Sabtu, 07 Juli 2018

SETANGKUP KISAH DI SABANG PART 1 : CASA NEMO RESORT

kenangan di sabang

Tulisan ini sudah tersimpan lama selama dua bulan di draft. Kali ini saya share dua bagian ya. Trip banda aceh - sabang dilakukan di 4-7 Mei 2018 kemaren, Tapi kenangannya masih bikin senyum dan terpatri janji di hati bahwa akan kembali lagi suatu hari nanti. Untuk bagian Banda Aceh nya silahkan di lihat disini ya LIBURAN SARAT MAKNA : BANDA ACEH .

Seperti di post terdahulu tentang trip lengkap selama di Banda Aceh, maka hari kedua kami bersiap untuk pergi ke Sabang dengan kapal cepat. Dari jauh hari, saya sudah sibuk cari informasi lewat google untuk jam keberangkatannya. Sempat deg degan takut kalo ada perubahan jadwal. Karena mikirin anak anak yang bakal cranky dan hotel yang sudah book dari jauh hari. Kami berangkat dari hotel Grand Nanggroe sekitar pukul 08.00 pagi WIB setelah selesai sarapan. Untuk pergi ke pelabuhan Ulee Lhuee, kami sudah booking gocar yang sehari sebelumnya kami berkenalan. Alhamdulillah dapat driver yang baik banget dan nggak pelit ngasih info sekitaran Aceh.
kapal express bahari sabang
Express bahari

Perjalanan ke pelabuhan lebih kurang memakan waktu setengah jam. Saat itu waktu menunjukkan pukul setengah sembilan pagi. Matahari bersinar cerah dan saya tersenyum karena cuaca sedang bersahabat.  Sesampainya di sana, saya langsung menuju counter tempat pembelian tiket kapal cepat Express Bahari dari pelabuhan Ulee Lhuee (Banda aceh) - Balohan (Sabang). Alhamdulillah jadwalnya keburu dan kita lega. Untuk informasi, setiap kapal  yang berangkat  menuju/balik Sabang ditentukan oleh cuaca. Jika cuaca lagi nggak bagus, mereka akan menunda keberangkatan. Bahkan berangkat lebih cepat dari perkiraan. Jenis kapalnya ada dua yaitu Kapal Cepat atau Kapal lambat.

Untuk kapal cepat perjalanannya memakan waktu 45 menit, sedangkan Kapal Lambat memakan waktu selama 2 jam. Nah bagi kamu yang naik mobil bisa naik Kapal Lambat ya dan biasanya ini antrinya lumayan. Untuk harga tiketnya sendiri berbeda beda bergantung pada jenis kendaraan yang kamu bawa. Baik Kapal cepat maupun kapal lambat dalam sehari melakukan dua kali angkutan.
express-bahari-sabang

Untuk Kapal cepat dioperasikan oleh pihak swasta dan hanya mengangkut penumpang saja. Harga tiket kapal cepat Express Bahari  Rp 80.000/ orang untuk kelas Eksekutif Dewasa dan untuk anak anak dibawah 5 tahun dikenakan biaya Rp 10.000/orang. Jadi trip kami total dua orang dewasa dan dua anak jumlahnya Rp 180.000.  Jadwal keberangkatan Express Bahari jam 10.00 pagi. Suasana pelabuhan  saat itu lumayan padat pengunjung. Pas banget bertepatan hari Sabtu. Banyak juga yang dari Banda Aceh berpelesiran ke Sabang balik hari. Jadi pergi pagi dan pulang di sore hari. Kalau kami akan menghabiskan waktu di Sabang selama dua malam. 

Kami berempat excited sekali, karena pertama kali naik kapal dan harus bawa anak anak serta satu koper besar. Maintaining the kids always tricky part. Di backpack ( masih masing bawa) kami udah prepare segala macam snack, susu, mainan, buku, dan peralatan tempur untuk anak anak. Supaya mereka tetap nyaman, gak bising, dan gak mengganggu orang lain.
pelabuhan balohan sabang


Sebelum naik kapal kita udah kasih pengertian ke Aidan (anak pertama) bahwa harus jadi anak baik dan Andira (anak kedua), saya susuin terlebih dahulu sebelum naik ke kapal karena memang sudah jam tidurnya. Alhamdulillah dua duanya anteng.  Aidan sempat melihat kapal dan nanya ini itu. Udah gak kuat ngantuk akhirnya dia tertidur juga. Jadi ayah ibunya punya waktu buat cerita cerita sambil ngemil snack yang selalu kami bawa. Iya kami sekeluarga emang tukang makan. Express bahari terdiri dari dua tingkat dan jenisnya sesuai dengan kelas yang kita ambil. Seatnya untuk Executive pas pasan space nya dan tiap lorong juga sempit. Tapi masih nyaman untuk duduk. Tersedia TV plasma di dalam kapal.

Tepat jam 11 kurang kami sampai di pelabuhan Balohan Sabang. Sebenarnya udah prepare sebelum berangkat untuk booking mobil selama dua hari tanpa supir (karena suami bisa bawa mobil). Setelah ditelpon berkali kali, tak kunjung diangkat. Padahal kemaren sehari sebelumnya saya sudah ngasih schedule kalo kami besok sampe sekitar jam 11. Saya kesel dengan tipe beginian. Akhirnya suami nenangin dan  kita cari penyewaan mobil lain yang banyak banget di pelabuhan Sabang. Rate nya 300 ribu/ hari tanpa supir. Mobilnya kijang warna hitam. Sesaat saya lupa sama keselnya tadi dan mengingatkan bahwa ini ya seninya travelling. Ada aja yang bikin gedek tapi harus disyukuri bahwa kami bisa sampai sejauh ini.

CASA NEMO RESORT, SABANG

view-casanemo-resort-sabang
view from our room

Pemilihan hotel sudah saya persiapkan dari bulan Februari dari hasil searching google. Jatuh cinta dengan resort ini. Namanya Casa Nemo Resort yang lokasinya berada di Pantai Sumur Tiga, Sabang. Perjalanan dari Pelabuhan ke Hotel hanya memakan waktu 25 menit. Kita hanya mengandalkan maps dan niat kuat buat ngebolang. Jujur saya bukan tipe kalau travelling pake supir yang diambil dari luar. Kesannya saya gak bebas ngapa ngapain dan nggak personal. Biarpun ya resikonya ada kita muter muter nyari hotelnya karena maps nya ngawur.

Sabang telah mencuri hati saya, saat perjalanan ke resort pemandangan yang disajikan adalah hamparan laut beserta pohon pohon kelapa tinggi. Ya Allah benar benar cantik. Pengen nyebur rasanya langsung karena memang sebagus itu dan berkali kali bersyukur karena bisa kesini. Sesampainya di Casa Nemo Resort, kami langsung disambut dengan pelayanan yang ramah dan helpful. Di bagian Receptionist, berderet beberapa penghargaan yang diterima oleh resort ini. Pemiliknya asli orang aceh tapi menikah dengan kewarganegaraan Swedia. Makanya Casa Nemo ini apik. Perpaduan modern touch dan ethnic.
casanemo-resort-sabang

Kamar kami bernama Tiberan yang letaknya di atas. Rate kamar kami Rp475.000/hari include breakfast. Saat masuk ke kamar ,  interiornya menyajikan  ornamen kayu dan sentuhan tirai putih di sisi tempat tidur. Ini mah emang resort buat honeymoon kayaknya, jadi berasa nyesal kenapa lah kita baru ngelaksanain trip ini pas sudah punya anak dua. Ada ayunan gantung disiapkan tiap kamar. Selain itu terdapat kulkas, dispenser, kopi dan teh. Kamarnya pas buat kami berempat, tapi deg degan harus mantau anak karena kami letaknya di atas. Takut mereka jatuh.
casanemo-resort-sabang

Casa Nemo ini daerahnya lumayan berbukit ya, tapi disediakan tangga batu yang lumayan ngos ngosan kalo dari bawah-atas. Sekelilingnya berderet tanaman dan bunga cantik. Betah berlama lama mandangin tempat ini. Dengan pemandangan lau didepan mata, pasir putih dan tanaman yanga sri asri bikin mata jadi fresh. Benar benar liburan.

Restaurannya  ada dua yang letaknya di bawah. Dengan view langsung ke private beach dan lampu gantung yang ciamik. Keseluruhan area bersih dan nggak bising. Hanya terdengar suara laut dan burung. Subhanallah. Saya pengen lama lama disini, karena saking cantiknya tempat ini. Disini juga ada live music yang diadakan menjelang weekend dan leatknya dekat pantai. Cas Nemo ini pantainya terbaik untuk snorkling.

Sempat kami pergi ke pusat kotanya untuk berburu makan siang yang terkenal dengan Mie sedap dan sate guritanya. Eh ternyata itu bukanya menjelang sore. Pantes saya mikir ini kota kok siang harinya rata rata tutup tokonya. Selidik punya selidik ternyata kota Sabang ini buka pas pagi dan sore hari. Wah ya sudah belom rezeki makan Mie Sedapnya. Akhirnya kami memutuskan makan siang di warung yang buka di jalan perdagangan dan kembali lagi ke resort. Nanti dicoba lagi pas sore hari, begitu rencana kami.

Karena udah gak sabar main ke pantainya, turun lah kami. Casanemo ini punya private beach yang pasir nya warna putih. Air lautnya tenang. Yang turun ke laut hanya suami saja. Saya hanya di bibir pantai dengan Andira sementara aidan main pasir. Tak lama berselang 5 menit, suami saya keluar dengan muka meringis. Ternyata dia kena karang di telapak kakinya dan darah yang keluar lumayan banyak. Sempat panik dan langsung datangi resto nya untuk minta pertolongan pertama. Dan crew restonya sangat membantu dan memapah suami saya. Bubar langsung main pantainya. Padahal belom sampai 10 menit disana.
casanemo-resort-sabang

Ternyata luka suami makin parah samae dia menjerit di kamar. Saya pun langsung menuju resepsionis dan minta dibawakan ke rumah sakit terdekat. Alhamdulillah beberapa crew turun dan memapah suami dan bawa pakai sepeda motor. Saya pun bergegas menyusul dibantu ibu yang bekerja disana. Bahkan General managernya pun ikut sibuk mengurusi kami.Saat itu semua terasa cepat dan saya gak sempat mikirin capek atau nggaknya. Yang saya tau saya harus kuat untuk kami berempat.

Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata ada karang tertinggal di telapak kaki suami sehingga terjadi peradangan. Setelah menerima dua jaitan, kami balik ke resort. Suami susah banget jalan dan masih dipapah. Suami nggak enak hati sama saya karena merasa sudah menghancurkan liburan yang sudah saya impikan. Padahal kami baru banget sampe di sabang dan masih ada sisa satu hari lagi kedepannya sebelum kami pulang ke medan. Sempat suami sarankan untuk balik pulang saat itu juga, tapi karena bayangin anak anak yang udah capek banget dan udah sore kita memutuskan tetap melanjutkan liburan. Jujur saya capek tapi saya nggak ada kesalnya. Dengan adanya kejadian ini kami bisa quality time di kamar sambil berpelukan biarpun nggak keliling kota Sabang. Next time dikasih rezeki bakal balik kesini
casanemo-resort
Aidan berpose dulu. Ini tempatnya emang surga.

Alhamdulillah saya terharu dengan kemurahan hati Casa Nemo Resort. Ini bukan hanya urusan pelayanan hotel kalo menurut saya, tapi lebih sisi humanity. Baru ini hati saya hangat ketika kami sedang dirudung masalah. Mereka sigap membantu, turut menunggu suami selesai di operasi kecil, dan balik lagi ke hotel dengan bantuan mereka. Tak hanya itu, saat makan malam crew restaurantnya mengantarkan makanan yang kita pesan sampai ke kamar. Padahal peraturan mereka adalah tidak ada room service dan hanya makan di restaurant. Tapi mereka dengan senang hati menolong. Keesokan harinya pun saat kami check out untuk pergi ke hotel lain (karena memang sudah di booking dan no cancel) hati terasa berat ninggalin Casa Nemo. Saat kami jauh dari keluarga, ternyata ada bentuk keluarga lain di Sabang ini. Terima kasih Casa Nemo yang melayani dengan hati. Kami akan kembali lagi kesini lagi suatu hari nanti. Untuk teman teman yang sedang cari penginapan, saya sarankan Casa Nemo resort ini.

CASA NEMO RESORT
Jl. K.H. Agus Salim, Ie Meulee, Sukajaya, Ie Meulee, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh 24411
Booking Via App Traveloka











Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Natrarahmani
Maira Gall