Rabu, 30 Mei 2018

SECOND GATHERING MEDAN BEAUTY BLOGGER


Kemaren tepatnya tanggal 29 Mei 2018, Medan Beauty Blogger mengadakan Gathering dan intimate workshop kepada para member. Medan beauty blogger adalah komunitas para beauty blogger yang berbasis di Medan dan sama sama mempunyai passion dalam menulis. Tidak hanya itu MBB juga bersama sama membangun dan merangkul para blogger yang ingin belajar untuk menghasilkan blog yang google-worthy. Dalam artian blog organik yang menarik minat pembaca dan bermanfaat bagi yang membacanya.


Sejujurnya ini adalah pertemuan pertama saya dengan para member, karena gathering yang pertama yang diadakan di Warung Sambalan Jalan Halat saya berhalangan hadir dikarenakan ada prioritas lain. Sempat deg degan karena cuman saya yang bawa baby dan sudah mewanti wanti kepada member lain jika sang baby nanti agak 'bersuara'. Alhamdulillah member saling support dan memberikan keleluasaan aku untuk ikut belajar bersama. Kak Amelia Pratami atau yang disapa kak Amel yang pertama kali saya jumpa dan langsung nge-klik. Langsung berasa akrab dan baik banget orangnya. Acara ini dihadiri oleh 8 orang dan semuanya ikut andil dalam diskusi yang hangat dan intim. Iya emang tau kan kalo beberapa cewek yang punya passion yang sama jadinya ceritanya nyambung. :D


Gathering kali ini tidak hanya sekedar berkenalan tapi juga membuka workshop tentang bagaimana mempercantik blog dan belajar bagaimana menjadi beauty blogger yang baik. Pembicara di acara ini adalah founder dari medan Beauty Blogger sendiri yaitu Nesya yang sudah dikenal sebagai Lifestyle &Beauty Blogger di Medan.  Ilmu yang diberikan begitu banyak dan dijelaskan step-by-step. Tema yang diangkat adalah bagaimana kiat review produk yang baik bagi seorang beauty blogger. Nesya sendiri memaparkan dengan ringan dan penuturannya dapat kita praktekkan langsung. Makanya para member diharapkan membawa laptop sendiri untuk langsung belajar kepada yang sudah berpengalaman seperti dua founder yang lain yaitu kak Amelie Pratami dan Kak Ririn Wandes.

Berikut adalah Tips yang dipaparkan oleh Nesya untuk menulis review produk yang baik :
  1.  Packaging.Menjelaskan bagaimana kemasan dari suatu produk. Mulai dari tampak depan, tampak samping, tampak kanan dan kiri. Cari tahu apa yang membuat kita suka dengan kemasannya. Karena memang first Impression suatu produk itu penting. Ini berpengaruh loh. Karena dimana mana kita jika ingin membeli suatu produk pasti ngeliat kemasan atau packaging luarnya kan. Terdiri dari berat, warna, bentuk, dan juga harga.
  2. Ingredients. Apa sajakah bahan yang terkandung dari produk tersebut. Penting untuk mengenal dan mencari tahu produk yang kita pakai. Jadi kita sendiri maupun pembaca sama sama belajar untuk lebih memahami kandungan produk. Gak asal sembarangan pake kan jadinya. Karena memang ada beberapa bahan gak cocok untuk tipe kulit tertentu.
  3. Tekstur. Nah suatu produk itu bisa dijelaskan bagaimana teksturnya. Pembaca ingin tau bentuk dari tekstur suatu produk. makanya penting kita jelaskan beserta poto untuk mendukung penjelasan tentang tekstur ini. Karena setiap produk bermacam macam bentuknya ada yang cair, lengket, keras, jelly ataupun bubuk
  4. Klaim produk. suatu produk biasanya memaparkan klaim di bagian kemasan atau di media sosial mereka. Kita turut mencantumkan klaim ini untuk memberikan info kepda para pembaca.
  5. Pemakaian dan Hasil. Nesya menjelaskan perbedaan antara first impression dan pemakaian rutin. First impression adalah pemakaian pertama yang kita rasa atau efek pada penggunaan pertama kali. Nah pembaca biasanya juga ingin mengetahui bagaimana hasil pemakaian jangka panjang apakah memang efeknya sesuai dengan kalim dari produk. Disini juga harus dicoba dan menjelaskan detail cara pemakaiannya. 
  6. Pro and Cons. Ini adalah personal opinion dari kita sebagai penulis. Karena pembaca ingin mengetahui bagaimana pengalaman kita dari penggunaan produk tersebut.
  7. Info bagaimana mendapatkan produk tersebut. Bisa mencamtumkan website, akun instagram, atau e-commerce dari brand.
Semua terlihat bersemangat dan diskusi pun tercipta antara member yang hadir pada sore itu. bener bener intimate gathering dan sekaligus memberikan ilmu yang bermanfaat. Terima kasih Medan Beauty Blogger dan tunggu next gathering kita ya.


MEDAN BEAUTY BLOGGER
Passionate about beauty & writing
Join our community : @medanbeautyblogger

Senin, 28 Mei 2018

JUNCTION CAFE : URBAN CAFE BARU DI KOTA MEDAN

Junction-cafe-medan

Mendatangi cafe dan tempat baru seperti angin segar di tengah rutinitas harian yang tidak ada habisnya. 24 jam rasanya tak cukup untuk melakukan semua pekerjaan. Jadi mengulik cafe atau tempat baru itu semacam ruang waktu bagi saya, jadi keluar dari zona nyaman dan serasa waktu itu berhenti sejenak. Pilihan saya kali ini adalah Junction cafe yang terletak di jantung kota Medan. Tepatnya di Jalan Uskup Agung nomor 2.

junction-cafe-medan-sukup-agung

Junction ini tempatnya paling ujung di jalan uskup agung dan tempatnya dipersimpangan hang tuah. Penunjuk tempatnya sendiri adalah Chrome berwarna emas. Junction ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Junction cafe,, Louise Patisserie, dan Coffee Perspective. Semua terhubung di satu bangunan yang besar dan didominasi cat putih. Jadi semua yang kamu cari sebenarnya udah ada disini mulai dari bakery, coffee shop, dan restaurant/cafe.

junction-cafe-medan
Saat pertama kali masuk kesini, sudah disuguhkan dengan pintu kaca besar bergagang kayu.  Interior didalamnya penggabungan dari chrome berwarna emas, hijau tanaman, cat berwarna putih, dan deretan kursi dan meja kayu bercat putih. Aku salah fokus dan cinta banget sama tanamannya karena serba monstera. Dan ini wish list tanaman aku sih buat dirumah puri, secara harganya yang agak mahal tapi manfaatnya dahsyat. Monstera adalah tanaman indoor maupun outdoor yang mengahsilkan oksigen yang tinggi. Lah kenapa bahas tanaman. Oke next.
deretan monsteranya. aku demen.

Tak ketinggalan ada sentuhan kuning lemon yang menambah percikan segar untuk urban cafe seperti Junction ini. Bar nya terdapat di tengah atau center area. Di bagian Kiri ada sisi untuk bakery shop yaitu Louise Patisserie. Biarpun spotnya kecil tapi ditata apik dengan deretan roti dan cake yang menggugah selera. Karena saya seringnya ninggalin si abang dirumah jikalau sedang berpergian (ketika suami juga jauh kerja), saya selalu membawa oleh oleh buat Aidan. Seperti ibunya, aidan pun senang ngemil. Dan Louise ini apik bener ditata disini. Gak perlu jauh lagi kalau beli roti. All in one place. Terdapat juga lantai dua untuk sisi cafe lainnya. Bener bener cozy hangout spot di Medan.


Untuk sisi luarnya terdapat beberapa deretan bangku dan tanaman monstera yang tertata rapi. Ditambah sulur daun menjalar dari atap.Beneran loh area luar ini cantik banget dan asri. Semacam oase ditengah kota Medan yang susah banget area hijaunya. Nah untuk  coffee shop nya sendiri punya bangunan khusus disamping bangunan utama Junction ini. Kebanyakan yang kesana aku liat para pekerja atau anak kuliah untuk group meeting karena areanya cozy dan gak bising. Setiap sudut di Junction ini instagramable dalam artian cantik untuk foto foto.

Space nya lumayan besar dan Junction punya private spot sendiri kalau kita pengen hangout untuk group besar (lebih dari 10 orang). Menu nya fusion dari Western dan Asia. Sebenarnya aku udah kesini 3 kali, dan berani aku bilang makanan disini rata rata enak biarpun agak pricey. Menu yang paling bikin aku meleleh adalah Rice Gyuyokodon (campuran dari nasi, saus jepang, sunny egg, dan potongan ayam) yang merupakan Chef Recomendation. Mantep jiwa itu saus jepangnya. Tapi kurang banyak kalo sama aku yang busui.Tapi maaf itu aku lupa potokan dan habis karena saking enaknya. Harganya 35 ribu.
Nasi ayam taliwang

Nah selain itu aku pesen Nasi Ayam Taliwang, Ice Thai Tea, Mushroom Oglio Olio Spagetti, dan tentu saja Picollo yang merupakan favourite coffee. Range harga untuk makanan antara 20 - 120 ribu. Disini juga disediakan steak house. Temen aku nyoba dan katanya enak. Untuk beverage nya sendiri range harganya 15 - 40 ribu. Tapi jujur untuk nasi ayam taliwang nya gak begitu nendang sama aku rasanya, biarpun pedesnya mantep.

Kemaren sempat kesini untuk berbuka puasa dan Junction ini menyediakan musola loh. jadi gak usah takut ketinggalan solat. Area kamar mandi dan musola nya di bagian luar dan cukup bersih. Saran saya, untuk pertemuan sama temen yang agak banyak mending reservasi terlebih dahulu.Sampai ketemu di cerita #ibuminumkopi berikutnya ya.



JUNCTION CAFE
Jl. Uksup Agung no.2 (simpang Hang Tuah)
Instagram : Junction Cafe
Open at 10AM

Jumat, 25 Mei 2018

REVIEW NYX POWDER PUFF LIPPIE SHADE COOL INTENTION

Ini beauty haul aku yang pertama dan belinya nitip sahabat yang lagi di JakartaXBeauty 2018 yang diadakan FemaleDaily. Ngeliat insta story dia soal NYX ini dan terbersit langsung di pikiran "Eh ini kok lucu banget warnanya". Tanpa Ba Bi Bu langsung bilang si kawan belikkan satu. Harganya saat itu hanya 85  ribu karena memang lagi bazaar dan pas banget nemu shade yang aku suka.

Sebenarnya lipcream ini nggak masuk wishlist tapi dibeli dengan mendadak karena langsung jatuh cinta dengan warnanya nya. Semua perempuan pasti pernah mengalami seperti aku yang katanya nggak mau lagi beli lipstick karena masih banyak, eh ternyata apa daya sangat menggoda iman dan ngerasa ah warnanya belom ada kok yang itu. Padahal jika di swatch semua lipcream aku hampir mirip warnanya.Tak apa, yang penting ibu senang.

DESKRIPSI


"Powder Puff Lippie - Pucker up and powder your pout! Featuring a pillowy cushion-applicator, NYX Professional Makeup Powder Puff Lippie Powder Lip Cream goes on mousse-y and sets to a powdery-soft finish. Achieve a flush of color in eight vibrant shades - from warm peach to true red, and hot pink to cool plum - for an irresistible, just-kissed look. - Powder Puff Lippie"

NYX Powder Puff Lippie ini didesain khusus bagi pecinta matte lipstick tapi nggak mau yang terlalu 'berat'. Konsistensinya semi matte finish tapi sayangnya nggak transfer proof. Tau kan beberapa matte lipstick yang jatuhnya lengket dan crack di bibir. Seri NYX ini semacam angin segar untuk penggunaan keseharian kamu. Warna warnanya cantik dan masih cocok untuk tone kulit Indonesia. Hasilnya super smooth and blend nya juara dan bisa kita rasakan powdery nya pas nempel ke bibir.

 NYX Powder Puff Lippie ini ngeluarin delapan shade yaitu Best Buds, Cool Intention, Group Love, Moody, Pop Quiz, Puppy Love, Squaad Goal, dan Teenange Dream. Nama shadenya unik ya kayak cintanya kamu sama aku gitu lah. Nah yang punya aku itu shadenya Cool Intention (nude cool brownish). harganya Rp 120.000 bisa dibeli di Counter NYX atau di e-commerce.
 

courtesy : makeup.net



PACKAGING


Packaging dari NYX Powder Puff Lippie ini tube ramping memanjang. Pas digenggaman dan travel friendly alias bisa diselipin ke tas kecil sekalipun. Tidak seperti kebanyakan matte lipcream, packagingnya lebih ramping dan lebih panjang. Yang paling aku demen adalah penutup dari produk ini kuat dan ngeclick. Dalam artian ketika ditutup ada bunyi click-nya yang bikin aman dan gak takut luber kemana mana. Secara bentuk aplikator dari Lipcream ini berbeda dari kebanyakan matte liptick. Soalnya kalo tutupnya nggak kokoh, kan bakal ngerusak produknya juga kan. Karena ada beberapa kasus kalo aku beli lipstick tutupnya kurang luwes jadi tiba tiba suka berceceran sendiri. 


Sesuai dengan namanya, bentuk aplikator dari lipcream ini adalah puff berbentuk bulat berbulu halus. Langsung appy ke bibir dengan cara memencet sedikit tubenya untuk mengeluarkan isi lipcream ini. Kapasitas nya tergantung seberapa kuat kamu mencet si tube nya. Seperti yang aku bilang, aplikatornya tidak seperti kebanyakan matte lipstick yang biasanya punya stick sendiri. Nah dia langsung nyatu sama packagingnya. Makanya penutup yang kokoh jadi penentu ke-hygienisan produk ini. Dan NYX Powder Puff Lippie ini sudah membuktikan sih.

Tapi jujur aplikatornya ini bikin isi produknya nggak ngikutin garis bibir, jadi semacam agak meluber. Untuk mau tampilan lebih rapi aku saranin pake lip liner dahulu baru apply produk ini ya.

TEKSTUR

Tesktur dari lipcream ini adalah powder mouse-like formula. Nggak cair banget tapi nggak kental banget. Just like a dream, karena memang seringan itu. Kalau di lihat memang kayak lipcream kebanyakan, tapi begitu di apply ke bibir, maka teksturnya langsung powdery.  Pigmentasinya sangat cantik menurut aku dan easy to glide. Yang punya aku ini shade Cool Intention, dan cocok buat warmer skin tone. Untuk kulit Indonesia ini sangat cantik hasilnya dan natural tone colour.

Untuk scent-nya ada coconut samar, gak ganggu sama sekali malah bikin makin centil karena wanginya yang lembut. Tidak mengandung fragrance yang menganggu.

HASIL

Sejujurnya aku gak pasang ekspektasi tinggi untuk lipcream ini, hanya tergoda dengan warnanya yang aku banget. Saat pakai pertama kali, langsung melekat ke bibir. Aku langsung suka dan memang terasa soft powdery nya. Gak berat ke bibir dan tampilannya semi matte finish. Eits yang juaranya , lippie  cukup long lasting menurut aku. Padahal hanya satu kali swatch dan warnanya udah nempel bagus ke bibir. Gak bikin bibir kering atau crack. Very easy to glide tapi ya itu aplikatornya bikin susah stay di garis bibir. Jadi jatuhnya nggak begitu rapi tapi bisa diakalin kok.

Kalo menurut aku ya pemakainnya lebih baik gak dikatupkan ke dua bibir saat pemakaian jadi wrnanya lebih bold. Karena saking ngeblend dan nyerap ke bibirnya itu. Cukup oleskan kedua sisi bibir tanpa dikatupkan.

Dipake makan dan minum masih kokoh di bibir ini lipcreamnya, gak perlu re-apply lagi. Karena konsistensinya yang powder mousse-like, lipcream ini ngeblend ke bibir begitu di pake. Like second skin karena saking ringannya. Teksturnya yang juara (powdery soft finish) yang bikin total look jadi instan seger. Cocok buat daily make up atau no makeup makeup look. Shade ini sebenarnya bikin pembawaan jadi lebih classy sih dan cocok buat segala macam acara. 

ini hasilnya ya, nyatu banget ke bibir dan super lightweight. Inner lip nya aku pake RR yang LIVV.


Tapi, NYX ini meninggalkan stain di bibir. Gak ganggu sih, jadi biarpun pemakaian beberapa jam bikin dia masih stay di tempatnya. Tapi saat dibersihkan pun dia ada ninggalin stain sedikit ke bibir. Aku rasa karena teksturnya yang powder itu ya. Shade Cool Intention ini cocok banget buat Ombre Lip. Nah foto di atas itu aku campur di bagian innernya dengan Rollover Reaction yang Livv jadi kasih efek shimmernya. . Minusnya hanya di aplikatornya. But overall, i love this lippie. Pengennya punya warna lain. Jadi bagi kamu yang nyari lipcream yang gak berat dan gak bikin kering di bibir coba deh NYX Powder Puff Lippie ini.

PROS

(+) long lasting and semi matte finish
(+) Powdery soft tekstur yang bikin dia langsung nempel ke bibir dan super ringan
(+) Easy to glide dan not cracking at all
(+) Harganya Affordable
(+) wangi coconut samar
(+) Comfortable matte lipcrea for daily make up

CONS
(-) Aplikatornya yang agak susah ngikutin garis bibir, jadi semacam luber gitu pas udh dipake.
(-) meninggalkan stain sedikit karena teksturnya yang powdery ketika sudah dibersihkan sekalipun. 
(-)not transfer proof




Rabu, 23 Mei 2018

#MOMDERFULSTORIES : MELUANGKAN WAKTU 'ME TIME'


Tema ini adalah Collab pertama antara Kak Sari dan aku. Kami sama sama seorang ibu yang kebetulan suami sepupuan. Kebetulan juga sama sama punya online shop sendiri dan kebetulan juga sering ketemu di acara keluarga. Serba kebetulan yang menyenangkan dan lahirlah #MomderfulStories ini. Niatnya adalah untuk sama sama mengeluarkan unek unek dalam hati dan semoga bisa merangkul ibu ibu yang lain.

Jadi seorang ibu tidak pernah terbayang sebelumnya oleh saya. Dulu sebelum menikah sudah ngasih ancang ancang ke calon suami (sekarang suami) kalo saya tipikal perempuan yang senang bekerja dan bakal jarang ke dapur. Ternyata yang namanya ekspektasi dan realita itu jauh adanya.

Sebulan sebelum menikah, saya memikirkan matang matang dan memutuskan untuk menjadi Full-Time mom. Gak mudah sebenarnya karena saya sangat suka bekerja dan punya penghasilan sendiri. Alasan utamanya adalah tidak ingin memunda punya momongan dan ngerawat anak sendiri tanpa bantuan nanny. Karena suami tau saya orangnya terlalu banyak impian dan nggak bisa diam,  saya pun  diijinkan punya usaha online kecil kecilan yang bernama Amelie Shoes. Niatnya supaya saya punya kegiatan lain diluar mengurus anak dan rumah. Eng Ing Eng ternyata kenyataan memang banyak jungkir baliknya. 

Pekerjaan domestik itu terladang membosankan dan menjadi ibu rumah tangga seringnya membuat kita lupa untuk mengurus diri sendiri. Begitu banyak yang ingin  diurus antara anak, mengurus online shop sendiri, dan juga kebutuhan rumah tangga yang membuat energi terkuras habis. Di beberap waktu ada saatnya emosi tak terbendung dan ingin menangis. Apalagi kalau ada intrik intrik dalam kehidupan mertua-menantu atau jika anak dalam growth-spurt alias pertumbuhan yang lagi pesat pesatnya. Bumbu bumbu seperti itulah timbul kejenuhan dan kelelahan fisik serta emosional. Kepengen rasanya waktu berhenti sejenak.

Jangan sepele soal ini loh, karena bisa menimbulkan depresi yang berkepanjangan dan jadi kehilangan jati diri dan mengakibatkan menyalahkan keadaan dan tidak bahagia. ini bahaya dan bisa dilampiaskan ke arah yang salah. Apalagi buat Full Time Mom yang tiap hari selama 24 jam dirumah dan mengurus anak beserta problematika didalamnya. Ibu rumah tangga lebih membutuhkan me time atau waktu untuk diri sendiri. Semua ibu pasti setuju bahwa ada saatnya memang butuh waktu sendiri untuk breath and reboot. Pembahasan soal motherhood memang gak ada habisnya. Daripada membuang waktu saling berkompetisi, kenapa nggak kita saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Motherhood is not easy and never ending job.

Seorang ibu perlu meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, melakukan hal yang dia suka dan sekedar melepas sedikit penat yang menempel di pundak. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyenangkan diri sendiri. Tidak bisa disamakan ya karena kesukaan beda beda dalam melakukan ritual 'me time' ini. Ada yag senang berkebun, ada yang senang belanja, ada juga yang spa baik dirumah atau di salon.   We not judge here, we fully support you mom. Perlu memang memberikan reward untuk diri kita sendiri bahwa kita sudah sampai sejauh ini. Kegiatan 'me time' ini penting untuk mewaraskan pikiran. Percayalah ibu ibu bahwa setengah jam aja melakukan hal yang kita suka membuat mood kita naik drastis. Manfaatnya punya energi baru untuk mengurus anak dan luwes dalam berkegiatan. Bener nggak?

Kegiatan 'me time' ini seharusnya tidak hanya dipahami oleh suami, tapi juga full support dari keluarga lain. Kalau orang dulu pikirannya begini apalagi ibu kita " ya memang kayak beginilah yang harus dijalani, gak boleh ngeluh". Nah perkataan seperti itu jikalau didengar oleh Ibu bisa menimbulkan depresi loh. Tau kan bahayanya jikalau stress yang dipendam lama? Bakal jadi bom waktu. Jadi pahamilah jikalau istri atau menantu butuh waktu sendiri, mengurus anak memang menjadi kewajiban seorang ibu tapi lebih penting lagi kan memastikan mental sang ibu dalam keadaan baik baik saja. Karena suasana hati ibu berpegaruh besar pada situasi rumah.


Di kasus saya bagi Ibu yang mempunyai dua anak yang usianya sangat aktif dan mengurus  bisnis sampingan, kegiatan 'me time' ini sangat terbatas dan curi curi waktunya. Seringnya saya meluangkan waktu ditengah jadwal yang memang mengharuskan saya untuk keluar rumah seperti imunisasi, belanja bulanan, atau hal lainnya. Disisipkan kegiatan favorit saya di sela sela jadwal itu.

Saya biasanya bawa anak yang paling bontot saja jika keluar rumah dan biasanya paling top sampe 5 jam. Anak sulungnya dititipkan sebentar bersama nenek kakeknya dan memang saya minta izin dulu sama mereka sebelum menitipkan Aidan. Dan karena saya Long Distance Marriage sama suami, jadi kalo kemana mana selalu mengandalkan go-car dan harus mandiri. Terima kasih Gojek yang sangat memudahkan saya untuk mobile. Alhamdulillah saat saya izin meluangkan waktu sebentar untuk nyenengin diri sendiri, suami sangat support. Asal jelas kemana tujuan dan semua yang diprioritaskan hari itu terselesaikan.

Nah bagi saya yang suka kopi dan senang hunting cafe baru, kegiatan ini jadi waktu 'me time' saya. Sekedar mencicipi kopi dan berdiam diri menikmati suasana cafe udah cukup buat saya merasa rilex.  Saya betah berlama lama memandang orang dan menikmati hidangan pelan pelan. Tapi itupun saat anak bungsunya tertidur ya dan biasanya memang dia tertidur. Kayaknya ngerti ibunya butuh waktu sendiri biarpun kondisi tidurnya tetap saya gendong.

Baca juga cerita kak Sari disini ya. Lengkap deh :D

Kak Sari :

Harus tiap minggu donk kayak gitu? Nggak lah saya keluar dan mencoba tempat baru ketika memang ada rencana lain yang mengharuskan keluar dan ini semacam reward buat diri sendiri. Tidak sering dan bisa dikatakan sebulan paling banyak minum kopi diluar itu dua kali. Kecuali suami cuti ya dan kalau juga suaminya mau diajak ngopi diluar sih hayuk. Untuk Dirumah pun saya curi curi waktu sendiri saat anak anak sudah tidur dan biasanya pada malam hari. Minum kopi pun saya lakuin tiap hari dirumah untuk membuat pikiran saya jernih dan siap untuk memulai hari. Katanya minum kopi bakal ngefek ke asi ya? Nggak kalau takarannya hanya sedikit dan saya hanya segelas sehari. Kalau nggak salah per hari pling banyak 250ml.

Kegiatan favorit saya selain minum kopi adalah menonton film. Dulu saya addict banget sama nonton film apa aja yang terbaru nggak bakal ketinggalan. Nah kalo sekarang sesempatnya saja dan sama saya sudah suatu hal yang mewah banget. Sekedar rebahan dalam gelapnya kamar sambil ngeliatin anak tidur udah me time juga sih. Menata hati dan pikiran.

Sempatkan waktu untuk diri sendiri ya mommy. Kita harus dalam keadaan ok dahulu, baru semua pekerjaan rumah bisa kita jalani. Nobody's perfect, but we try our best we could to raise our children. Jadi biasanya buk ibuk yang lain gimana nih kegiatan 'me time' nya? 









Sabtu, 19 Mei 2018

LIBURAN SINGKAT SARAT MAKNA : BANDA ACEH


museum-tsunami-aceh-family-trip
Sudah lama terlintas sebenarnya untuk pergi berlibur bersama suami dan anak. Dalam artian memang ke daerah yang belom pernah kita jamah sebelumnya,  untuk ngerasain suasana baru dan niatnya men-challenge diri kita,  bisa nggak ya liburan bawa anak-anak. Karena jujur, kami belom pernah liburan yang memadai,  biasanya yang deket deket aja alias masih satu kota. Itupun sebenarnya udah sukur juga loh. Secara quality time buat keluarga kami itu susah karena LDM (Long Distance Marriage). Ketemu sebulan sekali dan itu udah Alhamdulillah kali lah. Begitu suami cuti, langsung di set waktunya untuk ajak anak-anak keluar.

Rencana ini bermula dari Januari awal. Tiba tiba saya bilang ke suami pengen liburan ke sabang. Karena sabang udah jadi Top List kita buat liburan keluarga. Kenapa sabang? Karena memang cari pantainya dan nyari tempat wisata yang gak hebring. Gayung bersambut disetujuilah oleh suami dengan syarat harus diberikan spare time untuk ngumpulin uang dan siapin mental. Iya ini perlu, karena ini trip pertama kami bawa dua anak yang dimana masih pada butuh extra care. Yang satu anaknya usia 2 tahun 5 bulan, yang satu lagi masih piyik umur 6 bulan. Lagi aktif aktifnya.

Eits, tapi gak afdol dong ke Sabang kalo gak main ke Banda Aceh dulu secara kita berdua emang belom pernah menginjakkan ke kota Serambi Mekkah . Jadinya kita rencanain Trip 1 hari Banda aceh dan 2 hari di Sabang.

Untuk urusan perencanaan destinasi wisata , tiket, dan  hotel suami percayakan sama saya. Tau kan kalo udah jadi seksi sibuk? Ya sibuk sekali. Dari januari udah hunting hunting Tiket Pesawat lewat app Traveloka. Easy peasy just one click. Gak ribet dan ada remindernya juga kalo dari rentang waktu rencana liburan kita ada tiket termurah.

 Aplikasi Traveloka sendiri penggunaannya gak ribet dan untuk pencarian tiket pesawat ada tanggal tanggal tertentu tertera harga termurah. Jadi bisa diatur kapan waktu yang tepat buat berlibur. Enaknya sih emang dari jauh jauh hari direncanain. Hemat ongkos dan lebih matang gitu. Budget itu penting apalagi family trip macam begini, soalnya dananya kan bisa dialokasikan ke hal yang lain. Beli oleh oleh misalnya. Hahaha. 

Di Traveloka sendiri ada fitur Bayar di Hotel. Sama aku ini terbantu banget sebenarnya. Karena kita gak tau kan ya bakalan jadi liburan atau nggak. Fitur ini bikin ngerasa aman dan bisa banget di cancel jika memang tidak memungkinkan datang dan free charge.  Kita mak emak emak pantang sia sia. :D. Jadi bagi kamu yang mau mudik atau mau nyiapin liburan, emang nggak ada salahnya di prepare dari jauh jauh hari. Lebih matang mikirnya dan if your lucky enough dapat tiket yang bombastis murahnya.

 Tiket yang kami dapatkan untuk 2 orang dewasa, 1 toddler, dan 1 baby adalah 1 juta++. Gak mahal dan langsung booking untuk 4 Mei - 7 Mei.  Pulangnya juga dapat tiket segitu. Jadi total buat tiket hanya menghabiskan 2 juta++ buat berempat pergi-pulang. Niatnya emang trip sebelum puasa dan di bulan Mei biasanya gak begitu rame yang liburan karena bukan berdekatan dengan libur anak sekolah atau libur akhir taun. Yak lanjut. Untuk hotel kami booking Grand Nangroe yang di Aceh besar. untuk full review soal hotel ini bakal aku siapin post khusus ya. Berikut aku jabarin list apa aja yang aku bawa saat travelling bawa anak. Kali aja ada yang butuh.

LIST BARANG YANG MAU DIBAWA ( 2 Dewasa, 1 toddler, 1 baby 6m)
  • Perlengkapan Mandi 4 anggota keluarga (biarpun di hotel ada sediain tapi tetap prepare khususnya buat anak anak). Khusus handuk hanya bawa buat anak anak. Kalo kami pake handuk hotel aja.
  • Perlengkapan mpasi adek (sendok, mangkok, spout, puree yang udah dibawa dari rumah tinggal panasin). Spout abang dan tumbler buat dibawa kemana mana.
  • Obat obatan. karena kami libur daerah pantai dan ke kota agak jauh jaraknya makanya di bawa lengkap dari rumah langsung. Seperti obat demam, caladin cair, lotion nyamuk, minyak angin, paracetamol, termometer. Lebih baik ada persediaan daripada repot.
  • Baju Ayah, Ibu, anak anak. Di tas tenteng kami juga disediakan baju ganti anak anak. tau kan kal bawa anak kecil itu selalu ada aja kotornya.
  • Mainan dan Buku baca buat abang. Sebagian di koper, sebagian lagi ada yang dibawa di carrier bag kami masing masing buat dijalan.
  • Mukena, Sajadah, Kain Panjang,Sarung, dan  kain  pantai. 
  • Snack. Kami berempat termasuk orang yang senang ngemil. Jadi kopernya lumayan juga dengan bermacam snack. Apalagi saya yang emang selalu lapar aja bawaannya.
  • Sandal jepit buat ayah ibu. Abang pake sepatu. Adek seperti biasa pake kaos kaki aja.
  • Speaker Portable. hahahahah. Niatnya emang liburan ini untuk beristirahat di kamar sekalian ngidupin musik. Because we love singing and nostalgic. Biarpun kadang suara sumbang kemana mana.
Total seluruh bawaan yang kami bawa itu 1 koper besar, dan dua tas yang kami bawa kemana mana. Minimalis ya.

DAY 1 : BANDA ACEH


Jadwal keberangkatan kami dari Medan-Banda Aceh itu jam 8 pagi. Jadi dari rumah kami selesai salat subuh langsung pergi. Anak anak tetap dimandikan tapi pakai air hangat. Gak keganggu jadwal tidur mereka sepagi itu? Alhamdulillah mereka terbiasa bangun jam 5 pagi karena tidur malamnya cepet. Dibiasain soalnya ngikutin mamaknya yang cepat juga tidur. :D

Perjalanan Medan - Banda Aceh menggunakan pesawat itu sejam lebih. Di pesawat kita udah deg degan nih karena dua anak takutnya rewel, ternyata nggak. Si abang excited karena naik pesawat lagi dan lebih senang nanya ini itu selama di atas. Tapi dia gak suka tuh di pakein seat belt mungkin karena ngerasa terkekang.  Kalo adek, jam segitu emang udah jadwalnya tidur lagi jadi anteng di pesawat dia tidur sambil dipeluk. 

Sesampainya kami di Bandara Udara International Sultan Iskandar Muda kami disambut dengan hangatnya matahari pagi. Excited sekali untuk explore kota ini. Untuk sampai di hotel kami memesan taksi bandara yang rate nya 100 ribu untuk ke kota. Mobilnya avanza hitam. Udah langsung disodorin tuh waktu kita selesai ambil bagai dan keluar dari pintu kedatangan. Bandaranya kecil dan sesak menurut aku, tapi mungkin karena jam kedatangan ya.

Meluncurlah kami ke hotel Grand Nangroe Aceh yang waktu tempuhnya hanya setengah jam dari Bandara. Ternyata hotel kami ini daerah Aceh besar dan belom ke pusat kotanya. Sampai di hotel sekitar pukul 10 pagi.  Istirahat sebentar sambil makan siang pesen go-food Canai Mamak (ini sumpah enak kali dan merupakan cabang dari malaysia). Nah karena abang belom ada tidur siang dan adekpun harus diberi makan, maka kita nunggu semuanya kelar. Lebih enak jalan jalan kalo anak anak happy dan kenyang kan. Alhamdulillah selama di hotel sempat nonton film di tv kabel karena kalo udah dirumah susah kali emang.

MUSEUM TSUNAMI BANDA ACEH  


Untuk menuju ke lokasi museum tsunami ini kami hanya mengandalkan GOJEK. Dengan fitur gocar nya memudahkan kami yang memang gak mau ribet dengan urusan sewa menyewa mobil, karena emang liburan kali ini pengennya sesantai mungkin. Dari hotel - Museum ini hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan rate nya pun hanya 25 ribu saja. Terima kasih Gojek sudah memudahkan semua urusan.

 Sebenarnya inilah niatan kami ke Banda Aceh selain melihat Mesjid Baiturrahman. Bangunan megah dengan nuansa coklat gelap menambah daya pikat museum ini. Dibangun dari arsitek sekaligus walikota Bandung, Kang Ridwan Kamil. Sesampainya disana pas jam 2 siang dan tanpa ada biaya untuk tiket masuk. Untuk masuk ke museum ini harus melalui lorong Tsunami atau tsunami Alley, jujur aku sempat takut dan niat ngebatalin aja. Karena lorongnya gelap dan dindingnya diselimuti air. Apalagi suara air gemuruh yang membuat saya hampir mengurungkan niat. Tujuan lorong ini memang khusus dibuat untuk menciptakan seperti apa keadaan waktu itu. Diberanikan hati masuklah kami berempat.

Setelah melewati Tsunami alley, kita langsung masuk ke lembah kenangan. Ruangan ini berisi poto dan video keadaan saat bencana Tsunami melanda Aceh 13 tahun silam. Dan yang paling saya nggak kuat saat masuk ke Ruang Doa. Beribu nama terukir diruangan ini dengan lantunan doa semua menjulang sampai ke atas Lafaz Allah. Mata saya basah, hati saya sakit. Gak kebayang bagaimana yang mengalami sendiri saat itu dan kehilangan anggota keluarga yang disayang. Allah maha besar. Al fatihah.

Museum ini lumayan besar dan banyak yang harus di explore. Kebetulan saat kami kesana masih berlangsung eksebisi the light of life untuk memperingati 13 tahun Tsunami Aceh. Semua ruang yang ada disini sarat makna dan dapat esensinya. Tak terasa kami sudah sejam di Museum Tsunami ini, disempatkan dulu ke toko souvenir persis di sebelah Museum ini. Beli apa? Niatnya ga beli apa apa eh malah kecantol sama Kopi Aceh yang banyak ragamnya.



PLTD APUNG


Ini wisata kedua yang kami kunjungi. Ternyata dekat aja sodara sodara dari Museum Tsunami dan Go-Car penyelamat kita. Sesampainya disana langit sudah mendung. Udah firasat bakal hujan, eh baru naik ke lantai pertama udah turun deras hujannya. Batal deh explore kedalam PLTD Apung ini. Jadinya kami berteduh dan sempetin foto si kapal ini. Kebetulan sudah dekat solat ashar dan untuk sementara wisata ditutup. Baru tau kalo di Aceh ketika waktu salat tiba, tempat wisata tutup sementara. Salut. oh iya, disini tidak dikenakan biaya tiket Masuk ya.

ZAKIR KUPI MIE ACEH

Udah capek jalan jalan dan emang udah kelaperan dari tadi. Gak sah memang kalo ke Aceh gak nyobain Mie Acehnya langsung dari sumbernya. Atas rekomendasi sahabat asli orang Aceh, pergilah kami ke Zakir kupi. eits, zakir Kupi ini banyak cabangnya dan kami mengunjungi cabang yang disebelah Mal Suzuya karena katanya itu yang the best. Biarpun di Medan gak kalah enaknya.


Per porsinya 25 ribu. Bagi aku yang penyuka pedas ini mantap gila. Bumbunya pas dan sebenarnya pengen nambah lagi. Eh apa daya dua anak udah kecapean dan kepengen istirahat. Yo wes kita balik ke hotel lagi. Total bill makan di Zakir Kupi ini hanya 73 ribu saja. Udah dapat 2 porsi besar mie aceh cumi dan daging, es teh manis, teh tarik, dan dua serabi. Kami kenyang, hati senang.

Hari sudah sore tepat dan perjalanan ke hotel diiringi dengan kota Banda Aceh yang gerimis syahdu. Kota ini cantik seperti gadis ayu yang tertutup tapi kita tau betapa cantiknya Banda Aceh ini. Lalu lintas tidak terlalu padat dan karena disini susah angkutan umum mending kemana mana naik Go-Car. 

Alhamdulillah kami dipertemukan dengan Driver Go-Car yang baik hati dan nggak pelit buat kasih info apa aja yang ada di Aceh. Bapak ini juga yang kami terus pakai jasanya setelah kami balik dari sabang dan kembali ke Banda Aceh ( soalnya balik ke Medan dari Banda Aceh lagi). Gak netapin tarif berapa, hanya dia bilang sesuaikan aja sama yang di aplikasi Gojek. Tapi tokcernya bapak ini tau hidden gems untuk kuliner ayam tangkap enak dan tempat beli oleh oleh. Untuk yang pengen pakai jasa drivernya, hubungi saya saja ya. Soalnya si bapak gak mau nomor hapenya asal ditempel, lebih enak katanya kalo ada yang nyariin dia atas rekomendasi siapa. Kalau pada mau nomor hapenya, nanti bilang aja ya.

Next post bakal tentang htel tempat kami menginap dan sabang. So stay tune.



Selasa, 15 Mei 2018

Sisi Lain Kopi Karo dan Gunung Sinabung : CAFE JUMA

cafe-juma-brastagi-medan

Sudah lama saya nggak mengulas tentang cafe atau tempat minum kopi baru. Dikarenakan memang belom nemuin jadwal free untuk berkelana. Post kali ini adalah sebuah kebetulan dan impulsive sebenarnya. Sekalian mengantar mertua ke tempat kerjanya di daerah Kaban Jahe, saya dan adek ipar langsung punya inisiatif coba ketempat ini. Namanya CAFE JUMA.

Udah lama banget denger denger dari keluarga tentang si cafe satu ini. Yang katanya salah satu spot buat nyantai sejenak dari bisingnya kota. Mudah banget diracuni emang tapi apalah daya baru kesempatan mampir dan sekalian bawa mertua biarpun ya mereka gak suka ngopi. Yang penikmat kopi hanya saya dan adik ipar. Suami mah kebagian nyicipin doank seringnya. Tapi disini suami gak ikutan karena kerja jauh di ujung sana. Duh kasian yang LDM ini.

suasana-cafe-juma-medan
Perjalanan Kaban Jahe-Cafe Juma memakan waktu hampir setengah jam. Lalu lintas lengang membuat kami gak terburu buru sampai disana. Kirain saya deket dari Kaban jahe, ternyata jauh lagi sedikit melewati beberapa desa.  Biarpun begitu nggak mengurungkan niat kami untuk nyobain Cafe Juma ini.

Sampailah kami di tempat tujuan dengan ada penunjuk palang kayu di bagian depan. Area parkirnya lumayan luas dan cafe nya sendiri berada di atas. Dalam artian harus naik tangga untuk sampai kesananya. Yang kasiannya itu mertua yang memang sudah susah jalan dan harus pake tongkat.
gunung-sinabung-dari-cafe-juma

Kami disambut dengan aksen kayu seentero ruangan beserta gagahnya gunung sinabung di sisi sebelah kiri. Saat itu gunung sinanbung lagi erupsi kecil. Area terbagi beberapa bagian. Yang mau menikmati sejuknya udara tanah karo dan melihat bagusnya gunung sinabung bisa duduk di luar, ada juga area didalam untuk menikmati interior cafe ini yang memang didominasi kayu tua, lampu lampu gantung kecil, bar tempat barista meracik ramuan kopi. Suprisingly, saya langsung senyum begitu sampai disini. Warna earth tone-nya membuat saya jatuh hati dan suasana warm -nya sangat terasa. Enak memang berlama lama duduk disini bersama keluarga atau kawan. Gak bakal bosan kalo di saya karena emang pas cuacanya yang dingin syahdu.

Duduk disana ditawarkan langsung sama pramusajinya. Disini kita bisa juga nih ngeliat baristanya langsung nge-ramu kopi pesenan kita. Modelnya open bar dengan aksen pilar lampu bohlam disekililing bar. Bagian ini yang paling saya suka dan buyar semua tuh bayangan saya tentang cafe ini karena katanya kedai kopi khas karo. Bayangan saya ya kayak warkop yang di medan hanya tempat duduk plastik dan meja panjang  terus kita duduk beramai ramai sama bapak bapak lain. Ternyata saya salah. Designya apik dengan warna coklat yang mendominasi. Cantik dan menyatu dengan alamnya. 

Kirain saya harganya bakal standar kayak coffee shop pada umumnya. Ya karena ambience nya aja udah dibikin sebagus itu. Ternyata harganya murah dan aku bahagia. Kopi disini langsung dari petani petani dari desa yang ada di tanah karo ini. Varietasnya arabica. Disini aku pesen cafe latte karena udah sore jadi pengen yang ringan saja.  Harganya hanya 15 ribu . Oh ya cafe juma ini juga menyediakan pembelian kopi dan bisa dikirim ya baik untuk daerah Medan maupun keluar kota.Tanya aja langsung ke baristanya.

Range untuk Kopi dan minuman lainnya berkisar 10-25 ribu. Untuk makanan range harganya 15 ribu -30 ribu. Udah paling top itu.

Rasa kopinya gimana? jujur aku gak ekspektasi apa apa karena sebenarnya pengen coba dan suka dengan suasanan yang diberikan cafe juma ini. Rasa yang ditawarkan average karena menurut aku cafe latte nya manis dan banyak susunya. Biasanya kalo pesen cafe latte ada sedikit pahitnya kopi terasa. But it's ok. Tapi kopi yang punya adik ipar juara enaknya. Ringan, gak asam sama sekali, dan gak bikin keliyengan atau rush. Cuman aku lupa yang dia minum apaan. :D
Cemilannya kita pesen pisang coklat keju dengan harga 15 ribu dengan keju segambreng banyaknya. Sambil cerita cerita nggak terasa sudah hampir sejam kami disini. Masih pengen lama karena emang suasananya seenak itu dan setenang itu. Dinginnya udara disini jadi pengen pesen makanan lagi dan lagi. Balik lagi kesini nggak nanti? Aku pasti balik nanti bawa suami. Semoga sempat.


CAFE JUMA
BRASTAGI - MEDAN
100% KOPI KARO

Kamis, 10 Mei 2018

REVIEW SHYLAS FACTORY : KANAYA JELLY PEEL OFF MASK DAN NAMAKA EYELASH&EYEBROW SERUM

review-shylas-factory-kanaya-jelly-peel-off-mask-namaka-eyelash-serum

Bali tidak hanya terkenal dengan budaya dan wisata alamnya, tapi juga natural brand lokal yang sudah menjadi sorotan saya belakangan ini yaitu SHYLAS FACTORY. Brand lokal ini basenya di Bali tepatnya di Gianyar dan merupakan natural artisan bath and body. Mari kita berkenalan singkat dengan Shylas Factory ya. Brand lokal ini menetapkan standar natural untuk semua produk yang mereka produksi:
  • Tidak menggunakan bahan deterjen atau pembuat busa
  • Paraben Free
  • Bahan yang digunakan setidaknya 95% berasal dari tumbuhan maupun hewan
  • Komposisi bahannya memang menyatu dan ampuh menangani masalah kulit
  • Not Tested on Animals (tidak diuji coba pada hewan)

Sudah lama saya penasaran dengan brand satu ini dan memantau dari akun instagram mereka. Kenapa? karena packagingnya yang oh-so-cute. Rezeki emang nggak kemana ya, Shylas Factory mengirimkan dua produk best mereka yaitu KANAYA Jelly Peel Off Mask dan NAMAKA Eyelash&Eyebrow Serum.

First Impression pas produknya nyampe memang secakep itu packagingnya. Gemes sendiri dan nggak sabar pengen coba. Dua produk ini sudah jadi inceran aku apalagi yang NAMAKA yang manfaatnya memanjangkan dan menebalkan alis dan bulu mata. Karena jujur saya belom berani untuk eyelash extension dikarenakan saya nggak pinter ngerawatnya dan masih ribet sama urusan domestik yang gak kelar kelar, jadi memang butuh yang alami.  Mari kita review lebih mendetail ya dari Shylas Factory Kanaya Jelly Peel Off Mask dan Namaka Eyelash&Eyebrow Serum ini.

SHYLAS FACTORY KANAYA JELLY PEEL OFF MASK

Ini merupakan produk terbaru dari brand Shylas Factory. Baru launching tahun April 2018 dengan ingredient pink clay. Penggunaan clay pada produk skin care makin sering didenger ya dan happening banget. Banyak banget produk skin care yang make clay karena memang efeknya sebagus itu dan bikin kulit lebih kinclong. Clay adalah mineral bumi yang dihasilkan dari degradasi batuan mineral. Clay sebenarnya sudah digunakan bertahun tahun yang lalu yang memang manfaatnya adalah menarik kotoran dan minyak di kulit, detoksifikasi, menutrisi sekaligus mencerahkan. Banyak ya nilai plusnya. Jenis clay juga banyak dan diformulasikan sesuai dengan type kulit.

Kanaya sendiri memakai pink clay yang emang cocok buat tipikal kulit sensitif karena kandungan clay nya tidak menyerap minyak berlebih pada wajah. Bye bye deh kulit yang memerah atau jerawat yang meradang.

PACKAGING

review-shylas-factory-kanaya
Pengemasan yang ciamik bikin aku tertarik dengan Kanaya ini. Gak boong emang setiap produk dari Shylas Factory ilustrasinya uber cute. Gemes sendiri. Kanaya ini  ilustrasinya perempuan yang lagi senyum pada cover yang didominasi berwarna pink dan sesuai banget dengan isi dari produk ini. Bentuknya yang nggak bulky dan travel size cocok buat dibawa di beauty case kamu. Di packagingnya juga tertera ingredients, tanggal penggunaan produk, based produk yaitu Bali, dan cara penggunaan.  Berat nya 30 gram.

TEKSTUR DAN BAHAN
review-shylas-factory-kanaya

Teksturnya bubuk (powder) . Sangat ringan dengan warna pink pucat. Bahan bahan yang terkandung dalam Kanaya ini adalah : Kaolin, Sarbitol, Alga Powder, Guar Gum, Xanta Gum, Pink Clay, Yoghurt Extract, Gliceryn. Aroma yang kecium itu kayak permen karet samar karena kandungan guar gum dan xanta gumnya. Ditambah dengan adanya Yoghurt Extract yang udah kita tau manfaat yoghurt buat kesehatan kulit. Bahan utamanya adalah pink clay yang mempunyai khasiat oil-absorbing medium dalam arti kata aman untuk kulit sensitif. Another reason i love this product. Karena biarpun kulit aku itu oily tapi beberapa produk nggak cocok dan bikin gatal. Makanya sangat selektif kalo udah berurusan sama skin care.
 
PEMAKAIAN

Karena ini bentuknya bubuk dan seperti claim dari Shylas Factory bahwa ini Jelly Peel Off Mask maka harus ditambahkan air untuk menghasilkan tekstur masker. Berikut detail cara penggunaannya ya:
  • Campurkan masker dengan air dengan perbandingan 1: 1 1/2. Ini penting ya buat ngasilin tekstur jellynya.
  • Aduk dengan cepat hingga merata sampai tektur menjadi kenyal (jangan keenceran)
  • Bersihkan wajah terlebih dahulu
  • kemudian oleskan pada wajah bersih secara merata dan agak tebal pemakaiannya 
  • Tunggu 15-20 menit hingga masker mengering dan menempel sempurna
  • Angkat masker dengan lembut dan tidak perlu dibilas
  • Tadaaaaa.. easy peasy dan bisa kelihatan langsung hasilnya.



KLAIM DAN PERFORMA

Kanaya Jelly Peel off mask ini ngeklaim manfaatnya untuk menyerap dan membersihkan kotoran kulit tanpa dibilas. Bonusnya sangat aman untuk kulit sensitif dan tidak menyerap minyak berlebih pada wajah.

Setelah memakai masker selama 15-20 menit, muka aku jadi tegang banget. Jadi pelan pelan narik jelly masker ini. Alhasil kulit lebih bersih dan komedo komedo yang mendem pada keluar. Karena efek ditarik kali ya bareng sama maskernya. Aku demen yang begini. Ternyata muka aku emang sudah sangat kotor. Kelihatan pas maskernya ditarik warnanya agak butek.

Pada pemakaian pertama yang aku rasain itu ada efek tinglingnya dan i think it's good. Berarti maskernya emang bekerja. Plusnya dan yang paling aku demen itu adalah wangi permen karet yang enak banget. Jadi berasa langsung relax. Tapi memang saat pengaplikasiannya harus bener ya perbandingannya antara bubuk dan air, karena biar ngasilin jelly mask dan harus diaduk dengan cepat. Tidak lupa pula jangan keenceran karena nggak bakal ngefek kalo menurut aku. Konsistensinya ini cepat kering soalnya.

Apakah Worth it beli Kanaya Jelly Peel Off Mask ini? TOTALLY WORTH IT. Dengan harga yang affordable, masker ini memberikan efek cerah di kulit bahkan di pemakaian pertama. Aku termasuk kulit yang bruntusan dan masker ini punya efek cooling yang nenangin dan gak bikin kulit memerah.  Kanaya ini cocok banget buat kulit sensitif.  Packaging yang travel friendly gak ribet dibawa kemana mana, baunya juga syeger dengan aroma permen karet, tanpa dibilas terlebih dulu karena ini jelly peel off mask alias ditarik aja kalo udah kering.Easy peasy dan nggak makan waktu ya. Jadi kalo kamu lagi keluar kota bisa banget bawa Kanaya ini kemana mana. Aku sempat bawa masker ini liburan ke Sabang dan im in love. Jadi nggak takut lagi deh main pantai, tinggal pake masker Kanaya langsung go

SHYLAS FACTORY NAMAKA EYELASH&EYEBROW SERUM


Baru kali ini coba dan sebenarnya sudah masuk wish list aku produk serum eyelash&eyebrow dari Shylas Factory ini. Alasannya saya anaknya nggak mau ribet dengan eyelash extension. Karena kalo pake itu harus dirawat dan kalo udah mulai rontok harus retouching lagi. Untuk sekarang dengan keribetan emak emak beranak dua, yang kayak gitu di skip dulu. Tapi kan kak saya juga pengen bulu mata cetar eh jadi pegimana donk? ya berarti usaha dengan coba produk alami biarpun harus pake proses. Indomie aja yang instan harus dimasak dulu toh apalagi soal bulu mata dan alis. YHAAA SIAAAAAPP. Mari kita detail lebih dalam soal NAMAKA ini ya.

KLAIM

Namaka adalah serum yang digunakan untuk memperlebat tumbuhnya alis dan bulu mata serta memanjangkan bulu mata. Untuk hasil berbeda beda setiap orang dan bergantung pada hormon masing masing pengguna. Bisa kelihatan efeknya 2 minggu atau lebih lama dari itu. Kandungan 100% dari bahan tumbuhan, aman untuk semua umur, ibu hamil atau ibu menyusui. 

PACKAGING

review-shylas-factory-namaka
Namaka dalam bahasa Hawaii artinya bulu mata. Packaging dari produk ini adalah boto kaca gelap disertai pipet didalamnya. Tidak hanya itu terdapat mackara wand berwarna pink untuk pengaplikasian produk. Botol yang cantik yang memang biasanya untuk menyimpan essesntial oil seperti yang terkandung didalamnya. Pas di genggaman dan nggak makan tempat di beauty case.Sayangnya pipetnya menurut aku kurang nampol, jadi tanpa dipencet udah ngalir sendiri. Tapi nggak ganggu sih. Untuk mascara wand nya jadi harus disimpan tesendiri biar nggak kotor karena gak disediakan tempat penyimpanan khusus. Packaging yang premium walaupun harganya yang nggak nguras kantong. Harga Rp 40.000 per 10ml. Ini botol emang cakep buat dipoto poto di instagram ya.

TEKSTUR DAN BAHAN

review-shyals-factory-namaka-eyelash-serum

Tekstur dari Namaka eyelash&eyebrow serum ini cair, tapi agak licin. Karena bahan yang terkandung di dalamnya campuran dari beberapa minyak yaitu Castor Oil, Avocado Oil, Sweet Almond Oil, Grape Shade Oil, Coconut Oil. Kandungan dari beberapa minyak ini lah yang bisa menguatkan, menebalkan, dan memanjangkan baik untuk bulu mata maupun alis. Minyak minyak ini kaya akan vitamin, kalsium, protein, Beneran 100% plant based gak ada campuran kimia lainnya. Sesuai dengan konsep Shylas Factory soal produk mereka. Agak sticky juga menurut aku ya karena kandungan minyaknya. Tapi apakah beneran nampol? Yuk dibaca lebih lanjut kakak kakak.

CARA PEMAKAIAN

Dikutip dari akun instagram Shylas Factory berikut runtutan pemakaian Namaka Eyelash&Eyebrow serum ini :
  • Bersihkan wajah dari kotoran atau make up terutama dibagian mata
  • Ambil 1-2 tetes serum menggunakan pipet droper dan teteskan ke mascara wand yang telah disediakan
  • Usapkan ke alis seperti memakai pensil alis dan untuk bulumata seperti memakai mascara
  • Ambil sedikit sisa oilash di mascara wand dan gosokkan ke jari lalu oleskan ke pangkal bulu mata. Buang minyak berlebih saat mengoleskan ke bulumata untuk menghindari serum masuk ke mata

PERFORMA
hasil-shylas-factory-namaka

Pertama, jujur pada penggunaannya menurut aku agak ribet. Karena harus diteteskan dulu ke mascara wand dan ada minyak berlebih saat pemakaian. Mungkin untuk menjaga ke hygienisan si produk kali ya makanya nggak langsung pake mascara wand ke cairan nya langsung
.
Kedua,  Konsistensinya cair dan begitu di oleskan ke bulumata dan alis agak sedikit greasy menurut aku. Sampe beberapa kali aku ilap karena nempel ke kelopak dan masuk ke mata. Padahal aku tetes hanya 1 drop aja dari pipetnya. Aduhaaai ganggu pemandangan banget dan sempat perih. Gak berani ngucek karena takut makin parah dan malah bikin rontok bulu mata, jadi aku ilap pelan pelan. Setelah pemakaian, aku nyiapin tempat khusus buat mascara wandnya biar gak kotor.

Ketiga, aromanya yang kecium itu wangi kelapa tapi samar, jadi nggak ganggu sama sekali sih menurut aku. Malah jadi nilai plus nya karena memang kandungannya yang super alami.

Baca Juga : Nature Republic Shooting Aloe Vera

Keempat, Aku pakai dari hari pertama aku dikirimin produk ini sampe sepuluh hari kemudian. Pakai selama dua kali sehari yaitu pagi dan malam hari.  Ada efek biarpun kecil, tapi progress still progress menurut aku. Karena memang sesuai sama klaim dari Shylas Factory tentang Namaka ini bahwa hasilnya berbeda beda setiap orang. Point Noted.  Gak ngarepin juga untuk cepat tebal dan panjang. Karena emang pengennya nguatin akar bulumata dulu. Untuk yang lainnya sih menurut aku bonusnya. Bulu mata aku lebih kuat yang aku rasakan hasilnya. Aku termasuk yang senang pake mascara, jadi ketika dibersihkan pake makeup remover beberapa kali ada rontoknya. Ini selama pakai Namaka jadi jarang banget rontok. Aku bahagia.

Jadi kamu tertarik dengan produk yang mana nih, KANAYA atau NAMAKA?


SHYLAS FACTORY
Natural Artisan Bath and Body
Instagram : @shylas.factory
Gianyar- Bali, Indonesia
© Natrarahmani
Maira Gall