Sabtu, 23 Maret 2019

TENTANG BELAJAR REHAT SEJENAK

"Sebuah pengingat di kala saya lupa.
Sebuah pelajaran yang bisa saya ambil.
Bahwa untuk dapat berlari kencang, perlu mundur beberapa langkah.
Seperti busur panah. Menarik ke belakang untuk melesat jauh kedepan". 


DUA HARI LALU, 22 MARET

Adalah dimana saya merasa teramat capek. Seluruh energi terkuras secara fisik dan mental.
Saya kelimpungan menghadapi dua anak yang jaraknya tidak terlampau jauh.
Yang sama sama demanding, sama sama belajar emosi, sama sama menuntut bahwa Ibu hanya punya mereka.
Saya yang saat itu banyak 'project' baik buat Amelie yang sebentar lagi ada fashion show maupun ambisi saya sendiri. Terlalu banyak kerjaan yang harus diselesaikan padahal sudah di list ini itu.
Tapi saat itu, saya merasa sesak napas. Saya rindu kepada suami yang jauh disana sementara saya sedang mencoba menahan emosi.
Akhirnya semua tumpah. Saya menulis jurnal sembari menitikkan air mata dalam diam.
Saya terisak berkali kali.
Badan saya tidak punya tenaga lagi. Saya hanya diam sembari menatap dua anak yang sedang main air.

Sebuah titik dimana saya merasa mental breakdown. Saya tumpahkan semua di jurnal dan curhat ke pak suami.
Seperti biasa, pak suami selalu mendengarkan segala keluh kesah saya.
Saya bertanya ke dia sambil menangis "Apa ibu ada salah? Ibu takut ada yang miss sama Ibu makanya anak anak demanding begini. Ibu capek sebadan badan "

Jawaban pak suami "Ibu nggak salah.Anak anak nggak salah. Ini memang masa mereka belajar. Mereka hanya rindu Ibunya. Rindu ibu yang nggak selalu mikirin kerjaan.Nanti ayah pulang, ibu istirahat ya.Biar ayah yang jagain anak anak"
Perkataan itu menohok saya dalam. 
Saat malam sehabis menidurkan anak, saya berpikir dalam gelap. 
Saya butuh rehat sejenak.

BELAJAR REHAT SEJENAK

Suami pernah ngomong waktu saya sudah mulai terlalu sering menulis, "Apa yang mau dikejar? Atur waktumu. Sisipkan waktu untuk istirahat. Dulu sebelum kegiatan blog ini, bebi terbiasa tidur cepat. Kenapa nggak dilakuin lagi. Sesekali"

Sempat waktu suami ngomong gini, hati membantah. Tapi ternyata aku tipikal yang harus 'kena batu' nya dulu baru paham. Ternyata semua sesak napas dan kelelahan ini, karena aku tidak memberikan diri aku rehat sejenak dalam waktu lama. Sekedar menatap pepohonan atau bercengkrama dengan anak tanpa harus berpikir ini itu di kepala. Just take it slow. Inhale exhale.

Kemarin siang, berbekal ijin suami dengan impulsif nya saya keluar mengajak anak saya yang paling kecil. Sebelumnya saya meminta iin juga ke Aidan. Pergi ke toko buku dan melihat lihat deretan buku. Mata saya happy dan memboyong satu buku yang sudah lamasaya incar. Saya sempatkan minum kopi dan bermain sama anak saya sembari melihat sekeliling selama satu jam. Bahwa ternyata saya rindu seperti ini. Keluar dari 'rutinitas' yang seakan tak ada habisnya. Mengendurkan sedikit kelelahan saya dan pulang karena rindu sama Aidan yang saya titip ke mertua. 

Saya mengukuhkan janji untuk lebih perlahan dimulai saat suami pulang nanti. Untuk quality time.Untuk tidak sering memegang gadget, being present. Belajar tidak semua harus dilakukan dalam satu waktu. Tidak ada yang salah jika libur sejenak. Untuk kembali mengenal dirimu. Untuk lebih bonding dengan anak dan suamimu. Untuk memahami bahwa hidup harus dinikmati.

SEBUAH SURAT CINTA BUAT PARA IBU


Setiap ibu, siapapun itu baik ibu rumah tangga maupun ibu pekerja butuh waktu istirahat.
Sekedar bernapas perlahan tanpa buru buru mengerjakan tugas. 
Sekedar meregangkan kaki tanpa takut di judge ibu yang pemalas.
Sekedar memandang ke luar untuk tahu bahwa hidup patut disyukuri  apa adanya.
Pandangi anakmu, bahwa terkadang dia butuh Ibunya dibalik peran superhero yang kau sandang. 
 
Bu, sudah terlalu sering kamu berjuang. Tenangkan hati.
Kamu gak harus selalu terlihat kuat.
Semua gak harus terjadi sesuai rencana. Yang kamu takutkan belum tentu terjadi
Rehat sejenak, lepaskan bebanmu.
Bu,tumpahkan semua. Tumpahkan segala gundahmu. 
Dengan isak tangis. Kamu perlu itu.
Bahwa sesekali menangis adalah manusiawi .Kamu bukan robot.
Tidak perlu takut mengeluh saat kamu capek. Kamu perlu itu. Perlu didengarkan.
Anakmu butuh ibu yang bahagia. Butuh ibu yang bermain bersama mereka. Kamu dan mereka butuh tertawa bersama.

Kesampingkan sebentar segala macam ambisi mu.
Bonding sebentar bersama keluarga.
Kamu tidak akan ketinggalan apa apa. 
Jangan takut tidak akan melesat berlari jika ketinggalan beberapa langkah. 
Yakinlah , setelah semua itu kamu akan mendapat energi dan perspektif baru. 
Bahwa hidup terkadang harus dilalui perlahan, dibalik hingar bingar mimpi untuk dikejar.
Kamu tidak sendiri Bu.
Istirahatlah sejenak.
Kamu butuh itu.
Tidak apa, besok kita coba lagi mengejar mimpi.




Minggu, 17 Maret 2019

REVIEW L'OREAL PARIS VOLUMINOUS LASH PARADISE

review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman

Pencarian mascara yang pas di hati seperti mencari belahan jiwa. Saat ini aku masih setia menggunakan Maybelline Hypercurl Volum Epress Cat Eye Mascara karena seampuh itu membuat lentik ala romantic look gitu. Pada akhir tahun lalu, aku  diracuni sama temen aku untuk coba L'oreal Paris Voluminous Lash Paradise.

This mascara is so hype and everybody loves it. Karena tergiur dengan klaim menebalkan dan memberikan efek ‘lash extension’ aku pun membeli produk ini pas Sale di Shopee. Apakah mascara ini beneran worth it ? Bisa menggeser mascara favorit aku? Yuk kita kenalan dengan mascara ini.

L’OREAL PARIS VOLUMINOUS LASH PARADISE
review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman

Take your lashes to paradise with voluptuous volume & intense length. Soft wavy bristle brush holds the maximum amount of formula. 200+ bristles catch every lash for a dramatic volumizing effect. Silky smooth formula glides on evenly and easily. This volumizing and lengthening mascara delivers a full lash fringe that’s feathery soft. No flaking. No smudging. No clumping. Waterproof Mascara. Women agreed: 3 out of 4* women saw volume & length, 90%* said it doesn’t flake, 95%* said it lasts all day.

Klaim : Untuk bulu mata bervolume, panjang, tahan air, dan sehalus bulu

Tersedia dua shade : 203 Black & 204 Blackest Black.


PRODUCT INFO

Brand : L’oreal Paris

Product : Voluminous Lash Paradise

Netto : 7,5g

No BPOM : NE51171207910

Produce by : L’oreal USA Products, Inc.

Price : Rp 145.000

Where to Buy : Shopee, Lazada, Online Shop, Offline Stores, Guardians.

Website : www.loreal-paris.co.id



PACKAGING

review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman

L' oreal Paris Voluminous Lash Paradise ini terdapat box platsik bening lumayan tebal. Modelnya  persegi panjang berwarna senada dengan tube mascara nya sendiri yaitu Rose Gold. Shade yang aku pilih adalah 204 Blackest Black (Noir Profound). Pada bagian depan terdapat informasi keunggulan mascara, foto hasil pemakaian, nama produk, jenis shade, no BPOM,  expired date, tempat produksi dan distribusi. Yang dari depan box tampak tube mascara nya sendiri. Pada bagian belakang terdapat bahasa Inggris dan Prancis tentang informasi klaim, full list ingredients, barcode, dan informasi brand.  

Packaging mascara nya sendiri berbentuk tube lurus dengan warna rose gold. Warnanya cantik dan ini salah satu poin plusnya. Buat dipake foto produk dia doank cantik banget atau jadi prop pemanis dia dapet.  Terdapat nama produk di bagian body tube dan juga peringatan pemakaian. Bagian tengah terdapat list warna gold dengan nama brand. Bagian bawah terdapat nama shade beserta stiker sesuai warna shade nya, Tutupnya secure.

BRUSH 
review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman

Aplikatornya sendiri cukup unik karena terdiri barisan bulu yang rapet dan cukup lentur. Terdapat cekungan di bagian tengahnya jadi terbagi antara brush panjang dan brush pendek yang gunanya mencapai bulu mata terdalam sehingga sekali poles langsung lentik.  Brushnya sendiri cukup lembut ketika disentuh  yang terdiri dari 200 barisan bulu yang ultra-sensorial jadi bakal ‘meluk’ bulu mata. Pegangan aplikatornya cukup kokoh. Karena ramping jadi bakal stay pas diaplikasikan kalo menurutku. 

FORMULA (TEXTURE AND SCENT) 
review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman

Super silky formula dan lancar sekali pemakaiannya dalam sekali pulas. Testurnya creamy lumayan padat dan cepat mengering. Jadi disarankan kalo mau pake dalam gerakan cepat biarpun kalo mau dipake beberapa layer dia gak flaky dan clumpy sih.  Karena saking ‘halus’ formula nya ngaruh ke bulu mata jadi emang lembut dan lebih banyak bulu matanya.  Wanginya kayak chemical gitu tapi nggak nyengat, jadi dalam taraf nyaman.

PERFORMA


review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman
Jujur aku cinta berat dengan packagingnya. Poin plus Warna rose gold selalu menarik minatku dan tube nya juga enak dipegang. Eye-catching kali kalo jadi prop foto produk. Sangat travel friendly jadi enak dibawa berpergian. 

Saat pertama kali aku pakai, aku mengakui bahwa dia membuat bulu mata instan panjang dan tebal dalam sekali usapan saja. Tidak seperti mascara yang lain yang awalnya ‘basah’, mascara ini cepat sekali mengeringnya. Saat aku sentuh bulu mata yang udah diaplikasikan mascara ini, gak kaku dan emang lembut. Gak clumpy, gak flaky . Dramatis kali emang hasilnya dari bulu mata aku yang botak dan tipis kali, jadi kelihatan lebih bervolume dan panjang. Jadi aku approve sama claim nya. 

Kalo mau di layer ya sah sah aja, tapi dalam gerakan cepat. Karena ya seperti aku bilang dia cepat sekali mengeringnya. Maskara ini  gak smudging jadi nggak takut meleber kemana mana. Ini shade blackest black biarpun kalo di aku sendiri gak hitam banget.

Warna nya masih taraf wajar biarpun penasaran gimana lagi shade yang Black nya. Karena yang shade Blackest Black ini hitamnya gak kebangetan sih. Khusus brushnya emang nampol mengangkat bulu mata yang loyo dalam one coat. Jadi brush nya ini rapat rapat dan pas 'memeluk' bulu mata bahkan sampe area mata bagian yang sulit dijangkau. Nah khusus bulu mata bagian bawah sama aku masih peer banget karena belom bisa bikin lentik. Harus belajar lagi sih aku.

Kalo aku pemakaiannya ambil sewajarnya dengan ‘kelebihan’ mascaranya aku oleskan di mulut tube nya, jadi  rapih dan nggak meleber.

CONCLUSION 

review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman
Apakah memang memanjangkan? Oh iya jelas Loreal Paris Voluminous Lash Paradise ini  gak tipu tipu langsung ‘ngangkat' dalam sekali usapan. No wonder kawan aku repurchase dan nyetok dirumahnya.

Apakah memang menebalkan? Ini terbukti benar. Bisa kelihatan bulu mata aku yang awalnya gak ‘ada’ menjadi cantik seperti pake Lash extension. Gak perlu lagi berarti wishlist aku buat Last extension karena sungguh aku anaknya anti ribet harus menjaga bulu mata tetap stay kalo pake last extension. Jadi ini pilihan jitu.

Apakah memang waterproof? Ya benar, Lash Paradise ini waterproof sahabat. Kena air wudhu atau keringat dia masih stay di tempat.

Susah nggak ngebersihinnya? Menurut aku lumayan susah karena waterproof itu kali ya. Pake micellar water dia nggak ngangkat sama sekali. Cara aku adalah pake cleansing oil terlebih dahulu, kemudian setelah itu sisanya baru pake micellar water. Supaya lebih yakin keangkat semua.

Apakah setara dengan harganya? Menurut aku cukup pricey ya. Tapi tergantung selera juga, buat hasil yang nyata, worth it juga buat dibeli.

Apakah bisa menggantikan mascara favorit aku? Tidak bisa digantikan, tapi bisa disandingkan.  Aku masih lebih suka hasil dari Maybelline Hypercurl Cat Eyes Mascara karena formula nya agak ‘basah’ dan gaya lentiknya sesuai yang aku mau.  Seperti lentik ala Barbie gitu kalo pake Maybelline.  Khusus Lash Paradise ini performa menebalkan dan dramatis memanjangkan patut diacungi jempol. Dan bikin kita cinta hasilnya yang seperti ‘Last extention’ itu. Pantesan banyak sekali yang memuja mascara satu ini. Termasuk aku juga sih.

review-l'oreal-paris-voluminous-lash-paradise-natrarahman

PROS
(+) Menebalkan dan memanjangkan the best. Seperti pake last exention
(+) No Clumping
(+) No Flaking
(+) No Smudging
(+) Packagingnya minimalis tapi sangat cantik
(+) Brush rapet dan presisi
(+) Travel Friendly
(+) Bulu matanggak kaku danlembut saat disentuh.

CONS
(-) Little bit pricey
(-) cepat sekali mengering saat digunakan. Jadi pemakaian harus cepat juga.
 
L'OREALPARIS LASH PARADISE
www.loreal-paris.co.id

TERUNTUK KAMU, SINCERELY.





"Kenapa sih Tha mau sama bang Fandi?"


Pertanyaan ini sering sekali terlontar saat aku memutuskan menikah bahkan awal pacaran pun. Menurut orang dan selalu dipandang sebelah mata karena tak rupawan, tak banyak uang, dan pembawaan sederhana. Berbanding terbalik dengan aku dan pasti nggak bakal bertahan lama.  Keraguan datang dari sahabat, kenalan, bahkan keluarga sendiri.

Sini yuk aku ajak jalan jalan di masa beberapa tahun yang silam.

12 TAHUN LALU, AGUSTUS 2007

Perkenalkan aku Atha. Perempuan yang tak bisa diatur, senang berjalan, dan senang mencari hal baru. Saat itu sudah putus dari pacar SMA dengan alasan bosan. Ya dulu memang aku sekeji itu. Dan aku tidak merasa bersalah karenanya. Dengan kuliah di Bandung, aku merasa semangat biarpun itu pertama kali seumur hidup aku sangat jauh dirumah dan nggak punya siapa siapa di kota ini.




Perkenalkan namanya Fandi. Pertama kali aku melihatnya saat baris berbaris perkenalan ospek kampus. Saat itu dia salah satu panitia/kakak ospek dan pas sekali sedang berdiri di barisanku. Rambutnya kribo dengan perawakan urakan dan seperti tak perduli dengan siapapun. Disitu, aku terpaku."Seperti kenal" pikirku saat itu. Dan seperti tak bisa melepaskan pandangan. Yang dari dulu aku anti sekali menjadi perempuan seperti itu. Ini aneh.

Perjumpaan pertama kami sangat aku ingat. Malam hari selepas perkenalan anggota di komunitas teater, aku duduk bersama abang angkatan.Yang memang juga bagian dari komunitas itu. Lewatlah lelaki ini. Sweater abu abu, celana jeans robek, sneaker yang sudah usang, dan dengan tampang yang sama. Cuek dengan sekitar.


Akupun tergerak dan berbisik ke abang angkatan, apakah kenal dengan lelaki itu. Diapun memanggil yang ternyata memang kami satu sekolah Al Azhar Medan. Pantesan aku ngerasa ingat, ternyata pernah melihat saat ospek SMA. Padahal aku termasuk orang yang pelupa loh biarpun pernah ketemu. Bahkan sampe sekarang ketemu sama orang aja kalo baru satu kali pasti lupa. Aneh bagian kedua

Berkenalanlah kami dan bertukar nomor handphone. Pertemuan singkat dan hanya sebatas percakapan abang dan adek kelas .Esok malamnya aku melihat dia di bawah pohon bersama panitia ospek lain. Dan terbersit sms duluan. Aneh bagian ketiga. Aku bukan tipikal yang make a move duluan.

Balasan pun berlanjut selama dua minggu kami pdkt. Saat pdkt itu pas banget awal bulan puasa, dan hanya dia yang tahan dengerin aku cerita berjam jam. Padahal kalo laki laki lain mungkin ngeliat cewek banyak cakap udah langsung kabur duluan. Dan ntah kenapa juga aku bisa segamblang itu banyak cerita ke orang baru. Ini aneh bagian keempat. Pdkt kami hanya sebatas di kampus dan makan di dekat kosan aku sambil diantar pulang berjalan kaki. Dulu bandung sangat enak cuacanya untuk sekedar berjalan kaki.

MALAM MINGGU, 15 SEPTEMBER 2007


Sore hari, si bang fandi (dulu aku panggilnya abang loh) tetiba mengajak jalan nanti malam. Aku termasuk orang yang curigaan dan nanya mau kemana diajak. Secara anak baru di lingkungan baru pulak. Ya pasti takut lah. Dia nggak jawab, yang penting percaya dan ikut aja katanya. Akupun mengiyakan. 

Jam 7 malam, datanglah vespa biru didepan kostan menjemput aku. Bandung saat itu rame dan selalu dingin. Aku sudah menyiapkan jaket. Ternyata jalanan makin menanjak dan makin sepi. Ternyata aku diajak ke Bukit Bintang. Tanah lapang di atas perbukitan yang bisa melihat sekuruh kota Bandung dalam gelap. Cantik sekali dan dingin pulak. Hahaha. Lama kami mengobrol dan akhirnya he asking me to be his girlfriend. Tentu aku mengundur sampai besok karena ya nggak mau kelihatan mau banget.
Esoknya di kampus, aku mengajak bertemu di bawah pohon rindang. Kuutarakan bahwa aku pun bersedia dan kami pun bersalaman. Apaan kalo dipikir pikir juga ngapain salaman dan masing masing langsung pake earphone dengerin musik  sambil senyum senyum curi curi pandang. Menutupi rasa gugup kami berdua. Saat itu aku ingat dengerin lagu Muse .Resmilah 16 Sept 2007 sebagai tanggal jadian kami. 

BAGAI BUMI DAN LANGIT

Kami dua orang yang sangat berbeda. 
Bagai bumi dan langit. 
Dia yang sangat terstruktur, bertemu dengan aku yang impulsif. 
Dia yang senang mendem di rumah, bertemu aku yang energi tersalurkan di luar ruangan. 
Dia yang suka dengan teh manis, bertemu aku yang penyuka kopi.
Dia penyuka musik blues, bertemu aku yang senangnya jazz.
Dia yang suka nya superman, sementara aku penyuka batman.
Dia yang terlampau cuek, bertemu aku yang demanding.
Dia yang tak peka awalnya , bertemu aku yang keras kepala.
Dia yang tak mau di kekang, bertemu aku yang senang mengatur.
Dia yang moody-an, bertemu aku yang sensitif. 


Lalu apa lagi yang harus dipertahankan? Jikalau dia dan aku berbeda. Pasti pertanyaan itu terbersit di kepala setiap orang. Dengan ego yang sama sama besar dan dua orang yang menuntut sama sama mengerti.  Mungkin kalian juga berpikiran sama dengan yang lain :  Kok bisa sampai sejauh ini?
 
Ada beratus pertengkaran untuk mencari jalan tengah dan menyatukan perbedaan sifat. 
Ada beribu kompromi untuk merenung dan memahami pribadi masing masing. 
Ada beratusribu jam yang dihabiskan untuk kami bercerita tentang mimpi kami dan tentang keluarga masing masing.
Ada beratus film yang kami tonton setiap minggu dan tertawa bersama.
Ada beribu lagu yang didengar bersama dan bersenandung.
Ada beratus landmark kota dan sudut Bandung tempat saksi langkah kami berdua.
Ada beribu kopi untuk kami bercerita tentang masa lampau dan hari yang akan datang.
Ada berjuta helaan napas untuk kita saling diam dan saling menggenggam.
Ada beratus tangis untuk kami saling bertahan ditengah beberapa orang yang tak mau kami bersatu. Ada berkilometer jauhnya perjalanan kami untuk tahu bahwa ami memang ingin bersama. 
Hanya dia yang tahu rahasia terdalam dan mampu menerimaku.

Ada satu titik balik yang mengukuhkan kami untuk bertahan terhadap apapun dan meyakini keluarga masing masing bahwa kami memang nyata adanya. Setelah perjalan 7,5 tahun pacaran , Tanggal 13 Februari 2005  akhirnya kami mengikat janji untuk hidup bersama. 

DIA ADALAH BUMIKU

Mungkin terdengar klise dan terlalu melankolis.

Aku adalah orang yang terlalu banyak mimpi, terlalu grasak grusuk dalam melangkah, terlalu positif sama sesuatu sampai sampai bisa nggak kelihatan bahaya di depan mata. Terlalu baik sama orang yang terkadang sering sekali dimanfaatkan dan disakiti. 


Ada dia yang menjadi tempatku berpijak untuk sekedar mengambil napas.
Ada dia, tempatku untuk berjalan perlahan dan melihat sudah sejauh mana aku berlari mengejar mimpi. 
Ada dia, dikala aku terhempas dari ketinggian dengan kecepatan kencang,  yang menangkapku sehingga aku merasa aman dan nyaman. 
Ada dia teman travelling yang seru sekali dan lelaki pandai yang pernah aku temui. Tak bosan bercerita dengan dia bahkan berjam jam.
Ada dia yang sangat mengerti yang aku perlukan bahkan saat aku bisa menutupi semuanya dalam senyum. Dengan satu kata "ceritalah" kemudian aku tumpahkan gundahku dalam tangis.
Ada dia yang rela menjadi safe net ku, dikala hidupku beberapa tahun silam sangat kelam dan harus berjuang.
Ada dia, yang selalu membuatku tertawa dan meyakini bahwa hidup memang terkadang harus ditertawakan. Tak perlu serius.
Ada dia lelaki yang apa adanya, yang tak pandai merangkai kata dan tak pandai memberi kejutan, yang selalu mampu membuatku percaya bahwa "ini sudah lebih dari cukup, aku hanya mau dia"
 

Semoga kamu tetap seperti itu. Sampai hanya tinggal kita berdua dirumah menunggu anak anak dan rambut memutih bersama. 

Teruntuk kamu, Bumiku. Sincerely.


 
 




© Natrarahmani
Maira Gall