Kamis, 15 Mei 2014

Review Film : GODZILLA


Well, karena film ini happening selama Premiere nya (13 Mei 2014) saya pun niat untuk nonton pemutaran Perdana di Indonesia keesokan harinya. Saya belum pernah nonton Godzilla dari taun taun sebelumnya dan tidak begitu mengikuti karena bagi saya sangat berbau Jepang.

Akhirnya niat bulat untuk menonton hari pertama, saya rela mengantri panjang hanya untuk mendapatkan tiket. Hanya tersisa untuk malam hari jam 20.30 karena jadwal siang dan sore sudah full (Wow). Masuk ke bioskop dengan pemandangan full penonton. saya mendapat seat paling atas (A7-A8) yang merupakan seat favorite saya.

Film ini menampilkan monster legenda yang terkenal sejak dulu, Godzilla. Pada menit menit awal, makhluk ini tidak terlalu dinampakkan. Tapi pada pertengahan kita melihat sosok Godzilla yang sangat besar. Godzilla ini melawan makhluk science kesalahan manusia. Makhluk jahat ini mengganggu eksistensi manusia dan menyerang seluruh kota. Kejadiannya menyerang Amerika. Kita bakal disuguhi dengan massive monstrer dan perkelahian antar sesamanya.

Aktor dalam film ini adalah Aaron Taylor Jhonson (Ford Brody) yang pernah membintangi menjadi si cakep tentara di Anna Karenina (film Oscar). Bedanya di film ini, Aaron berambut cepak dan gagah. Juga si cantik Elizabeth Olsen yang menjadi istrinya. Elizabeth Olsen merupakan adek dari Mary-kate Olsen.

Film ini mendapat rating 8.1/10 dari Imdb. Untuk fim weekend dan bagi kamu yang ingin bernostalgia dengan Godzilla, kamu tidak akan menyesal dan sangat menghibur. Go watch it!

Minggu, 02 Maret 2014

City Wander : Roemah Kopi Wak Noer

Maka berbekal dari itu, saya pun tergerak untuk mencoba Roemah Kopi Wak Noer yang bersebelahan dengan Sam's . Daerah rumah kopi ini termasuk daerah adam dan tidak bising. Kesan pertama kali masuk ke Wak Noer adalah honey. Dengan interior vintage klasik, berderet deret frame foto , dan lemari dan meja yang classic punya ala Paris. Saya pun senyum sendiri dan jatuh cinta.

Saya pesen Vanilla Latte. Menunya beragam di sini. Mulai dari appetizer, main course, breakfast, beragam jenis kopi (mulai dari hot & cold), beragam jenis teh , dessert, ice cream. Kamu gak bakal ngerasa bosen karena beragam makanan yang ditawarkan. Vanilla Latte nya enak. Cocok dengan hari minggu yang santai.
Harga? Termasuk dalam menengah ke atas. Sekitar 20 - 100 ribuan. Ambience yang oke.

Jadi bagi kamu yang mau tempat hangout yang baru sekedar menyicipi kopi dan ngobrol bareng temen, saya rekomendasikan Roema Kopi Wak Noer ini. Alamatnya : Jl. Uskup Agung No.15 Madras Hulu Polonia Medan.

Sabtu, 22 Februari 2014

Kota yang tak bisa saya lupakan : BANDUNG


Apa rasanya patah hati dengan teramat sangat indah dan meninggalkan bekas yang begitu dalam? Seperti saya sekarang ini. Saya yang terlalu cinta dengan kota itu. Yang selama 7 tahun sudah saya tinggali dan menjadi rumah utama bagi saya. Tempat saya mulai belajar, tumbuh, jungkir balik, dan dewasa.
Saya tidak bisa membayangkan diri saya lepas dari kota itu: Bandung. Dari awal saya kuliah, dimulai ketika masa masa jiwa bebas saya untuk berkenala bersatu dengan udara Bandung. Terlalu banyak gegap gempita dalam tanahnya. Saya termakan, terngiang, tercengang, dan melonjak kegirangan.

Kota kecil metropolitan dengan udara dingin dan pepohonan sejuk yang saya tinggali. Tempat saya mengenal cinta, diri saya sendiri yang sebenarnya, dan harapan saya yang begitu membumbung tinggi.
Bisakah kamu mencintai sesuatu teramat sangat sehingga kamu takut meninggalkannya begitu saja? Saya punya rasa untuk kota Bandung ini. Kata sang pujangga Pidi Baiq "Dan Bandung bagiku bukan hanya masalah geografis, tapi melibatkan perasaan"

Saya cinta Bandung dengan segala macam yang ada didalamnya. Hingar bingarnya, tenangnya, dinginnya, metropolitannya, musisinya, jalanannya, makanannya, kenangannya, ramah tamahnya. Bandung menjadi saksi dimana Atha remaja mulai tumbuh menjadi dewasa. Dimana jati diri saya ditemukan di sudut sudut kota kecil ini. Saya yang tidak bisa diam menyerap apa saja yang ditawarkan oleh kota ini. Seperti Ibu dari segala ibu.

Masih saya ingat kerlap kerlap lampu kota ketika duduk di Bukit bintang, hingar bingar percakapan di Paris Van Java dan Cihampelas Walk, Penuh warna gedung sate saat malam minggu, Klakson mobil berpadu dengan megahnya gedung lama Braga, dinginnya lembang dan hutan Juanda, berdesak desakan di Marema dan gede bage, pertunjukkan bioskop setiap minggu yang saya datangi, event besar yang diadakan setiap bulannya, konser musisi papan atas dengan harga mahasiswa, makanan pinggir jalan, jalanan yang tertutup pohon lebat di sekitar cipaganti, pemandian air panas, penjaja lukisan penuh warna di Braga, musisi jalanannya yang oke punya, sudut sudut cafe kecil tempat percakapan kisah cinta, angkot yang lalu lalang, dan kabut di pagi hari yang dingin.

Saya bersyukur mengenal Bandung selama 7 tahun. Cinta ini akan terus ada. Kota yang tidak bisa saya lupakan di setiap hembusan nafas saya biarpun saya sudah berada di kota lain. Kota yang telah memberikan segalanya untuk saya dan saya mngucapkan beribu ribu terima kasih dan berdoa : semoga Bandung tetaplah serendah hati yang pernah saya kenal.

Terima Kasih Bandung. Saya mencintaimu.
© Natrarahmani
Maira Gall