#athapersonaldiary
Tampilkan postingan dengan label #athapersonaldiary. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2019

PAP SMEAR GRATIS DI PRODIA MENGGUNAKAN BPJS KESEHATAN



"Lebih baik mencegah daripada mengobati"

Pepatah tersebut bukan isapan jempol semata. Kesehatan itu penting adanya. Apalagi kita para wanita yang rentan dengan berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan kesehatan organ intim. Sudah tahu belom kalau penyebab kematian nomor satu di  Indonesia dikarenakan kanker serviks?

Data ini tidak main main karena minimnya aware tentang gaya hidup sehat dan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan organ intim wanita. Untuk mencegah lonjakan tersebut, pemerintah Indonesia menggalakkan program skrinning gratis yaitu Pap Smear menggunakan BPJS Kesehatan di Laboratorium Prodia dan Pramita yang sudah diberlakukan sejak tahun 2018.

Aku mulai aware tentang ini saat baru menikah karena ngerasa pentingnya untul lebih peduli dengan tubuh sendiri apalagi organ vital. Sejak saat itu aku rutin melakukan tes ini dan merasa lebih lega saja kalo hasilnya selalu negatif.  Biasanya pake kocek pribadi, kali ini aku menggunakan kartu BPJS Kesehatan yang sudah aku miliki hampir 4 tahun ini. 

Sebelum membahas pengalaman aku tahun ini pakai kartu BPJS Kesehatan, sebenarnya apa sih itu Pap Smear?

APA ITU PAP SMEAR?

"Pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks (leher rahim) pada wanita. Kanker serviks sangat umum terjadi pada wanita, terutama jika kebersihan vagina tidak terjaga.. Pap smear dilakukan dengan cara mengumpulkan sel-sel yang ada di leher rahim dan kemudian sel-sel tersebut dites di laboratorium.

Tes ini dapat menunjukkan perubahan sel atau tanda-tanda jika di tubuh Anda sudah atau akan mengembangkan sel kanker di leher rahim. Sehingga, semakin awal Anda melakukan tes yang satu ini, semakin bisa Anda mencegah sel kanker berkembang lebih parah.Semua wanita butuh untuk melakukan pap smear agar perkembangan sel kanker leher rahim bisa dicegah sejak dini. Umumnya, dokter merekomendasikan agar Anda melakukan prosedur tes ini pertama kali pada usia 21 tahun. Setelah itu, Anda bisa mengulang pap smear setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun." - Sumber hellosehat.com

PENGALAMAN PAP SMEAR MENGGUNAKAN BPJS KESEHATAN


Aku menjalani tes pap smear di Laboratorium Prodia di Jl.S.Parman (depan Athena Baby). Sebelum menggunakan langsung BPJS Kesehatan,aku mencari tahu dulu langsung ke customer service  step-by- step penggunaan layanan ini secara gratis. Program ini sudah ada sejak tahun 2018. Karena tahun lalu aku sudah pap smear menggunakan uang pribadi, tentu aku skip. Karena pap smear dilakukan setahun sekali dan terutama wanita yang sexually active. Nah, baru kali ini aku mencoba layanan dari BPJS ini. Karena aku sudah lama langganan BPJS, kenapa tidak dicoba?
 
Customer Service Prodia menjelaskan step-by-step nya dengan sangat jelas dan informatif. Tahun lalu katanya, setiap pelanggan yang punya kartu BPJS bisa langsung datang dan bisa menjalani tes ini asal sudah mengikuti syarat dan ketentuan sebelum tes. Tahun ini program pap smear gratis di Prodia sudah punya peraturan baru yaitu wajib punya surat keterangan dokter/rujukan dari faskes tempat BPJS kita didaftarkan. Syarat sebelum menjalani pap smear selain surat keterangan dokter :Tidak sedang mens, tidak berhubungan intin minimal dua hari sebelum tes, tidak sedang menggunakan cairan pembersih area kewanitaan. Seingatku hanya tiga syarat itu yang ditekankan.


Tentu karena sudah mendapat info yang jelas akupun langsung bergegas ke faskes tempat BPJS aku didaftarkan yaitu di Puskesmas Amaliun. Nyampe disana langsung mengajukan keinginan minta surat keterangan dokter untuk pap smear.Tidak membutuhkan waktu lama, sekitar setengah jam lebih sampai surat keterangannya resmi dibuat dengan data valid. Terdapat dua lembar surat keterangan dokter yang merujuk ke Lab Prodia. 

Aku nggak langsung ke Prodia lagi karena udah keburu laper dan anak anak udah capek. Jadi rencana nya besok kesana buat pemeriksaan. Esok pagi, kami bergegas ke Prodia Jalan S.Parman. Setelah diberikan nomor antrian,tak butuh waktu lama, kemudian dilayani. Padahal saat itu lagi ramai juga. Kebetulan aku dapat customer service yang sama dengan hari sebelumnya, jadi udah paham dengan keinginan aku.


Setelah memberikan surat keterangan dokter dari faskes, aku disuruh mengisi data beberapa lembar yang lumayan banyak. Katanya memang sudah ketentuan dari BPJS juga.Kalo aku sih gak masalah, asal kelar urusan. Haha. Setelah mengisi form lengkap sambil dipandu oleh custumor servicenya, kemudian disuruh menunggu sebentar untuk dipanggil lagi buat tes langsung.

Lagi lagi tak membutuhkan waktu lama, petugas nya langsung memandu untuk melakukan tes di Lantai 4. Ternyata di lantai tersebut terrsedia playground yang apik dan colourful buat anak anak. Cocok banget karena emang pas bawa anak anak dan mereka udah mulai kebosanan juga nungguin emaknya. Lumayan lah ayahnya ada hiburan sedikit. Hanya menunggu 5 menit saja, aku pun langsung dipanggil ke ruangan khusus.

Ruangannya bersih dan penerangannya pas. Kemudian disuruh berbaring di tempat tidur dengan ada pegangn kaki nya. Ya seperti kursi sebelum melahirkan.  Sebelumnya dijelaskan alat yang digunakan dalam keadaan steril. Biarpun sudah menjalani tes ini, alu masih deg degan aja. Aha. Ternyata cepat banget, hanya ada kesan sedikit gak nyaman karena merasa di 'congkel'. Tapi suer deh efisien sekali kerja mbaknya. Salut deh. Laporan hasil lab nya menunggu satu minggu dengan diberikan kertas khusus untuk proses pengambilan hasilnya nanti. Memang harus nyiapin waktu sih sekitar 2-3 jam untuk menjalani tes kalo antrian lagi penuh dan tetp harus mengikuti syarat yang diberikan ya. Setelah lewat seminggu, aku pun bergegas mengambil hasil dan alhamdulillah negatif.



So far, aku puas dengan pelayanan Pap Smear Gratis di Prodia Jalan S.Parman Medan ini. Sigap, informatif, efektif, dan efisien. Dan gak ada bayar sepeserpun,  Ruangannya bersih, tersedia playground buat anak anak, dan lahan parkirnya lumayan juga biarpun nggak luas banget. Jadi, kalo punya BPJS Kesehatan bisa banget loh buat pap smear mumpung gratis. Syaratnya gak ribet asalkan mau mengusahakan buat ambil surat keterangan dokter di Faskes yang didaftarkan lewat BPJS ya.

Gimana udah bisa schedule waktunya ?:D







Senin, 17 Juni 2019

ROAD TRIP MUDIK MEDAN - PADANG : TIPS DAN PENGALAMAN ( BAGIAN 1)


Lebaran telah usai. Tapi buat saya tahun ini sangat membekas di hati. Karena pertama kali pisah dengan suami saat Lebaran karena tidak ada masa cuti. Pertama kali juga melakukan perjalanan jauh melalui jalur darat dengan dua orang anak yang masih aktif. Pertama kali juga berkenalan dengan keluarga dari pihak ayah yang sama sekali belom ketemu.

Karena kakek saya dahulu punya empat orang istri. Dan ayah saya merupakan anak dari istri terakhir. Jadi keluarga dari tiga istri lainnya yang banyak itu belom pernah ketemu sama sekali. Diadakan lah pertemuan akbar perdana di Sumbar. Tepatnya di Pauh kambar, Pariaman.

PERSIAPAN SEBELUM MUDIK JALUR DARAT

Dari jauh hari sebelum berangkat, saya sudah deg-degan. Karena apa? Karena dua anak yang harus diurus sementara suami berjauhan. Biarpun ada adek kandung aku ikutan tapi rasanya beda karena mereka juga belom terbiasa. Sudha bikin list apa saja yang mesti dibawa untuk mudik. Tau kan istilah "kalo udah punya anak, bawaannya kayak mau pindah rumah" Haha. kenyataannya memang begitu. Kalo bisa semua dibawa supaya aman dan tentram. Tapi ya mana mungkin lah Sahabat, tetap harus di pikirkan agar tidak banyak barang yang sia sia.


Berikut aku List apa saja yang harus dipersiapkan. Ini berlaku untuk perjalanan apa saja ya. Baik melakukan mobil pribadi, kapal, maupun pesawat.
  • KENALI DAERAH YANG DITUJU DAN LAMA WAKTU PERGI. Ini penting kalo menurut aku. Contohnya, aku bakal ke daerah Sumbar tepatnya daerah Pariaman. Cuacanya cukup sejuk dan banyak wilayah pantai nya. Selain itu daerah kampung halaman juga sangat jarang apotik atau rumah sakit. Mesti harus berpergian ke pusat kota. Jadi penting mengenali daerah yang dituju agar semakin mantap buat prepare. Lama waktu pergi juga berpengaruh berapa banyak baju yang akan kita bawa. 
  • BAWA BAJU SECUKUPNYA. Ini benar Sahabat. Berlaku sekali buat yang punya anak. Gak mau kan  bawa segambreng nyatanya gak kepake dan  malah memberatkan? Ya jelas aku juga memikirikan space di dalam mobil juga. Perjalanan aku kali ini memakan waktu total 7 hari (5 - 11 Juni). Atasan buat Aidan 10 baju dan bawahan 4 celana. Untuk baju tidur 5 pasang. Khusus buat Adek , atasan 8 dan bawahan 4 buah. kemudian ada 3 dress dan 5 baju tidur. Untuk mereka cukup 1 tas jinjing. Aku juga sempat cuci baju dua kali saat mudik kemaren jadi membantu sekali mengurangi baju kotor (sisanya gak sempat nyuci karena full acara). Khusus buat aku cukup satu koper kecil. 
  • BAWA OBAT OBATAN. Beneran ini ternyata kepake sekali. Aku merasa aman dan nyaman kalo udah lengkap bawa obat obatan di jalan. Karena perjalanan cukup jauh dan belum tentu menemukan apotik dan obat yang dibutuhkan. Ternyata bener selama disana anak anak sempat sakit karena kecapean dan rumah sakit cukup jauh. Jadi harus ke pusat kota yang lumayan memakan waktu. Apa saja yang aku bawa? Prospan, Betadine Antiseptik Skin Cleanser, Autan Kids, Inerson, Azkia Minyak Telon/Minyak Pijet, Ottopan Paracetamol, Caladine, Lalabee Calm and Rescue Balm, Minyak Angin Caplang, Termometer, Vitamin anak, Vitamin Ibu, Minyak Karo hitam dan Air Kuning.
  • JANGAN LUPAKAN SNACK. Yang namanya bawa anak tentu selain obat obatan, snack berperan penting. Biar happy dan mamak pun tenang dijalan dengan anak anak kenyang. Tentu yang dibawa snack yang anti ribet. Biasanya aku membawa susu kotak, roti dan kue,  cookies, keju slice/batangan yang kecil. Selain itu sebelum road trip aku masakin sosis dan nugget agak banyak. Karena yang ngemil bukan hanya anaknya, tapi juga emaknya.  Untuk roti/kue beli sekalian yang besar karena belum tentu selama perjalananan bisa berhenti atau ada toko roti. 
  • MAINAN DAN BUKU. Aku baw mainan dalam kotak kecil dengan size kecil pula agar muat dan gak tercecer. Tnetu bentuknya kayak miniatur boneka atau mobil mobilan. Karena tahu bakal ke pantai maka dibawakan juga sekop dan ember pasir. Ada juga dua buku yang aku bawa buat bacaan dijalan. Ini semuanya aku masukin ke tote bag besar sekalian dengan snack jadi gak bingung dijalan. 
PENGALAMAN MUDIK (MEDAN-PADANG) 

 Kami memulai perjalanan tepat di hari Lebaran jam setengah 8  pagi. Saat itu jalanan lumayan sepi karena orang-orang sudah bergegas ke mesjid/sudah sampai di Mesjid untuk melaksanakan solat Ied. Kebetulan saya sedang berhalangan solat, tapi buat yang lainnya terpaksa merelakan karena mengejar jalanan sebelum macet lebaran. Terasa mellow di hati karena lebaran kali ini kurang lengkap, tapi ini satu perjalanan baru buat aku. Road Trip Medan-Padang mengambil jalur dari Siantar.

Jalanan smooth sekali dan cuaca saat itu lagi bersahabat. Kami nyampai di Siantar tepat pukul 10 pagi. Wow cepat juga ya. Haha. Kami berenti makan di mesjid tapi lupa daerahnya apaan karena waktu sudah menunjukkan jam setengah dua belas. Makan hasil racikan emak yang bontot karena tau pada tukang makan semua. Setelah itu kami melewati Rantau Prapat dan melihat Danau toba. Biarpun cuma lewat doank tapi sudah seger liat pemandangan begitu Terakhir aku ke Danau Toba pas awal kuliah juga, jadi sudah lama banget itu.Jalanan masih smooth dan belom macet sama sekali jadi aman.


Memasuki daerah Tapanuli aku udah merasa gak enak badan. Jalanannya lumayan jelek dan banyak kelok keloknya. Apalagi sebelahnya jurang dan hutan. Daerah nya pun asing dan gak friendly dari segi makanan. Karena restoran yang halal sangat susah didapatkan. Jalanan juga berdebu dan rumah jarang jarang. Alhasil aku muntah saat mau memasuki Sipirok. Berhenti sebentar di Alun Alun Sipirok buat makan sate padang pinggir jalan dan solat. Setelah itu nenggak antimo anak buat istrirahat karena aku mabok.

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat dan hotel susah banget di dapat. Harus pergi ke pusat kota. Setelah mencari dan mencari terus dan kami sudah kelelahan, tepatnya di daerah Maindailing Natal menemukan Anugerah Hotel. Hotelnya berbentuk rumah besar bertingkat dua lantai. Harga per kamar 250 ribu tidak pake breakfast. Tempat tidurnya biasa saja tapi untung ada disediakan kipas angin/air conditioner. Kamar mandinya sempit dan kurang bersih. Tapi karena udah capek dijabanin dahulu buat recharge energi.


Esoknya kami pun melanjutkan perjalanan kembali. Setelah melewati Kotanopan, kami pun sudah memasuki perbatasan Sumatra Utara - Sumatra Barat. Sudah mulai merasa tenang karena sudah kelihatan aroma khas sumbar nya. Haha. Pengen cepat cepat aja ini nyampe kampung halaman dan rebahan Karen asli badan pegel semua biarpun hati masih happy melihat tempat tempat baru yang belom pernah dijelajahi sebelumnya.



Nyampe ke Bukit Tinggi sekitar jam 4 sore dengan ditemani rintik hujan. Lega rasanya kalo sudah nyampe situ dan kami pun  memutuskan singgah sebentar untuk makan di warung pinggir jalan. Rame pol karena masih suasana lebaran. Tentu makan di pinggir jalan hanya mengeluarkan kocek 100 ribuan dengan menu mie rebus, nasi padang, teh talua (teh susu telor) untuk bertujuh bersama anak anak.  Tidak menunggu waktu lama dan gak sempat explore Bukti Tinggi karena sudah pengen cepat cepat nyampe rumah. Beneran Bukit Tinggi macetya gak nahan. Padet pengunjung dan tempat oleh oleh selalu ramai. Ujung ujungnya nyampe ke tempat tujuan jam 10 malam. Sungguh perjalanan melelahkan Sahabat. 





Total perjalanan mudik Medan-Padang memakan waktu dua hari karena pake menginap dahulu dan termasuk slow rider. Jadi banyak tahu pelosok Sumatra Utara dengan road trip begini. Next, aku bakal jelasin wisata yang sempat aku datangi dan juga perjalanan arus baliknya ya. :D






Sabtu, 27 April 2019

Moment #AyoHijrah Berani Lebih Baik bersama Bank Muamalat Indonesia


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka" - TQS Ar.Rad [13]:11

Surah Al Quran di atas menjadi cambuk buat aku pribadi untuk merubah diri. Mengganti keluhan menjadi bara api semangat . Mengganti lelah menjadi lillah. Mengganti tulisan menjadi langkah untuk memberikan manfaat kepada orang banyak dan diriku sendiri. Dan menjalani hari dengan terus berupaya memperbaiki diri. Susah nggak? Ya jelas susah. Apalagi tipikal orang seperti aku yang susah sekali buat fokus dan konsisten. Dan terkadang banyak mengeluh ini dan itu. Huh.

Semuanya berawal tahun 2017 akhir saat aku baru melahirkan anak kedua. Tepatnya bulan November 2017. Sempat termangu saat habis menidurkan anak dan bertanya "Apakah langkahku harus terhenti? Bagaimana caranya supaya tetap berkarya?" Pertanyaan itu begitu menganggu, karena jujur aku merupakan perempuan yang senang bergerak dan sama sekali tidak terpikir menjadi stay-at-home mom. Bahkan dulu sebelum menikah, aku sempat berdiskusi dengan pacar (sekarang suami) dan ngasih pernyataan begini "Jangan diharapin aku diem dirumah ya hon karena aku mau kerja kantoran terus". Haha. Diingat ingat kadang lucu juga bahwa jalan hidup memang tidak terbayangkan.

Saat itu aku memang niat menceritakan kisah melahirkan anak kedua  melalui blog yang sudah lama tak tersentuh. Padahal blog ini sudah dibangun dari tahun 2009. Niat memulai bercerita karena minimnya informasi di kota tempatku menetap. Apalagi perihal rumah sakit dan pelayanan yang diberikan. Setelah menulis cukup panjang dan membaca ulang, aku merasa lega yang teramat sangat. Dari situ menjadi turning point aku untuk terus ngeblog.  Bahwa aku bisa produktif di rumah. Aku punya tujuan baru untuk menjalani hari hari yang berjauhan dengan suami dan menulis adalah langkah aku untuk melanjutkan hobi yang sudah lama terpendam dan juga therapeutic.

Aktif menulis blog adalah salah satu momen #AyoHijrah aku. Dan ternyata aku bisa menjalani selama hampir dua tahun hingga sekarang.  Berbagai topik aku angkat baik beauty, lifestyle, maupun personal journey. Konsisten untuk selalu ada postingan minimal seminggu sekali. Niat belajar tata bahasa atau menemukan gaya bercerita agar pembaca betah berlama lama nangkring di blog aku. Sejatinya itu adalah belajar tanpa henti.  Dari mulai blog walking, diskusi sama sesama blogger, dan mencoba langsung. Tak pelak kadang selalu ada trial dan error. Bahkan writer block pun sering kualami. Tapi perjalanan menulis hingga sekarang membuka banyak jendela kesempatan. Bahwa rezeki bisa datang dari pintu mana saja.

Salah satu yang paling menyentuh selama aku memulai ngeblog lagi adalah ada beberapa orang email atau message bahwa merasa tersentuh akan cerita maupun ingin diskusi lebih lanjut. Seringnya topik personal journey/lifestyle .Tentu hal ini membuat perasaan hangat karena ternyata tulisan aku dihargai dan dibaca.


Langkah berubah lebih baik tentu termasuk dalam financial planning. Sudah lama memimpikan  ingin menginjak ke tanah suci suatu hari nanti. Kepengennya saat tubuh masih kuat dan anak anak masih sekolah/kuliah. Di pertengahan tahun 2018, berbekal dari chatting panjang dengan sahabat aku yang telah menggunakan bank syariah, mulailah tergerak untuk membuka Tabungan Haji di Bank Muamalat Indonesia . Setelah berdiskusi cukup panjang dengan suami mengenai impian kami, tepatnya bulan May 2018, kami melangkahkan kaki ke cabang terdekat di Jalan Sudirman Medan.

Saat memasuki pintu depan, kami disambut dengan senyum dan langsung menanyakan keperluan kami. Tidak perlu menunggu lama, kami pun langsung disambut oleh bagian staff customer service dan menanyakan tentang Tabungan iB Hijrah Haji dan Umroh. Penjelasannya runut dan informatif mengenai manfaat yang akan kami terima. Kami pun memulai langkah awal dengan membuka Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah sesuai dengan budget yang kami miliki. Dengan berkonsep akad, maka resmilah kami memulai tabungan ini.

Setoran awalnya hanya Rp 50.000 dan syarat membuka tabungan hanya KTP dan NPWP. Tidak dikenakan biaya admin saat kita transfer dana ke Tabungan Haji.  Kami atur budget perbulannya sistem transfer.  Tidak banyak,  tapi kami merasa puas bahwa satu niat sudah menuju selangkah lebih nyata.

Tabungan Haji ini nominalnya disesuaikan dengan kemampuan nasabah yang bersangkutan. Cara pengisian dana ke rekening bisa melalui autodebet, transfer, atau setor ke cabang Bank Muamalat langsung. Dan kita pun bisa mencetak buku tabungan untuk mengetahui sejauh mana tabungan yang kita bangun.  Sebagai tambahan, Tabungan ib Hijrah Haji dan Umroh ini tidak pakai atm ya. Jadi lebih aman dan pasti. Pas sekali dengan kebutuhan aku.

MENGAPA MEMILIH BANK MUAMALAT INDONESIA?
  • Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah nya.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memilki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti Mobile Banking, Internet Banking Muamalat dan jaringan ATM dan Kantor Cabang hingga ke luar negeri.
  • Salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH), yang terdaftar di SISKOHAT Kementerian Agama Republik Indonesia.
  • Praktis tidak perlu membawa uang tunai berlebihan. Saat berangkat ke tanah suci, nasabah akan mendapatkan pilihan kartu Shar-E Debit Muamalat. Kartu tersebut bisa digunakan untuk transaksi ATM dan pembayaran belanja di seluruh dunia melalui jaringan ATM Bank Muamalat, ATM Plus/Visa, ATM Bersama, ATM Prima, MEPS dan merchant Visa
  • Suvenir eksklusif berupa perlengkapan haji.
  • Nasabah berkesempatan mendapat hadiah umrah bebas biaya (program Rezeki Haji Berkah) selagi menunggu keberangkatan haji selama periode program berlangsung.

APA ITU #AYOHIJRAH ?
Sesuai dengan arti dari Hijrah yang bermakna untuk “lebih baik” maka #AyoHijrah adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama selalu meningkatkan diri ke arah yang lebih baik dalam segala hal. Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan kita dengan Sang Pencipta, tapi juga merupakan jalan hidup (way of life) sehingga #AyoHijrah juga mengajak untuk menjalani hidup sesuai tuntunan Islam yang baik dan berkah.

Bank Muamalat Indonesia sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia mencoba memperluas fungsi, dari yang sebatas penyedia layanan perbankan syariah, menjadi agen penggerak semangat umat untuk terus-menerus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (kaffah). Jadi tidak hanya berhijrah secara ibadah, tapi juga dalam hal mengelola keuangan. Dengan #AyoHijrah diharapkan ada peningkatan kualitas diri, baik secara individu maupun organisasi, untuk semakin kaffah menjalankan syariat Islam, khususnya dalam konteks layanan perbankan syariah - Bank Muamalat Indonesia

Sudah hampir setahun menjadi nasabah di Bank Muamalat Indonesia dan sejauh ini aku cukup puas dengan pelayanan dari perbankan syariah yang sudah lama berdiri ini. Semoga bisa terus konsisten. Jadi apa momen #AyoHijrah mu?


BANK MUAMALAT INDONESIA
www.bankmuamalat.co.id
Facebook :BankMuamalatIndonesia
Instagram : @Bank.Muamalat


Sabtu, 23 Maret 2019

TENTANG BELAJAR REHAT SEJENAK

"Sebuah pengingat di kala saya lupa.
Sebuah pelajaran yang bisa saya ambil.
Bahwa untuk dapat berlari kencang, perlu mundur beberapa langkah.
Seperti busur panah. Menarik ke belakang untuk melesat jauh kedepan". 


DUA HARI LALU, 22 MARET

Adalah dimana saya merasa teramat capek. Seluruh energi terkuras secara fisik dan mental.
Saya kelimpungan menghadapi dua anak yang jaraknya tidak terlampau jauh.
Yang sama sama demanding, sama sama belajar emosi, sama sama menuntut bahwa Ibu hanya punya mereka.
Saya yang saat itu banyak 'project' baik buat Amelie yang sebentar lagi ada fashion show maupun ambisi saya sendiri. Terlalu banyak kerjaan yang harus diselesaikan padahal sudah di list ini itu.
Tapi saat itu, saya merasa sesak napas. Saya rindu kepada suami yang jauh disana sementara saya sedang mencoba menahan emosi.
Akhirnya semua tumpah. Saya menulis jurnal sembari menitikkan air mata dalam diam.
Saya terisak berkali kali.
Badan saya tidak punya tenaga lagi. Saya hanya diam sembari menatap dua anak yang sedang main air.

Sebuah titik dimana saya merasa mental breakdown. Saya tumpahkan semua di jurnal dan curhat ke pak suami.
Seperti biasa, pak suami selalu mendengarkan segala keluh kesah saya.
Saya bertanya ke dia sambil menangis "Apa ibu ada salah? Ibu takut ada yang miss sama Ibu makanya anak anak demanding begini. Ibu capek sebadan badan "

Jawaban pak suami "Ibu nggak salah.Anak anak nggak salah. Ini memang masa mereka belajar. Mereka hanya rindu Ibunya. Rindu ibu yang nggak selalu mikirin kerjaan.Nanti ayah pulang, ibu istirahat ya.Biar ayah yang jagain anak anak"
Perkataan itu menohok saya dalam. 
Saat malam sehabis menidurkan anak, saya berpikir dalam gelap. 
Saya butuh rehat sejenak.

BELAJAR REHAT SEJENAK

Suami pernah ngomong waktu saya sudah mulai terlalu sering menulis, "Apa yang mau dikejar? Atur waktumu. Sisipkan waktu untuk istirahat. Dulu sebelum kegiatan blog ini, bebi terbiasa tidur cepat. Kenapa nggak dilakuin lagi. Sesekali"

Sempat waktu suami ngomong gini, hati membantah. Tapi ternyata aku tipikal yang harus 'kena batu' nya dulu baru paham. Ternyata semua sesak napas dan kelelahan ini, karena aku tidak memberikan diri aku rehat sejenak dalam waktu lama. Sekedar menatap pepohonan atau bercengkrama dengan anak tanpa harus berpikir ini itu di kepala. Just take it slow. Inhale exhale.

Kemarin siang, berbekal ijin suami dengan impulsif nya saya keluar mengajak anak saya yang paling kecil. Sebelumnya saya meminta iin juga ke Aidan. Pergi ke toko buku dan melihat lihat deretan buku. Mata saya happy dan memboyong satu buku yang sudah lamasaya incar. Saya sempatkan minum kopi dan bermain sama anak saya sembari melihat sekeliling selama satu jam. Bahwa ternyata saya rindu seperti ini. Keluar dari 'rutinitas' yang seakan tak ada habisnya. Mengendurkan sedikit kelelahan saya dan pulang karena rindu sama Aidan yang saya titip ke mertua. 

Saya mengukuhkan janji untuk lebih perlahan dimulai saat suami pulang nanti. Untuk quality time.Untuk tidak sering memegang gadget, being present. Belajar tidak semua harus dilakukan dalam satu waktu. Tidak ada yang salah jika libur sejenak. Untuk kembali mengenal dirimu. Untuk lebih bonding dengan anak dan suamimu. Untuk memahami bahwa hidup harus dinikmati.

SEBUAH SURAT CINTA BUAT PARA IBU


Setiap ibu, siapapun itu baik ibu rumah tangga maupun ibu pekerja butuh waktu istirahat.
Sekedar bernapas perlahan tanpa buru buru mengerjakan tugas. 
Sekedar meregangkan kaki tanpa takut di judge ibu yang pemalas.
Sekedar memandang ke luar untuk tahu bahwa hidup patut disyukuri  apa adanya.
Pandangi anakmu, bahwa terkadang dia butuh Ibunya dibalik peran superhero yang kau sandang. 
 
Bu, sudah terlalu sering kamu berjuang. Tenangkan hati.
Kamu gak harus selalu terlihat kuat.
Semua gak harus terjadi sesuai rencana. Yang kamu takutkan belum tentu terjadi
Rehat sejenak, lepaskan bebanmu.
Bu,tumpahkan semua. Tumpahkan segala gundahmu. 
Dengan isak tangis. Kamu perlu itu.
Bahwa sesekali menangis adalah manusiawi .Kamu bukan robot.
Tidak perlu takut mengeluh saat kamu capek. Kamu perlu itu. Perlu didengarkan.
Anakmu butuh ibu yang bahagia. Butuh ibu yang bermain bersama mereka. Kamu dan mereka butuh tertawa bersama.

Kesampingkan sebentar segala macam ambisi mu.
Bonding sebentar bersama keluarga.
Kamu tidak akan ketinggalan apa apa. 
Jangan takut tidak akan melesat berlari jika ketinggalan beberapa langkah. 
Yakinlah , setelah semua itu kamu akan mendapat energi dan perspektif baru. 
Bahwa hidup terkadang harus dilalui perlahan, dibalik hingar bingar mimpi untuk dikejar.
Kamu tidak sendiri Bu.
Istirahatlah sejenak.
Kamu butuh itu.
Tidak apa, besok kita coba lagi mengejar mimpi.




Kamis, 07 Februari 2019

TIPS LENGKAP MEMBAWA BALITA NAIK PESAWAT



Liburan merupakan kebutuhan ya sahabat. Bahkan pulang ke kampung halaman pun sudah jadi hal yang ditunggu tunggu. Terutama jika sudah mempunyai anak, tentu jadi tantangan sendiri. Tak terasa lebaran dalam hitungan bulan, sudah mulai donk prepare tiket pesawat buat mudik atau ke kota yang sudah lama diimpikan. Punya bayi atau balita adalah hal yang menegangkan jika ingin membawa mereka pertama kali naik pesawat. Karena transportasi ini adalah moda yang riskan membuat anak mudah bosan karena ruang lingkupnya terbatas untuk bergerak . Betul nggak? 

Kalo naik bus atau mobil pribadi, tentu banyak yang dilihat di sepanjang jalan dan bisa berhenti rehat sejenak jika anak mulai rewel. Berbeda dengan pesawat yang mengharuskan kita untuk stay di tempat selama jam penerbangan. Suasana asing, perubahan tekanan udara, banyaknya penumpang lain, dan ruang gerak yang terbatas  adalah hal yang memicu anak menjadi rewel dan tidak nyaman.

Bagi sebagian orang tua termasuk saya, membawa bayi bahkan balita menyita pikiran juga. Kita pengennya bisa menjaga mood anak selama di atas dan tidak menganggu orang di sekitarnya. Namanya anak anak mood nya kan susah diprediksi, makanya perlu persiapan matang sebelum naik pesawat. Berbekal dari pengalaman saya sudah pernah beberapa kali bawa Aidan menaiki pesawat saat masih bayi dan pengalaman terbaru membawa dua balita sekaligus  terbang ke Aceh, berikut saya jabarkan tips yang bisa Ibu ibu contoh ya, semoga bisa diterapkan beberapa diantaranya. 


PILIH PENERBANGAN PAGI ATAU BERDEKATAN DENGAN JAM TIDUR NYA.



Penerbangan pagi  yang paling sering aku pilih jika membawa anak. Penerbangan pagi adalah waktu terbaik karena mood penumpang lain dalam keadaan segar sehabis mandi dan baru memulai hari. Jadi jika pun anak kita crancky, penumpang yang lain masih maklum. 
 
Jika dapat penerbangan pagi banget yang mengaruskan sampai ke Bandara setelah subuh berikut ada caranya. Contoh, ketika kami sekeluarga pergi ke Aceh tahun lalu dapat jam terbang pukul 8 pagi yang mengharuskan kami sampai di Bandara paling lambat jam 6 pagi (karena waktu check-in 1.5 jm sebelum keberangkatan).

Anak anak tidak kami mandikan, hanya mengganti baju bersih dan lap pake kain hangat.  Tujuannya agar badannya nggak kaget dengan mandi terlalu pagi, yang bisa menimbulkan mood jelek. Karena saat itu kami bergerak dari rumah menuju Bandara sehabis subuh agar meminimalisir keterlambatan.  Alhamdulillah pilihan jam terbangnya pas dengan waktu tidur adek, jadi sepanjang perjalanan tidur dan bisa focus memperhatikan Abang saat itu. Pemilihan waktu 2 jam sebelum keberangkatan juga ada baiknya loh. Karena waktu nya santai jadi bisa membiasakan anak dengan lingkungan Bandara sebelum naik ke pesawat.

Untuk penerbangan jarak pendek, kalau bisa jangan sore atau malam, yang mana memang waktu istirahat. Alasannya penumpang lain sudah dalam keadaan capek, melihat anak kita yang crancky juga sangat menganggu mereka. Bikin keadaan tidka kondusif dan kita sebagai orang tua makin salah tingkah melihat anak yang rewel. Malam juga waktu istirahat kan buat anak anak. Kecuali penerbangan jangka panjang, waktu yang terbaik adalah sore atau malam hari.

Jadi pastikan penerbangannya dalam jarak pendek atau panjang agar bisa diatur waktu keberangkatan yang pas buat si Kecil. Tujuannya untuk menjaga mood si Kecil, orang tua, juga kenyamanan penumpang lain.
 
 
LIST BARANG HAND CARRY  DALAM PESAWAT

Ibu- Ibu kalo keluar rumah beberapa jam saja, isi tasnya pasti penuh dengan printilan si kecil. Kalo  bisa seluruh isi lemari dibawa. Haha. Berbeda dengan Hand Carry di pesawat atau tas tentengan kita, perlu di perhatikan isinya dengan seksama. Karena tas yang terlampau berat, akan menghambat gerak kita di Bandara yang notabene harus berjalan lebih cepat sambil menggendong anak.  Terlampau sedikit, resiko ada barang tertinggal padahal cukup penting untuk dibawa . Usahakan selalu dalam satu tas ya agar bebas melangkah dan tidak tercecer.

Karena sudah kebiasaan, tas tentengan pun selalu aku buat list di note kecil. Biasanya aku buat sehari sebelum keberangkatan, bisa di double-check malam hari begitu semua sudah di packing.
Berikut barang yang saya masukin ke hand carry dan pastinya ada  beberapa  item yang sering banget kita bawa :

  • Earmuff.  Ini sangat penting menjaga telinga bayi tetap nyaman selama penerbangan. Karena tekanan udara yang drastis dapat membuat pendengarannya sakit bahkan nyeri. Earmuff gunanya agar menjaga mood bayi tetap nyaman,. Jikalau tidak tersedia, bisa digantikan dengan cara disusukan saat take off bagi bayi yang masih asi, penggunaan kapas yang disumbatkan ke telinga, atau mengunyah snack yang kita bawa. Selain itu pelukan jugamembuat si Kecil nyaman.
  • Snack dan perlengkapan minum.. Bisa buah, homemade food, atau biscuit kesukaan si kecil. Gunanya menjaga bayi atau balita tetap sibuk ditempatnya dan mengurangi faktor tekanan udara dengan mengunyah.  Jangan lupa air mineral dan susu. Karena yang namanya anak anak, kalo perut kenyang tentu dia tenang. Asalkan pilihan snack nya gak bikin dia sugar rush ya. Jadi kalo bisa hindari permen. 
  • Buku bacaan dan mainan. Beberapa kali penerbangan aku selalu siapkan buku bacaan, stiker book, dan mainan kecil seperti mobil mobilan buat abang. Jadi bisa stay beberapa saat sambil bonding dengan anak. Khusus buat adek saat itu berumur 6 bulanan ada mainan teether dan boneka.
  • Tissue basah, tissue kering, baju ganti, selimut kecil, diaper, minyak telon, topi
  • Obat obatan. Ini penting buat pesiapan di hand carry. Biarpun didalam pesawat juga menyediakan kebutuhan medis, tapi tidak ada salahnya membawa untuk jaga jaga. Biasanya aku bawa paracetamol, vitamin, obat mabuk khusus anak jika diperlukan. 
  • Dompet, charger, kamera pocket. Barang paling krusial jadi usahakan sebelum berangkat periksa dahulu agar menjaga kenyamanan. Gak enak donk udah nyampe bandara ternyata dompet ketinggalan. Pastinya selalu ada tanda pengenal. Bawa cash seperlunya.

3.       AFFIRMASI POSITIF

Anak sudah mengerti sebenarnya apa yang kita ucapkan. Dulu, ketika Aidan berumur 3 bulan pertama kali terbang menuju Palembang. Pemilihan umur anak juga penting. Alasannya karena umur 3 bulan adalah masa Aidan sudah cukup ‘kuat’untuk berkenalan dengan kondisi baru, yang bagi bayi adalah langkah besar. Ada baiknya berkonsultasi dahulu dengan DSA  kapan waktu terbaik untuk mengajak bayi terbang pertama kali.

Seminggu sebelum keberangkatan  pertama kali, aku selalu mengajak cerita ke Aidan bahwa kami akan melakukan perjalanan jauh. Cara ini memberikan suggest ke diriku sekaligus Aidan untuk anteng selama perjalanan. Begitu terus setiap hari sampai tiba waktunya. Tujuannya supaya anak dan ibu saling mengerti dan  ibu punya ‘bekal’ yang cukup untuk mentalnya membawa anak. Percayalah  ternyata sangat manjur loh.

Kebiasaan itu terus aku terapkan saat membawa dua  balita liburan ke Aceh tahun lalu. Dari jauh hari, ayah dan ibu sudah memberikan pengarahan akan tempat yang kami tuju. Terus ayah dan ibu sudah punya pembagian tugas yang jelas dan saling menjaga mental satu sama lain. Jadi yang namanya travelling bukan hanya tugas ibu saja loh untuk ngajak main atau menenangkan, ayah punya peranan yang sama juga. Biar jalan jalannya aman dan nyaman. Sukses loh penerbangan pertama kami membawa dua balita tahun kemaren. Alhamdulillah.
 
PERSIAPKAN TUBUH SEBELUM BERANGKAT

Yang namanya keluar kota, bahkan melakukan perjalanan dengan pesawat, tentu membuat anxious. Apalagi kita bawa balita. Penting menjaga kesehatan sebelum berangkat supaya tetap prima dan aktif. Suka gak tega kan kalo liat anak sakit pas hari keberangkatan. Pasti orang tua dua kali lebih capek dari biasanya.  

Lebih baik menghindari hal tersebut dengan cara menjaga asupan beberapa hari sebelum keberangkatan. Jikalau sakit pas hari H , pastikan membawa obat dan vitamin agar cepat memulihkan daya tahan tubuhnya. Bukan hanya anak saja ya, orang tua juga penting memperhatikan asupannya. 
 
4.     
  TETAP TENANG DAN HAVE FUN



Yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah orang tua harus tetap tenang menjaga emosi selama penerbangan. Karena anak anak bisa sekali merasakan kalau kita panik, yang membuat suasana makin runyam. Usahakan datang ke bandara lebih awal dari waktu keberangkatan. Karena waktu yang santai bisa kita pergunakan untuk bonding dengan si Kecil dan mengenalkan lingkungan Bandara. Karena suasana yang santai tanpa tergesa gesa, mempengaruhi mood satu anggota keluarga loh.

Membawa bayi atau balita membuat kita deg degan emang, tapi jangan stress bahkan sampai menyita pikiran. Dulu aku awal awal bawa Aidan, sempat loh mau batalin karena udah panik duluan. Tapi setelah diskusi dan belajar , ternyata mood orang tua yang paling penting dahulu. Anak anak pasti ketularan deh.

Selalu usahakan ajak anak ngobrol saat di pesawat, untuk menghindari mereka bosan. Sesekali bisa ajak anak ke lorong jika sudah mulai ada tanda tanda rewel. Penumpang lain pasti mengerti, asal kita sebagai orang tua yang memegang kendali. Apakah Aidan atau Nayla pernah nangis kejer? Alhamdulillah belom pernah sama sekali bahkan waktu Aidan masih Bayi. Hanya  merengek kecil  minta susu karena sudah ngantuk. Kalo Nayla karena baru sekali, sukses di percobaan pertama tidur sepanjang perjalanan.

Last but not least, have fun and enjoy the trip.Nah, itu tips membawa bayi atau balita naik pesawat. Semua berdasarkan pengalaman yang sudah pernah aku terapkan. Ambil yang baiknya ya Mommy dan nikmati  perjalanan bersama keluarga.







© Natrarahmani
Maira Gall