Kamis, 21 Desember 2017

Hospital Bag Checklist : Keperluan persiapan melahirkan

Bulan Oktober kemaren adalah bulan yang saya tunggu. Karena anak kedua saya lahir bertepatan tanggal 11 Oktober kemaren. List barang apa yang saya bawapun sudah saya catat. Agar nyaman dan tidak kewalahan kembali kerumah jika ada yang tertinggal.

Berikut saya jabarkan ya barang barang apa yang wajib dibawa ketika akan melahirkan dan menginap untuk beberapa hari. Karena saya operasi caesar tentu akan lebih lama stay di rumah sakit. Saat itu saya melahirkan di RS Malahayati Medan. Berikut rinciannya ya.

LIST UNTUK IBU

1. Kemeja Lengan Pendek 4 potong
    Ini perlu banget dan suster nya juga nyaranin untuk memperbanyak stok. Karena tidak ribet untuk pembersihan ketika suster visit. Karena pasca operasi tentu kita tidak diperbolehkan mandi dan susterlah yang pagi hari selalu mandikan ditempat tidur sampai benar benar bisa mandi sendiri. Lagian kalo pake kemeja gak ribet juga untuk selang infusnya.

2. Sarung 4 buah , Kaos Kaki, Handuk, dan Pakaian Dalam. Banyaknya tergantung kebutuhan. 
3. Gurita baik yang instan maupun yang ikat. Saya bawa 3 buah masing masing tipe. Dipakai langsung pasca operasi, biarpun ya kerasa nyes nya harus geser geser badan ketika pake gurita ini. Tapi emang ini perlu banget.
4. Perlengkapan Mandi . Ini dipakai ketika dokter sudah mengijinkan untuk belajar mandi sendiri. Karena badan harus dibiasakan bergerak biarpun habis operasi.
5. Sandal jepit dan flatshoes.
6. Make up dan parfum. Nggak saya gak nyaranin supaya dandan menor ketika dirumah sakit. Tapi setidaknya tidak keliatan pucat. Saya pake bedak tabur dan lipstik. Tidak lupa semprot parfum sedikit jika ada yang berkunjung gak malu maluin banget.
6. Charger dan Phone. ini jangan sampe lupa ya, karena biasanya ini yang ketinggalan karena saking paniknya.
8. Minyak telon. Ini bukan hanya untuk baby ya tapi ibu juga perlu buat ngangetin badan dan nenangin diri karena deg degan mau melahirkan.
9. Snack dan minuman favorit. Menunggu adalah hal yang membuat bosan dan lapar. Apalagi menunggu jadwal melahirkan. Siap siapkan cemilan favorit biar selalu ada tenaga jika waktunya tiba.
10. Baju Ketika Pulang dari rumah sakit. Kalo saya pilih celana baggy longgar dan kaos lengan panjang. Gak pake ribet.
11. ESSENTIAL OIL. Untuk menenangkan diri kala deg degan dan bikin si ibu nyaman.

LIST UNTUK BABY

Karena selama dirumah sakit bayi memakai pakaian yang disediakan dari rumah sakit, maka berikut list untuk kepulangannya nanti :
1. Baju Lengan Panjang dan Celana Panjang.
2. Kaos kaki, kaos tangan, topi.
3. Bedong dan Selimut.
4. Minyak Telon.
5. Pompa asi dan botol susu . Ini saya dari habis melahirkan juga udah coba pumping dan kasih langsung ke babynya. Biarpun yang keluar masih sedikit banget.
3. Popok Kain dan Pampers bayi.

LIST UNTUK AYAH

Nah ini nih yang sering kelupaan padahal ayah juga peranan penting buat ngejaga si ibu selama 24 jam. Keperluannya harus juga diperhatikan.
1. Sarung , Selimut, Kaos Kaki, dan sajadah.
2. Baju Kaos dan Celana Panjang
3. Pakaian Dalam
4. Karpet. Ini penting juga karena kita gak tau kan berpa banyak tamu yang bakal datang menjenguk. Jadi selalu jaga jaga saja.
5. Phone, Charger, Kamera.
6. Uang receh.

Sekian dulu list dari saya, lebih kurangnya bisa disesuaikan dengan keperluan masing masing ya.  Semoga bermanfaat.



Selasa, 12 Desember 2017

#Ibuminumkopi : Scoop and Brew Medan


Udah niat kalo ulang tahun aidan yang kedua tidak akan dirayakan besar besaran. Hanya keluarga inti saja. Dengan blackforest cake dan sejumput doa. Untuk perayaan pribadinya adalah ngajak dia makan gelato di salah satu tempat di daerah Multatuli. Yang kita tau daerah ini banyak banget cafe cafe lucu dan tempat makan enak.


Saya penasaran dengan Scoop and Brew ini sejak lama. Memantau lewat instagram kok kayaknya enak enak banget gelato dan kopinya. Kesampaian kesini juga. Biarpun saat saya kesan hujan lumayan deras dan susah nemuin tempatnya. Tampak depannya adalah ruko dua lantai dengan cat berwarna ungu.


Saat masuk kita udah disuguhi dengan beragam macam gelato di etalase. Trust me, semuanya keliatan enak dan menggoda. Kita bisa milih mau yang singel scoop, double, ataupun jumbo. Lantai 1 nya adalah menu gelatonya sementara lantai 2 tepat brewing kopinya.

Setelah diskusi sama anak kecil yang udah pengen coba, akhirnya kita memilih Vanilla Caramel Mashmallow yang single scoop. Harganya 32 ribu. Kalo saya gak jauh jauh dari kopi akhirnya memesan Cafe latte yang cocok buat suasana hujan. Tempatnya enak dengan dekorasi putih.
Untuk kopinya range nya antara 25 - 35 ribu. Aidan sudah anteng makan ice cream nya sambil sesekali saya nyicipin.Rasanya heaven dan lumer banget. Sayang kurang banyak sama saya. Will try another flavour. :D

Happy birthday once again ma boy, Aidan.

SCOOP AND BREW
Komplek Multatuli Indah BB35
Jl. H. Misbah
instagram : @scoopandbrew

Sabtu, 09 Desember 2017

Stay-at-home Mom. Kenapa tidak?

Di zaman milenial sekarang, pergulatan dunia ibu terus berkembang dan meluas. Saking banyaknya informasi yang dari berbagai arah maka banyak muncul kubu kubu. Mulai dari ibu asi vs ibu sufor, ibu rumah tangga vs ibu pekerja, melahirkan normal vs melahirkan caesar, BLW vs Disuapin makannya. Gak habis habis pembahasan dari berbagai sisi mana yang terbaik. Tak jarang hal tersebut bikin sang Ibu tertekan dan merasa gak percaya diri. Yang menyakitkannya lagi, komen yang menjatuhkan tak lain tak bukan adalah ibu lainnya yang bagaimanapun harusnya mengerti bagaimana peliknya menjadi seorang Ibu.

Saya adalah ibu rumah tangga yang sekaligus mompreneur alias punya usaha online shop kecil kecilan. Dulu, saya tidak punya pemikiran sama sekali bahwa saya akan menjadi ibu rumah tangga. Karena saya termasuk gila bekerja pada saat saya masih kerja kantoran. Bahkan saya bilang sama pacar saya (yang sekarang suami) kalo jangan marah kalo saya gak bisa masak dan gak bisa beresin rumah karena menurut saya saat itu jiwa saya itu bekerja. Keinginan punya anak jika baru menikah pun tidak ada dalam pikiran saya. Karena saya bayangkan ribet dan bosannya jadi ibu rumah tangga.

Sekarang saya bisa bilang saya bangga menjadi ibu rumah tangga. Karena saya bisa 24 jam melihat perkembangan anak saya. Pernah gak merasa iri dengan ibu kantoran? BANGET. Saya rindu dandan setiap pagi dan rushing untuk ke kantor. Rindu dengan gaji bulanannya.Bahkan sambil ngetik ini pun masih kebayang serunya dunia kantoran. Tapi saya mencoba bersyukur dengan apa yang saya punya. Saya bisa memantau perkembangan anak saya dari hari ke hari, bisa punya waktu fleksibel untuk  memulai usaha,  bisa belajar punya hobi lain atau ikut komunitas.

Apakah pernah merasa bosan? YA PERNAH. Saya gak boong. Tapi saya mengakali bosan saya dengan sesekali mencuri waktu keluar rumah untuk sekedar mencicipi kopi enak di cafe. Keluarnya bukan sendirian ya. Tetap bawa anak. Biarpun hanya 2 jam itu bikin refresh pikiran saya lagi. Tiap ibu punya kegemaran masing masing. Saya gemarnya duduk di cafe sambil menyeruput kopi. Itu sudah 'me time' bagi saya.

Pilihan menjadi ibu rumah tangga atau kantoran tidaklah masalah. Yang penting bagaimana menyeimbangkan antara keluarga dan diri sendiri. Saya sampai sekarang masih struggle. Still mess here and there. Still figure it out what to do next. but this is beautiful mess. Suatu saat saya akan rindu sekali kerempongan mengurus anak dan tetap menyeimbangkan diri saya pribadi seperti ini. ibu kantoran pun punya struggle sendiri yang kita tidak tau seperti apa. Women should empower each other not judge one another.

Karena ini hanya masalah waktu. Waktu yang tidak terasa bahwa anak pertama saya sudah 2 tahun. Masalah waktu yang dari pertama saya buta sekali merawat anak sampe sudah mulai bisa dan terus belajar. Masalah waktu bagaimana saya men-set prioritas mana yang harus saya didahulukan. Karena semua itu bakal hilang dan anak anak bakal mandiri dengan sendirinya.

Sedikit pengingat buat saya kelak.



© Natrarahmani
Maira Gall