Senin, 16 Juli 2018

SETANGKUP KENANGAN DI SABANG PART 2 : FIE RESORT

fie-resort-sabang

This is last post about  Banda Aceh - Sabang  trip. Sampai dua bulan nyelesain part demi part nya. Tapi rasanya masih keingatan sampe sekarang sih efek liburan ini. Gak ada nyesalnya biarpun ada kejadian suami yang sempat susah jalan. In case you've missed it, bagian pertama trip sabang ini bisa dibaca disini ya.

Di hari kedua di Sabang dan merupakan hari terakhir, kami nekat switch penginapan dari Casa Nemo Resort yang memang surga dan servicenya yang juara dan membantu kami yang saat itu tertimpa masalah. This is honest review about that place and we'll comeback someday. Alasan kami pindah karena jujur penginapannya sudah di book dari jauh hari dan no cancel. Sempat diskusi sama suami dan niatannya memang explore sabang di daerah lain biarpun kita tahu hanya bisa mendem di penginapan. 

fie-resort-sabang

Kami dijemput oleh orang dimana tempat kami ngerental mobil. Karena sudah fix kami gak bisa pakai mobil dan merelakan mobilnya teronggok gitu aja semalaman. Sekitar pukul 10 pagi kami berangkat menuju Iboih, tenpat kami menghabiskan malam yaitu di FIE RESORT. Perjalanan kesana memakan waktu 45 menit lewat jalan darat. Explore bagian sabang yang berbeda. Sempat melihat beberapa pulau dari kejauhan karena kami berada di atas. Untuk menuju FIE RESORT sempat bingung karena penunjuk jalannya kecil jadi kalo baru pertama dan tanpa supir mungkin kebingungan ya.  akses jalan kesana bagus dan sudah di aspal. 

fie-resort-sabang

Sesampainya disana kita bingung ini dimana hotelnya karena hanya ada pohon pohon tinggi rimbun di parkirnya, ternyata penginapannya di bawah dan kita harus melewati tangga yang lumayan panjang dan agak curam. Beneran agak jiper loh dan kasian sama suami yang kakinya agi di perban. Tapi kita tetap lanjut jalan ke bawah biarpun dikit dikit berhenti karena bener ngos ngosan sambil gendong bayi pulak. Fie Resort ini nggak punya front desk atau resepsionis ya. Jadi untuk transaksi penginapan langsung pergi ke bagian resto nya yang terletak di bawah dekat dermaga. All in one place. Jadi jangan kaget ya. 

FIE RESORT ini sebenarnya penginapan yang memang untuk honeymoon atau keluarga. Aada dua jalur untuk mencapainya yaitu jalur darat dan jalur laut naik speed boat atau kapal. Sempat cerita dengan pemilik resort ini dan ya ternyata dia juga orang medan. Sama sama sekolah di Al azhar dan tinggalnya di setiabudi. Laaaah ketemunya orang medan lagi. Ternyata FIE RESORT ini baru dibangun setahun yang lalu. Makanya masih banyak progress dan masih pembangunan sedikit di sekitarnya. 

fie-resort-sabang


Kamarnya bersih dengan lantai dari kayu dan atapnya juga dihiasi lampu kecil. Ada space untuk solat dan tersedia dispenser. Tempat tidurnya king size dan disediakan ayunan di tiap kamar. Pas banget kamar kami langsung menghadap laut. Breathaking View dan memang setenang itu suasananya. Harga untuk kamar kami adalah 400 ribuan. Range harga untuk makanan dan minumannya standar berkisar 15-45 ribu.
Untuk makanan mereka hanya menyajikan nasi goreng, mie goreng, atau snack kentang goreng. Saat itu stock bahan makanan mereka lagi menipis jadi hanya menyediakan menu itu. Kalau kopi lumayan tersedia banyak. Restonya enak banget dengan interior kayu berwarna coklat dan bar stool berwarna putih dan untuk menikmati laut ada juga bean bag chair nya. Kalo mau ngemper disekitaran dermaganya. Enchanting sih tempatnya. gak bising dan airnya juga tenang. Disini gak ada pantai hanya dermaga. Tapi aku dan Aidan turun ke airnya dan sempat mandi air. Tapi ya gak berani jauh jauh karena takut ombaknya juga. Sementara bapaknya jagain nayla di kamar ya kami main main air. Nggak nyesal sedikitpun karena gak kemana mana, karena dari awal tujuan utamanya adalah quality time sama anak anak. Dan memang kami jadi lebih bonding dan nggak ngeluh.


Karena besok kami harus check out pagi pagi banget, maka kita jelasin nih ke PIC (person In Charge) kalo minta di sediakan sarapan sebelum jam setengah tujuh. Alhamdulillah mereka mau. Padahal jadwal sarapan di FIE RESORT itu dimulai jam 8 pagi. Selesai sarapan tepat jam setengah tujuh kami dijemput sopir dan langsung menuju pelabuhan Balohan untuk kembali ke Banda Aceh. Udah deg degan takut salah liat jadwal, alhamdulillah keburu dan langsung masuk. Sempat gloomy karena bakal gak liat tempat secantik pulau ini. Tapi kami harus ke Banda Aceh untuk mengejar pesawat sore hari. 
baiturrahman-mesjid-banda-aceh

Kembali ke Banda Aceh kami disambut sama cuaca yang cerah dan dijemput sama supir langganan yang udah kami percaya. Kalo ke Banda nggak afdol kalo nggak mengunjungi Mesjid Baiturrahman. Subhanallah akhirnya bisa menginjakkan kaki kesana dan masuk ke dalamnya. Massive place yet so touchy. Karena menghabiskan waktu disana selama sejam dan sempat meluhat ada yang baru akad nikah disitu. Beranjak dari sana kami meutuskan untuk membeli oleh oleh dan makan ayam tangkap M.NAZAR yang atas rekomdasi gocar langganan kami kalo ini ayan tangkap terenak katanya.

Tak terasa waktu sudah mendekati jam keberangkatan kami da bertolaklah kami menuju bandara. 4 hari 3 malam adalah sebuah perjalanan yang membekas buat keluarga kami. Bahwa memang manusia boleh berencana pergi kesana kemari, tapi nyatanya Allah yang menentukan. Kecelakaan kecil suami membuat saya mngambil pelajaran kalo gimanapun keluarga harus tetap support satu sama lain. Karena iya ini ngaruh banget saat kami menghadapi kecelakaan kecil ini kami berdua coba tenang dan nggak mau mengusik kesenangan anak anak. Dan Alhamdulillah Allah kasih lebih banyak nikmat karena bisa berpeluk pelukan di kamar hotel dan cerita cerita. Semuanya terasa pas dengan niat liburannya. Terima kasih Banda Aceh dan Sabang. Saya janji bakal kembali lagi kesini suatu hari nanti. 


FIE RESORT
Jl. Kilometer Nol, Jurong Teupinlayeu, Iboih, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh 23518
Instagram : @fieresort




Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Natrarahmani
Maira Gall