Jumat, 13 September 2019

REKREASI SINGKAT DI KEBUN MADU EFI

kebun-madu-efi-natrarahmani

Hari minggu kemaren niatnya ke Desa Gunung Kabupaten Karo. Sudah lama tak berkunjung ke kampung suami dan berjumpa dengan sanak saudara disana. Terakhir itu tahun lalu. Sudah cukup lama,bukan?

Kami bergerak selepas subuh untuk mengejar makan siang di sana sambil menikmati udara dingin di kampung. Saat istirahat di Mesjid Al-Kamal tercetuslah ide dari suami untuk ke Kebun Madu Efi. Tempat ini sudah lama pengen kita datangi tapi terbentur waktu yang nggak sempat. Ternyata rezeki datangnya dari dorongan impulsif ya.Haha.Waktu menunjukkan hampir jam 9 pagi. Cuaca lagi bersahabat dan keadaan lalu lintas pun terbilang cukup lengang. Mungkin karena hari libur dan masih terlalu pagi. Tapi kami senang nggak macet macetan.

kebun-madu-efi-natrarahmani

kebun-madu-efi-natrarahmani

Kebun Madu Efi letaknya di daerah Kaban Jahe. Setengah jam lagi masuk ke Desa Singa. Jalanannya sempit tapi bagus. Tidak banyak kendaraan lalu lalang di daerah ini dan disekelilingnya hamparan rumput atau sawah. Beneran asri.Tepat jam sembilan lewat sedikit kami pun melihat papan penunjuk masuk ke dalam Kebun Efi. Cuaca yang cerah membuat pelesiran hari itu terasa pas. 

Area parkir nya cukup luas. Untuk tempat pembelian tiketnya terletak di sebelah kiri dengan booth kayu. Tiket masuk dibandrol harga Rp10.000/orang. Harga ini rata baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

kebun-madu-efi-natrarahmani


Saat masuk kami langsung di suguhi dengan tenant makanan yang berjejer rapi dan siap memulai hari. Kami tiba di saat tepat karena gak terlalu ramai dan baru jam buka juga. Kami pun langsung ke cafe untuk memilih tempat duduk karena ada mertua yang dalam keadaan gak bisa jalan banyak. Jadi memilih space yang bisa melihat langsung ke sekeliling taman.

kebun-madu-efi-natrarahmani

Cafe nya sendiri domkinasi warna putih bergaya rustic dengan bangku kayu yang tertata apik. Tersedia makanan dan minuman dengan range harga mulai dari Rp10.000 - Rp 30.000. Nggak mahal dengan pemandangan seperti itu. Termasuk enak. Karena sudah sarapan sebelumnya, kami pun hanya memesan singkong keju, roti bakar, air lemon madu hangat, dan Es Kopi O.


kebun-madu-efi-natrarahmani

Kami pun mulai menjelajah ke kebun bunga dengan cahaya matahari pagi yang bersinar cerah. Tak lupa mengabadikan momen dengan angin sepoi sepoi yang berhembus lembut. Liburan singkat untuk menikmati udara hangat di tempat yang tepat. Kebun Madu Efi ini tersedia area camping dengan tenda kayu berwarna-warni yang apik dan bersih. Beneran sepanjang jalan tidak ada sampah yang menganggu. Kece nih management nya.

Harga camping nya tersedia rate Rp275.000/orang. Dengan fasilitas api unggun, free dinner dan breakfast, wisata berkuda, dan tentu melihat pengangkaran madu. Pemilik nya sendiri adalah orang yang terjun langsung di cafe nya. Jadi kalo mau bertanya-tanya bisa langsung ke empunya.

kebun-madu-efi-natrarahmani

kebun-madu-efi-natrarahmani

Untuk rekreasi singkat bisa banget mengunjungi Kebun Madu Efi ini sekedar melepas lelah sambil menikmati indahnya taman bunga. Jangan lupa abadikan momen dengan kamera karena memang bagus banget. Pas sekali kami datang disaat cuaca lagi bersahabat dan tidak terlampau rame. Lebih enak untuk menikmati full area nya ini dengan mencoba menginap bersama keluarga atau komunitas. Karena pasti lebih dapat feel nya untuk menikmati area pada malam hari dan sunrise. Next, aku mau nyoba camping disini ah karena beneran kalo nggak pake nginap rasanya kurang puas.

kebun-madu-efi-natrarahmani

kebun-madu-efi-natrarahmani

Ada yang pernah kesini? Tertarik mencoba?


REVIEW LOREAL PARIS REVITALIFT CRYSTAL MICRO-ESSENCE

Sebagai pemilik wajah berminyak dan acne-prone skin tentu masalah utamanya adalah kulit kusam, terlihat lebih tua karena elastisitas berkurang, dan pori pori besar yang cukup menganggu penampilan yang bahkan tidak bisa ditutupi oleh make up sekalipun. Selain itu, yang menjadi concern aku sekarang adalah memperbaiki tekstur di area dagu karena dulu bagian itulah yang paling parah dihinggapi jerawat selama bertahun-tahun dan terlihat bekas ‘perang’ yang masih cukup jadi perhatian.  Bagaimana sih cara merawat wajah berminyak dan membuat wajah glowing sekaligus?  

IMPIAN MENDAPATKAN KULIT SEBENING KRISTAL

Memasuki usia hampir kepala tiga, tentu elastisitas wajah jauh berkurang dan kerutan halus pun tak terhindarkan. Keinginan untuk mendapatkan kulit halus, mulus, dan bening adalah tujuan utama aku. Tentu pelembab saja nggak cukup. Karena nyatanya kulit berminyak memang sangat butuh perawatan wajah sampai ke lapisan kulit  terdalam. Dan kehadiran essence adalah satu langkah kunci untuk nge-boost skin care rutinku agar hasil yang tampak nyata. Essence sudah menjadi kegemaran bagiku yang sudah aku terapkan beberapa bulan belakangan. Petualangan mencari essence wajah terbaik tentu terus kulakukan. 

Pemilihan produk pun tidak bisa sembarangan. Pertimbangan pertama adalah produk kecantikan yang aman supaya tidak menimbulkan breakout yang takutnya malah memperparah kondisi kulit sekarang. Rumit sekali bukan. 

Aku pun mulai berkenalan dengan L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence dengan klaim menghaluskan kulit wajah dan katanya ini merupakan kunci rahasia awet muda, lho. Apalagi melihat event launching perdana produk ini di story kak @thelipstickmafia. Kandungan utamanya adalah Centella Asiatica yang saat ini menjadi selebriti dan cukup populer karena memiliki kekuatan legendaris untuk meningkatkan elastisitas kulit sekaligus mencerahkan kulit wajah.  Tentu brand essence ini seperti menjawab problem kulitku saat ini. Klaim essence dari L’oreal ini bisa menembus 10 lapisan dengan skin refining droplet, yang membuat kulit tampak muda sebening kristal. Oh wow, sound promising ya. Tentu saja aku gak sabar ingin segera mencobanya. Bagaimana sih performanya di kulit aku? Yuk mari kita bahas.  


ABOUT L’OREAL PARIS REVITALIFT CRYSTAL MICRO-ESSENCE


Seiring berjalannya waktu, cahaya alami kulit perlahan memudar. Kulit terlihat kusam dan terasa kasar, garis halus dan kerutan tampak lebih nyata. L’oreal Paris Advanced Research mempersembahkan generasi baru dari produk skin essence : REVITALIFT Crystal Micro-Essence untuk membantu menjaga keremajaan dan menyingkap kilau cerah kulit. Dengan micronized technology, REVITALIFT Crystal Micro-Essence menyerap hingga hingga ke dalam 10 lapisan. Lebih tepatnya ke lapisan epidermis pada lapisan stratum korneum untuk merawat kelembapan dan elastisitas kulit, serta menjadikan tekstur kulit terasa halus, dengan kandungan  :


Skin Brightening Actives : Salycilic Acid membantu menyamarkan pori dan menjaga kehalusan kulit. Mild Exfoliating Hepes membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit terlihat lebih cerah.

Legendary Centella Asiatica  : Bahan yang dikenal dapat menyembuhkan luka, membantu meningkatkan elastisitas kulit, menghaluskan kerutan dan garis halus untuk kulit yang lebih halus dan tampak muda.

Terobosan Tekstur terbaru : Terasa ringan dengan tekstur seperti air, mudah meresap, melembabkan kulit tanpa terasa lengket. Dengan penetrasi hingga 10 lapisan dalam epidermis di lapisan stratum corneum. 

INGREDIENTS


Aqua/Water, Butylene Glycol, Alcohol, Hydroxyethylpiperazine ethane sulfonic acid, Propanediol, PPG-6-Decyltetradeceth-30,Caprylyl Glycol, Salycylic Acid, Sodium Hydroxide, P-Anisic Acid, Adenosine, Capryloyl Salycylic Acid, Acetyl Trifluoromethylphenyl Valylglycine, Disodium EDTA, Parfum/Fragrance, Madecassoside, Benzyl Salicylate, Limonene, Linalool, Benzyl Alcohol, Pentylene Glycol, Faex Extract/Yeast Extract, Tocopherol (F.I.L b230141)

PACKAGING
L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence ini tersedia kemasan luar berbentuk box tebal.  Didominasi warna silver dan touch of red. Classy dan elegan.  Pada bagian depan terdapat nama produk, bahan utama, dan klaim “For Radiant Youthful Skin, Like Crystal”. Pada bagian samping kiri terdapat foto produk didalamnya.  Pada bagian belakang terdapat dual-bahasa yaitu Thailand dan Indonesia dengan informasi manfaat produk, penjelasan kandungan produk, cara pemakaian, dan hasil penggunaan. Pada bagian samping kanan terdapat info produk dalam bahasa inggris, full list ingredients, distribusi L’oreal Paris, info customer service, dan netto produk yaitu 130ml. Pada bagian bawah terdapat barcode dan nomor produksi. Secara keseluruhan kemasan luar ini cukup informative dan sturdy.


Nilai plusnya, saat dibuka terdapat sekat dengan karton untuk menahan produk tetap pada tempatnya. Jadi nggak bakal takut produk bakal pecah saat pengiriman. Karena tentu saja Produknya sendiri berbentuk botol kaca tebal ramping dengan aksen frosted glass. Elegant. Begitulah kesan saat melihat produknya. Terasa berbobot saat digenggam. Tutupnya berwarna silver dengan emboss L’oreal Paris. Cukup secure jadi nggak bakal takut meluber. Tapi agak bulky jika dibawa travelling, better dipindahkan ke botol travel size supaya tidak memakan banyak tempat. 


Mulut botolnya tidak kebesaran atau kesempitan. Pas untuk mengontrol jumlah produk yang akan dikeluarkan.  Secara keseluruhan aku suka dengan estetika produk nya yang mewah dan tetap aman untuk digunakan.  

TEXTURE, COLOR, AND SCENT

Produk essence L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence ini poin yang paling aku suka adalah teksturnya yang bening dan ringan seperti air. Konsistensinya beneran cair dan runny ke wajah. Nilai plusnya lagi aku suka dengan skincare wajah yang wangi seperti essence L’oreal Revitalift ini. Wangi flowery lembut dan tidak menganggu indera penciuman. Terasa dingin ke muka. Kegiatan memakai essence ini sekarang menjadi favorit  aku karena wanginya yang menenangkan. Bahkan scent nya masih tertinggal samar di telapak tangan setelah 15 menit.


Cara penggunaannya adalah tuang 3-4 tetes essence ke telapak tangan dan usapkan secara langsung ke permukaan wajah menggunakan ujung-ujung jari. Tepukkan jari yang sudah berbalur essence ke kulit wajah, sampai seluruhnya terserap. Baiknya dilakukan pijatan ringan, tapi jika tidak memiliki waktu bisa ditekan tekan ringan secara lembut pada wajah hingga meresap. Kehangatan tangan bisa membantu essence meresap sempurna dan ritual rileksasi juga lho.


PERFORMA


First Impression : Saat itu keadaan kulitku teksturnya terasa kurang smooth terutama area dagu, pori-pori besar, dan kulit yang kurang lentur (saggy skin), dan satu-dua jerawat hormonal. Aku pertama kali memakai essence wajah dari L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence ini pada malam hari. Digunakan setelah toner. Aku pakai 3 tetes ke tangan dan langsung dibalurkan ke area muka dan leher. Oh wow, I just love the watery texture. Ringan seperti air. Dan wanginya heaven dengan hint flowery yang lembut. Truly calming. Terasa dingin saat diaplikasikan dan daya serapnya juga cepat. Tidak sticky dan tidak greasy. Hanya ninggalin kesan lembab. Aku sengaja hanya menggunakan essence ini dan tidak dilanjutkan dengan step skincare lain untuk tahu reaksi nya di kulitku. Keesokan paginya aku bisa merasakan kulit lebih glowing dan minyak wajah lebih terkontrol. Senangnya lagi tidak menimbulkan reaksi negative ke kulitku. Yeay. 

After 7 Days :  Selama tujuh hari berturut-turut, aku rutin menggunakan L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence ini pada  pagi dan malam hari. Dengan pemakaian 3-4 tetes dengan cara dibalurkan ke muka dan dipijat perlahan. Tidak ada piling jika dibarengi skincare berikutnya. Malah membantu performa skincare lainnya agar lebih optimal kinerjanya. Tidak ada efek negative apapun saat digunakan rutin. Malah hasilnya cukup memuaskan. 

Aku merasakan progress yang cukup signifikan dari segi tampilan pori-pori . Kelihatan lebih halus dibandingkan pertama kali pakai.  Wajah sedikit lebih cerah. Bisa dilihat di foto bagian pipi, area dagu, dan keseluruhan wajah tidak di edit sama sekali. Pengambilan foto nya pun di tempat yang sama  pada pagi hari dan jam yang sama, mungkin berbeda sedikit dari segi pencahayaan alami saat itu. Terasa kulit lebih plumpy dan pori-pori lebih ngeblur.  Progress lainnya yang cukup terasa adalah kulit lebih halus saat aku sentuh dan minyak di wajah pun lebih stabil. Aku bakal repurchase karena worth it every penny. Pemakaiannya juga termasuk hemat dengan botol full size. Jika seminggu saja terasa progressnya apalagi dipakai berbulan-bulan bukan? So yes, L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence suitable very well for my oily and acne-prone skin. No more dull skin. Ucapkan halo untuk kulit sebening Kristal!


Harga L’oreal Paris Revitalift Crystal Micro-Essence
65 ml – Rp 115.000
130 ml – Rp 199.000

Where to buy:
Offline: Dept. Store atau Drugstore (Guardian, Watson’s, dll)
Online: E-Commerce seperti Lazada, Shopee, Sociolla, Tokopedia, dll

Rabu, 04 September 2019

REVIEW VASELINE SUPER FOOD SKIN SERUM CRANBERRY (BRIGHT GLOW SKIN)

review-vaseline-superfood-skin-serum-natrarahmani

Aku mengenal Vaseline semasa baru mengenal skincare dan di kasih uang saku, berarti sejak awal SMP. Haha. Dulu pas SMP gak ingat beli Vaseline yang mana, asal ambil aja. Nah waktu SMA lah aku inget beli Vaseline warna biru dengan klaim untuk mengencangkan (firm). Milih varian ini juga karena kemasannya warna biru. Sungguh alasan yang sangat simpel sekali ya Sahabat. Sampe detik ini brand ini masih selalu aku pakai tapi tentu udah lebih aware sama klaimnya. Sebelumnya aku menggunakan Vaseline SPF 24. 

Beberapa waktu lalu melihat dari instagram beauty enthusiast share tentang Vaseline Super Food Skin Serum ini. Aku tergiur. Anaknya memang mudah tergoda. Pas ke Alfamart, iseng ke bagian kosmetik dan nemuin Hand&Body Lotion Vaseline terbaru ini. Anaknya langsung gercep pilih varian Cranberry karena dicium wanginya paling enak.

Gimana sih hasilnya di kulitku? Apakah sebagus itu seperti klaim dan kemasannya yang eye catching? Mari lah kita bahas.

ABOUT VASELINE SUPER FOOD SKIN SERUM (CRANBERRY)

review-vaseline-superfood-skin-serum-natrarahmani

Saat launching aku sempat melihat di story temen-temen soal produk ter-gress dari Vaseline ini. Dimana produk ini menjawab tren lifestyle yang berkembang sekarang tentang hidup sehat dengan superfood. Nah, superfood ini memang selebriti karena khasiatnya yang nggak diragukan lagi. Untuk itu Vaseline Superfood Skin Serum ini mengeluarkan tiga varian : Cranberry ( Bright Glow Skin), Citrus (Fresh Glow Skin), Green Tea (Healthy Glow Skin). Dan katanya hand&body lotion ini limited edition, lho.

Selain itu,Vaseline ini mengandung micro-droplet Potreleum Jelly yang udah terkenal dari brand ini. Tentu khasiatnya pun tak diragukan lagi. Biasanya kalo Vaseline Jelly ini beli yang jar kecil yang ampuh buat bibir, siku, lutut, dan bagian kering lainnya. That's why body lotion ini bikin aku penasaran.

Apa sih keunggulannya varian cranberry ini?

  • 3x REPAIRING : Mengembalikan kelembapan kulit, mempertahankan kelembapan kulit, mengeluarkan kilau kulitmu yang tersembunyi.
  • Diperkaya dengan ekstrak Cranberry, superfood yang dikenal membantu mengeluarkan kilau cerah kulit.
  • Cepat menyerap dan tidak lengket ke kulit.


PRODUCT INFO

Brand : Vaseline
Product Name : Superfood Skin Serum Cranberry
Price : Rp 28.000 - Rp 30.000
Netto : 200ml
Manufactured By : PT Unilever Indonesia Tbk
BPOM No : NA18190100227
Expired date : 2021
Where to Buy : Lazada, Blibli, Shopee, Alfamart.

INGREDIENTS

review-vaseline-superfood-skin-serum-natrarahmani

Water, Ethylhexyl methoxycinnamite, glycerin, niacinamide, triethanolamine, dimethicone, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Perfume, Petrolatum, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Fruit Juice, Cyclopentasiloxane, Phenoxyethanol, Methylparaben, Propylparaben, Disodium Edta, BHT, Propylene Glycol, Citric Acid, Trideceth-9, Bisabolol.

PACKAGING

review-vaseline-superfood-skin-serum-natrarahmani

Seperti lotion pada umumnya, Vaseline Superfood Skin Serum ini berbentu tube. Perbedaannya adalah agak pipih jadi kesnnya bulky. Yang paling aku suka adalah design kemasannya yang eye-catching sekali. Beneran bikin tertarik langsung pengen beli. Dari mata turun ke hati, bukan?

Pada bagian depan terdapat perpaduan warna ilustrasi cranberry yang ciamik sekali dengan tone warna festive. Pada bagian belakang terdapat klaim, manfaat, petunjuk penggunaan, full list ingredients, produksi dan distribusi, layanan customer, barcode, logo halal, nomor BPOM , expired date. Tidak ada plastik khusus dari produk ini.

review-vaseline-superfood-skin-serum-natrarahmani

Tutupnya model flip-top bening dengan kesan frosted. Tetapi ini minusnya di aku, agak ringkih tutupnya. Biarpun kalo di tutup ada bunyi klik. Tapi seperti goyang. Mulut botolnya pas buat mengeluarkan produk, jadi bisa diatur seberapa banyak yang akan digunakan. Overall, packagingnya informatif dan seger. 

TEXTURE, COLOR, SCENT

review-vaseline-superfood-skin-serum-natrarahmani

Seperti saat produk ini launching produk ini adalah moisturizer yang bisa digunakan untuk seluruh kulit (kecuali muka). Teksturnya lotion pada umumnya, kental dengan warna putih susu. Mudah dikeluarkan dari tube nya. Wanginya enak dan seger, karena aku sempat mencium dari luar dua varian : lemon dan cranberry. Dan menurut aku Cranberry ini lah wanginya yang paling segar. 

PERFORMA

Dibandingkan skincare, kalo namanya bodycare aku nggak begitu saklek. Poin pertama yang paling aku suka adalah wanginya. Dan Vaseline ini menjawab kebutuhan aku  dengan wanginya yang super enak. Wanginya cukup kuat tapi tidak menyengat hidung. Long-lasting powernya diacungi jempol, setengah jam stay di kulit dengan intensitas dari kuat kemudian perlahan menghilang. Kalo diendus endus masih kerasa.

Poin plus kedua, teksturnya lotion kental yang cepat menyerap ke kulit. Tidak ada kesan greasy  maupun lengket. Terasa basah awalnya, kemudian ninggalin kulit lembab. Mudah diratakan dan di re-apply juga ringan ke kulit. Kalo yang pernah pake vaseline jelly, Vaseline Superfood ini  kandungannya 3x ptreleum jelly tapi versi lebih  ringan di blend dan lumer ke badan.

Produk ini tidak mengandung SPF jadi memang dia sebagai moisturizer saja. Untuk dipake dirumah atau malam hari sepertinya memang cakep. Tapi untuk keluar rumah, aku masih suka pakai Vaseline Healthy White yang mengandung SPF 24. Ngerasa lebih butuh perlindungan dari paparan sinar matahari. Sebenarnya juga tergantung kebutuhan masing-masing pengguna juga.

Untuk efek mencerahkan, aku belom begitu dapat karena baru aku rutinkan selama seminggu berturut-turut dengan pemakaian pagi dan malam hari. Melembapkannya dapat. Berasa lebih halus setelah rutin digunakan. Tapi tentu kalo mencerahkannya pemakaiannya mungkin harus lebih lama.

Apakah tertarik repurchase? Tentu saja dan pastinya varian Cranberry lagi. Enak dipake malam hari dan enak punya di layer. Affodable pula. What's not to love? :D

Apakah kalian sudah pernah mencoba?

VASELINE SUPERFOOD SKIN SERUM CRANBERRY
Instagram : @vaseline.id






Jumat, 30 Agustus 2019

TRIP TO KUALA LUMPUR : PREPARE,BUDGET,WHERE TO GO



Perjalanan ke Malaysia adalah trip pertama bersama keluarga ke luar negeri. Persiapan tentu bukan sebulan dua bulan, kami sudah merencanakan trip ini sejak bulan Maret 2019 tepatnya. Bermula dari keinginan bikin passpor karena kebetulan suami juga sudah punya duluan, tertariklah mengikutsertakan anak-anak. Niat saya, setahun sekali ada liburan ke luar kota. Taun lalu kami ke Banda Aceh - Sabang yang bisa dibaca disini.

Sebelumnya aku sudah pernah ke Malaysia tahun 2006 saat SMA keperluan Study Tour. Setelah 13 tahun berselang, memutuskan untuk kesini lagi bersama keluarga. Sempat bimbang antara dua pilihan yaitu Penang atau Kuala Lumpur sebagai tujuan pertama kita ke Malaysia. Setelah diskusi cukup panjang, akhirnya kita memutuskan untuk explore Kuala Lumpur. Karena banyak arena bermain dan tempat family friendly  yang mungkin bisa kita datangi karena membawa dua anak kecil yang aktif.

APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN?

Pertama-tama, aku membuat passport terlebih dahulu untuk 3 orang (aku dan 2 anakku). Pembuatan passport saat itu awal April dan tidak memakan waktu lama. Passpor yang dibuat 24 halaman berkisar 350 ribuan/orang.  Kemudian,aku memesan tiket pesawat setelahnya. Waktu itu belom ada isu tiket pesawat melonjak gila gilaan seperti sekarang ini.  Karena kita terhitung 3 orang tiket penuh + satu baby yang hampir dua tahun yang masih dihitung untuk biaya bagasinya aja sih (sekitar Rp 150.000). Jadi total untuk tiket Pulang-Pergi sekitar 3 juta untuk empat orang. Rencananya kami akan menghabiskan 4 hari 3 malam disana.

Bulan Mei, aku memutuskan searching hotel untuk menginap selama disana. Pencarian hotel ini cukup alot mengingat lokasi, budget, dan review hotel. Cukup banyak pilihan tersedia, bahkan ada kamar yang tanpa breakfast atau pake breakfast. Sungguh ku baru tahu (atau memang aku yang kurang update sepertinya). Pilihan kami jatuh ke Prescott Hotel KL Sentral ( bintang 3). Total pengeluaran selama 3 malam berkisar 1,5 juta sudah termasuk sarapan.

Setelah itu, mulai persiapan list baju, obat, serta perlengkapan lain lain yang memang tidak terasa pelan pelan sudah masuk akhir Juli. Tidak lupa persiapan budget selama disana, wisata yang akan kita datangi, list transportasi. Niatnya kita memang mau santai bawa anak anak dan untuk shopping masuk urutan paling terakhir. Karena apa? Karena realistis kalo udah liburan bawa dua anak, tentu kegiatan belanja tidak leluasa. Jadi suami berpesan "Sedapatnya saja. Kalo kebetulan lewat dan sempat bisa singgah, kalo nggak ya nggak usah jadi pikiran". Jadi akunya juga ubah prioritas kalo niatnya Liburan ini untuk santai menikmati tempat baru dan bonding sama keluarga.

Aku men-challenge diri sendiri untuk bawa hanya satu koper kecil dan dua backpack untuk kemana-mana. Ternyata memang muat donk untuk 2 orang dewasa dan dua orang anak kecil, Kuncinya adalah tahu berapa baju yang akan dipakai selama berapa hari. Dan sisipkan baju cadangan apalagi bawa anak kecil yang terkadang kotor. Selain itu, kuncinya adalah cara packing dengan konmari method. Digulung kecil dan dipadatin banget sampe gak ada celah. Selain itu, pindahkan skincare dalam tube kecil agar mudah dibawa. Untuk urusan ini aku sudah menyiapkan tube mini yang ditempatkan dalam pouch bening jadi nggak ribet nyarinya selama di perjalanan. 

Sebelumnya aku sudah pernah membahas tips membawa balita naik pesawat dan masih aku terapkan sampai sekarang. Selalu sukses sih tips nya, kalo minat bisa baca disini.

DAY 0 :PENGALAMAN DI BANDARA (KUALANAMU DAN KLIA)

Sebelumnya cerita dulu saat kami memulai trip ini dan pengalaman selama di bandara. Kami mengambil penerbangan kebetulan hampir menuju maghrib, tepatnya jam 6 sore. Kami sudah jalan menuju ke bandara 4 jam sebelum keberangkatan dari rumah mertua yang memakan waktu hampir 40 menit ke bandara Kualanamu. Sudah bawa bekal jika nanti lapar. Tentunya kami hanya punya satu bagasi saja yaitu koper kecil yang sebelumnya aku bahas.


Di dalam bandara ada mini playground sebelah Excelso. Bersih dan beragam juga mainannya. Sementara anak-anak main, kami pun bercengkrama sambil mantau anak. Oh iya, bandara Kualanamu tersedia stroller loh yang cakep banget dan sayangnya aku lupa potoin. Huhuhu. Ini letaknya tentu dekat ruang tunggu ya. Kualanamu juga menyediakan bioskop gratis tapi sayangnya kami gak sempat coba karena waktunya juga udah pas-pasan untuk langsung masuk ke ruang tunggu internasional yang tentu harus melewati bagian imigrasi. Seneng deh sama Kualanamu. Bersih, fasilitasnya juga lengkap, dan tersedia ruangan diaper room bagi yang punya bayi yang nyaman dan harum.


Kami boarding jam 6 sore lewat. Priceless banget ngeliat ekspresi Aidan yang udah lama nggak naik pesawat. Terakhir itu tahun lalu ke Banda Aceh. Penerbangannya smooth hanya memakan waktu 40 menit. Gak lama. Tersedia juga flight entertainment di Batik Air. Nyampe disana kita langsung disambut dengan Kuala Lumpur yang sudah gelap. Area bandaranya luas banget sampe kita kebingungan sendiri harus kemana. First thing first sebelum ke imigrasi adalah mencari provider biar bisa internet selama di Kuala Lumpur. Pilihan kita adalah DIGI Card dengan tarif 24 ringgit selama seminggu. Kuota nya 2GB kalo nggak salah.Cukuplah. Kita belik dua kartu.

Tantangan selanjutnya adalah bagian imigrasi karena ternyata panjang sekali. Sampe liatnya aja udah capek duluan.Haha. Tapi tetap harus antri dan waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Bagian imigrasi hanya memakan waktu 30-40 menit dan anak-anak sebenarnya sudah capek. Setelah melewati proses imigrasi, langsung masuk ke bagian Bandara KLIA yang lain untuk mengambil bagasi. Ternyata memang disini bertaburan high-end brand ya. Pantesan banyak yang buka jastip khusus bandara. Untuk pengambilan bagasi kita naik train.


Setelah bagasi aman, pilihan kita ada dua untuk menuju hotel. Naik Grab atau KLIA Express. For the sake of experience,kita nyoba KLIA Express yang biayanya 135 ringgit untuk 4 orang. Lebih mahal setengahnya kalo naik Grab. Tapi namanya juga coba. Eitttss... perjalanan naik KLIA Express ini memakan waktu 25 menit dan turun di KL sentral. Barulah dari sini kami naik Grab ke Prescott Hotel KL SEntral. Akhirnya kami nyampe di hotel jam 11 malam dan sebelumnya disempatkan makan di resto bawah hotel karena sudah kelaperan.

DAY 1 : ZOO NEGARA MALAYSIA DAN EXPLORE KLCC - BUKIT BINTANG



Hari pertama kami sudah merencakan ke Zoo Negara yang letaknya 30 menit dari Prescott hotel tempat kami menginap. Karena masih belom paham jalur bus GO-KL , kami memutuskan naik Grab langsung ke tujuan dengan biaya 22 ringgit. Tepat jam setengah sembilan, kami bergerak dengan membawa perlengkapan karena bakal sampai malam diluar, tak lupa sunscreen dan topi.

Sesampainya di Zoo Negara cuaca lagi bersahabat dan kami sempatkan foto di depan sebelum menuju counter tiket. Zoo Negara masih sepi karena mungkin baru buka. Harga tiket untuk 4 orang adalah 135 ringgit. Anak diatas 3 tahun sudah bayar tiket sendiri. Baru masuk kami langsung disambut dengan petugas yang mengarahkan buat berpose berkali-kali, ternyata tujuannya untuk di cetak dan kita beli hasil cetakannya. Dan memang sangat persuasif sekali dengan beragam promo cetak. Untuk satu foto saja di pigura dibandrol harga 45 ringgit. Sungguh mahal sih hitungannya. Tapi mau nggak mau dibeli karena seperti yang aku bilang sangat persuasif sekali mbaknya.



Setelah itu barulah kami dapat leluasa berjalan-jalan. Zoo negara bisa ada dua pilihan untuk menikmatinya : Bisa menggunakan Tram dengan bayar 11 ringgit/orang atau bisa berjalan kaki menjelajah sendiri. Kami memilih yang kedua karena lebih seneng jalan kaki.

Zoo negara ini luas banget dan area nya rindang. Dalamnya bersih. Saat itu,tiket masuk kami sudah sekalian dengan melihat Panda dari dekat. Kami disana selama 3 jam dan menurut aku memang worth it kalo dinikmati perlahan. Jangan takut, di dalam Zoo Negara ini tersedia gerai resto kecil dan vending machine kalo lapar maupun haus. Disini juga disediakan maps bagi pengunjung.Tapi tanpa itupun penunjuk jalannya juga cukup jelas untuk eksplor.





Perjalanan tidak akan terkenang manis kalo tidak ada kejutannya bukan? Nah berangkat dari sini kami masih menggunakan grab ke tempat makan. Langsung saat search kita search Bukit Bintang Street Food yang baru kita tahu kalo itu adalah JALAN ALOR yang bukanya tentu saja sore-malam. Zonk langsung nyampe sana resto baru mau siap-siap buka sementara kita udah kelaperan.Haha. Tapi akhirnya dapat juga di pinggir jalan ini yang udah buka siang dan halal. Total makan hanya 21 ringgit .Oh iya,kalo mau kesini sore - malam hari ya dan usahakan terlebih dahulu tanya makanannya halal atau nggak. Jangan segan bertanya karena disini emang kebanyakan nyampur sih.


Selepas makan sekedar mengisi perut,kami memutuskan jalan kaki untuk explore Bukit Bintang kala siang. Ketemu sama gerai kebab, langsung bungkuskan buat makan anak-anak. Harganya 10 ringgit untuk beef kebab. Tujuan selanjutnya kita pengen ke Aquaria, tapi bingung naik bus Go-KL yang mana. Again, kami pengen like a local coba tanpa naik Grab. Memutuskan naik yang Pink karena mengarah langsung ke KLCC. Waktu sudah menunjukkan jam setengah 3 dan kami menunggu di halte sekitar 20 menit. Untung snack selalu tersedia di tas jadi ibu aman. Padat banget yang naik bus Go-KL ngarah ke KLCC dan pas banget weekend juga.


Jalanan macet dimana-mana dan nyampe di KLCC padatnya ampun. Memutuskan masuk dulu ke Suria KLCC buat duduk sebentar mengambil napas dan mengganti baju anak-anak. Capek tapi sumpah happy banget. Setelah nongkrong bentar di Coffee Bean&Tea Leaf, kamipun bergerak keluar buat siap-siap ke Aquaria. Sempetin sebentar foto di depan the famous Twin Tower. Memutuskan naik Grab ke Aquaria adalah jalan keliru karena macetnya setengah jam lebih. Padahal jaraknya hanya 300 meter saja,memutuskan  tidak jalan kaki karena anak-anak udah capek.


Nyampe di Aquaria ternyata sejam lagi mau tutup. Sayang uangnya kan kalo gak puas apalagi tiket masuknya 64 ringgit/orang. Kita pun coret Aquaria dalam rencana. Kemana lagi kita? Saat itu sudah hampir malam dan kita mencoba menggunakan jembatan penyebrangan dari Aquaria. Awalnya memang inpulsif kagak tau ini ntar kemana ujungnya penting jalan dulu. Naik Grab nggak dulu karena masih macet.



Ternyata tembusnya ini ke Pavilion. Hahaha. Gak nyangka kami jalan hampir 2 km nggak berasa sama sekali. Sambil cerita-cerita dan ini jembatan penyebrangannya bersih banget dan lebar. Dan banyak juga yang jalan disini sambil melihat gemerlapnya Kuala Lumpur malam minggu. Puas melihat Pavilion yang padetnya ampun,barulah sekitar jam 9 malam kami kembali ke hotel buat istirahat.

DAY 2 : GENTING HIGHLAND


Sehabis sarapan, kami mulai bergerak jam 8.30 pagi naik Grab ke KL Sentral untuk beli bus ke genting Highland. Nyampe sana sudah jam 9 dan KL sentral emang besar banget dan rushing dengan banyak orang lalu lalang. Apalagi saat itu hari Sabtu. Berbekal membaca petunjuk dan bertanya ke Officer/Satpam, kami pun mengarah langsung ke lantai bawah tempat bus Genting Highland. Ternyata oh ternyata bus nya sudah berangkat jam 9 dan kami sungguh telat. Mau ikut ngantri lagi buat bus selanjutnya untuk keberangkatan jam 2. Terlalu siang pikir kami. Niatnya memang gak nginap di sana. Sempat kecewa, tapi akhirnya kami memutuskan langsung naik Grab untuk mencapai genting Highland.Sungguh impulsif kan? Haha.


Biayanya sekitar 80 ringgit (sekitar 270 ribu) dari KLSentral - Genting Highland. Tak mengapa. Sebelum memesan Grab , tentu singgah dulu ke McD beli burger, hash brown, dan coffee latte. Karena tahu hari ini bakal panjang dan ngerasa snack dalam tas pasti nggak cukup. Berangkatlah kami tepat jam 10 kurang. Cuaca saat itu sangat cerah dan kami melewati tol yang bersih banget. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar sejam. Mulai berasa berkabut saat sudah dekat Genting Highland. Untungnya anak-anak sempat tidur di mobil.


Karena sudah tahu Genting ini dingin, aku udah prepare bawa sweater dan jaket buat keluarga. Sesampainya disana kami memutuskan beli dulu tiket bus balik ke KL. Ternyata bener antriannya udah panjang dan suami memilih Pekaliling sebagai tempat pemberhentian (karena yang di KL Sentral sudah full). Pekaliling dimana? Ya kagak tau yang penting pulang dulu pikir kami. Hahah. Ntar bisa diurus kalo udah nyampe sana. Sungguh diluar rencana.

Tiket bus 10 ringgit/orang yang berangkat jam setengah 5 sore. Cukuplah kami explore genting selama 3 jam,karena saat itu waktu sudah menunjukkan waktu hampir jam 1 siang. Ternyata di Sekitar Awana Cable Car ini banyak juga pertokoan dan tetep ya aku ke Family Mart dulu buat cemilan karena burger Mcd nya udah habis. Surga bagi aku itu adalah makanan yang berderet-deret di Family Mart. Receh banget anaknya. Beli tom yam semangkuk, roti, dan minuman sebelum ke Cable Car. Banyak juga sih resto tapi tentu kami nggak sempat karena takut antri lagi ntar.

Beli tiket Awana Cable Car bisa self service tersedia mesin nya. Tinggal pilih mau yang standar, express, atau glass floor. Bisa dipilih mau one-way atau sekalian pp. Tentu kami memilih PP donk biar nggak ribet dan memilih express. Perbedaan harga antara Standar dan Express adalah 5  ringgit. Jadi kalo express itu 13 ringgit/orang (anak dibawah 3 tahun nggak bayar), sedangkan yang standar 8 ringgit/orang. Awalnya nggak ngerti apa beda standar dan express, ternyata dari service nya. Gak nyesel pilih express karena tanpa antri panjang sementara kalo yang standar antriannya mengular. Untunglah karena bawa anak-anak jadi biar gak crancky. Jadi mending kalo bawa anak-anak pilih yang Express ya buk-ibuk. Beneran bebas hambatan.



Akhinya kami naiklah ke Cable Car. Terakhir aku naik ini 13 tahunan yang lalu. Time Flies. Tentu yang ketakutan adalah Pak Suami soalnya takut ketinggian dia tuh. Kalo anak-anak mah mukanya lempeng. Nyampe sana kita langsung keliling dan emang nggak niat coba Permainannya disana. Karena masih mikirin anak-anak masih kecil dan gak worth it waktunya yang seiprit saja. Banyak resto berjajar dan Sky Aveneu Mall yang bisa dijelajah. Kami sempatkan makan di Harry Ramsay pesen Fish&Chip sambil menikmati udara dingin di luar dan melihat orang lalu-lalang. Priceless bisa quality time di kota lain.

Kami memutuskan untuk turun saat waktu sudah setengah  empat sore. Sudah pas biar gak terburu buru nunggu bus. Sempat istirahat sebentar ngemil sambil menunggu bus. Dan memang bus nya disiplin, jam setengah lima udah antri dan 5 menit kemudian sudah disuruh masuk. Tokcer dah. Petugasnya juga gesit dan rapi amat antriannya. Salut.

Busnya bersih dan perjalanannya smooth. Asli gak terasa satu jam kami pun nyampe di Pekaliling. Dan ternyata sahabat itu adalah parkir/terminal utama bus Go-KL. Hahah sungguh impulsif yang manis sekali karena  dari sana tinggal pilih bus mau kemana. Tak menunggu lama kami menaiki bus Go-KL merah. Gak nyesal karena dari bus itu kami bisa melihat museum negara, mesjid jamek, dan petaling street. kami pun memutuskan untuk kembali dulu ke hotel untuk bebersih sebelum malamnya keluar lagi untuk mencari makan.

Setelah tentu saja istirahat sebentar dan disempatkan packing karena besok subuh sudah berangkat ke bandara, jam setengah sembilan kami pun keluar buat mencari makan. Kami memutuskan berjalan kaki dengan santai sambil berbaur dengan pemandangan kuala lumpur di malam hari. Karena memang dekat dengan street food.



Malam terakhir dan aku malah betah. Suami ternyata juga begitu. Banyak sekali surprise baik menyenangkan maupun menjengkelkan. Tapi semua itu membuat kami makin kokoh dan nggak sabar buat Travelling bareng lagi sama anak-anak. Malam terakhir kami makan pinggir jalan dan nyobain ayam bakar ala Mail di Upin Ipin. Beneran dimasaknya juga kayak gitu dan asli enak  banget. Bumbunya meresap sampe kita pun bungkus buat cemilan di bandara.:D


Tepat jam 10 malam kita kembali ke hotel karena jam 3 pagi kita harus ke bandara. Lumayan buat istirahat sebentar.Tentu kami berniat kembali lagi kesini.Ngerasa hari terakhir malah kami udah makin luwes dan udah menikmati cantiknya Kuala Lumpur. Tapi harus pulang dan menabung mimpi suatu hari nanti bakal kesini. Niatnya mau ke Penang dan Melaka. Semoga kesampaian. :D








© Natrarahmani
Maira Gall