapat 2 porsi besar mie aceh cumi dan daging, es teh manis, teh tarik, dan dua serabi. Kami kenyang, hati senang.

Hari sudah sore tepat dan perjalanan ke hotel diiringi dengan kota Banda Aceh yang gerimis syahdu. Kota ini cantik seperti gadis ayu yang tertutup tapi kita tau betapa cantiknya Banda Aceh ini. Lalu lintas tidak terlalu padat dan karena disini susah angkutan umum mending kemana mana naik Go-Car. 

Alhamdulillah kami dipertemukan dengan Driver Go-Car yang baik hati dan nggak pelit buat kasih info apa aja yang ada di Aceh. Bapak ini juga yang kami terus pakai jasanya setelah kami balik dari sabang dan kembali ke Banda Aceh ( soalnya balik ke Medan dari Banda Aceh lagi). Gak netapin tarif berapa, hanya dia bilang sesuaikan aja sama yang di aplikasi Gojek. Tapi tokcernya bapak ini tau hidden gems untuk kuliner ayam tangkap enak dan tempat beli oleh oleh. Untuk yang pengen pakai jasa drivernya, hubungi saya saja ya. Soalnya si bapak gak mau nomor hapenya asal ditempel, lebih enak katanya kalo ada yang nyariin dia atas rekomendasi siapa. Kalau pada mau nomor hapenya, nanti bilang aja ya.

Next post bakal tentang htel tempat kami menginap dan sabang. So stay tune.



24 komentar

  1. Wah seru banget, ini tempat wisata yg dulu pingin sy kunjungi namun blm ada kesempatan main ke sama hehe. Pantai di pulau weh juga terkenal cantik buat snorkling, sy ga bs berenang tp pgn nyobain beginian hehe. Baca tulisannya jd ikut ngebayangin deh, Eh tpi hebat juga ya berani bawa anak yg masih kecil2 😊 skrg apapun dimudahkan dgn aplikasi travel ya, gak ky jaman dulu. Blm pernah sih pake traveloka, Next time klo ada kesempatan liburan ke luar daerah mau juga coba app ini 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. recomended banget traveloka ini dan ini review jujur kak. Terbantukan dan infonya juga super lengkap, coba deh kak jalan jalan ke aceh, banyak hal baru dan suasananya juga tentram.

      Hapus
  2. Seru sekali, enakya liburan bareng keluargaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget dear, banyak banget seninya.

      Hapus
  3. Seru ya jalan-jalannya. Eh, tapi itu serius lorong stunaminya serem amat keliatannya. Aduh, jadi bayangin bencana stunami aceh kmrn. Heu. Btw, mie acehnya enak banget keliatannya. Bikin laper buka jam segini. Hehe

    BalasHapus
  4. mbaaa, itu tiket segitu ternyata nggak mahal juga ya. aku ngebayangin kalo ke aceh tuh mahal. kalau 2juta ++ buat sekeluarga mah masih masuk akal. jadi pengen juga huhuhu. ngelist dulu ah di trip wishlist haha

    BalasHapus
  5. aceh..dari dulu belum kesampaian ke sini
    apalagi sejak ada museum tsunami dan sejumlah peninggalan dari bencana tsunami pengin liat langsung
    btw..gayanya santai banget mba
    tapi tetap cantik dan fresh meski bawa dua anak

    BalasHapus
  6. Mbak aku malah baru tahu ada muesum Tsunami lho. Makasih ya infonya. Moga2 bisa jg nih pelesir ke Banda Aceh, mungkin jg lanjut ke Sabang. Pas ya mbak waktu itu ada pameran 13 th Tsunami. Hal2 kyk gtu emang perlu diperingati supaya kita lbh aware lg akan bencana alam, plus tentu aja mengingat akan kematian tfs

    BalasHapus
  7. Pengen juga sih suatu saat jalan2 ke sana, lihat bekas2 tsunami yg menghebohkan dunia waktu itu. Hmmm... Sepertinya seru nih!

    BalasHapus
  8. Hebat mba bawa anak kecil bisa cukup satu koper besar buat rame2. Pengen bisa ke aceh liat museum tsunami dan ngerasain sensasi mie aceh di acehnya langsung pasti lebih sedapp

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah nih ke Aceh, seru banget liburannya. Yang penasaran bagi saya nih karena seringnya lihat di media cetak atau elektronik saja, museum Tsunami itu bagus banget ya mbak. Dan yang pasti selain itu juga mau nyobain kulinerannya dong... Kupi Aceh bikin penasaran juga sih

    BalasHapus
  10. aku uda lamaaaaa banget pengen ke ujungnya Indonesia ini... cuma kalo dari Surabaya apalagi kalo berangkatnya aja tiketnya segitu jadi kudu nabung pake banget... smoga kapan2 bisa jalan2 dimari juga yaa... aamiin

    BalasHapus
  11. Wah...buat berempat ke Sabang cuma 2juta+++? Lumayan murah ya Mbak, bisa nih diajukan proposalnya ke Pak suami buat liburan keluarga ke Sabang.😊

    BalasHapus
  12. Kalau saya sebelum memutuskan untuk jalan jauh bikin list juga mbak, tapi sandal gak masuk dalam list sih. Bisa buat tambahan list juga nih, soalnya kadang saya jg pernah bingung mau pakai apaan saat mau ambil wudu ketika masih d perjalanan, padahal pakai sepatu. Terpaksa sepatu jadi basah.
    Lumayan murah ya tiket ke Aceh, pengen ke sana buat lihat masjid yg berdiri gagah saat Tsunami melanda

    BalasHapus
  13. wah museum tsunaminya keren banget, jadi pengen melancong ke aceh jugaaaa. Dan mie acehnya itu, ya ampun menggiurkan banget yaaaaa

    BalasHapus
  14. Penasaran deh, kepengen juga jalan-jalan ke Banda Aceh. Kayanya asik dan seru, tapi untuk orang awam yang belum pernah sama sekali ke sana mungkin akan membingungkan ya. Senangnya sudah baca artikel ini.

    BalasHapus
  15. Sabang adalah kota yang pertama kali disebut ketika kami belajar waktu sekolah dasar. Dari Sabang Sampai Maraoke. Hehe.. senang sekali membaca cerita perjalanan demi perjalanan. Traveling ke berbagai wisata. Traveloka aplikasi Perjalanan jaman now yang sangat memudahkan Traveller seperti kita. Berbagai festure dan kemudahan membuat para Traveller merasa nyaman. Menurut saya setiap Perjalanan harus memiliki nilai tersendiri (value) yang mahal harga nya dan tidak dapat di beli dengan uang. Semoga mbak sekeluarga merasa lebih banyak bahagia dan bersyukur setelah Traveling. Mungkin itu Value nya.

    BalasHapus
  16. Mbaaak... aku jadi kangen Aceeeh.. hahahaha... tahun ini enggak balik ke Aceh.. hmm.. mudah-mudahan segera bisa ke sana lagi.

    BalasHapus
  17. Keren mbak bisa menjalani LDM, saya jangankan LDM, ditinggal buka puasa diluar atau dinas keluar kota aja kadang manyun. Hahaha. Dan bahas aceh, aku pengen sebenernya kesana, tapi takut ya, soalnya jaman jaman gam gitu kan kayaknya banyak konflik. Apa sekarang sudah aman mbak ?

    BalasHapus
  18. Belum pernah ke Aceh dan pengen banget kesanaaa, semoga kesampaian ya Allah.
    Mupeng banget sama mie aceh yang beneran dibikin di sana dan tentu saja sebagai penyuka kopi, i should drink coffee there 😍

    BalasHapus
  19. Wahh.. Aceh, dari dulu pengen banget kesana tapi belom kesmpean. Selama ini cuma denger dari cerita temen2 yang memang asli sana dan banyak main ke asrama Aceh waktu kuliah di Jogja dulu. Semoga suatu hri nanti bis berkunjung ke Aceh.

    BalasHapus
  20. Saya belum pernah ke aceh, baca tulisan ini jadi pengen terbang ke aceh nyobain mie aceh 😁.

    BalasHapus
  21. Seruuu banget mbak! Aku bookmark ya. Siapa tau ada rezeki kesana hihi. Paling pengen ke museumnya dan makan mie aceh langsung di Aceh.

    BalasHapus
  22. Ya ampun. Aku jadi pengen liburan. Sekarang udah enak ya. Ada gocar di mana2, sampai Banda Aceh juga ada, jadi memudahkan kalau mau city tour.

    Btw booking pay at hotel ini jadi enak babget. Ga harus musingin bayar duluan. Terobosan keren dari Traveloka

    BalasHapus

© Natrarahmani
Maira Gall