Kamis, 15 April 2010

sepotong hati

saya berjalan jalan sendirian.


biarpun kata orang saya autis, tapi menurut saya itulah masa

dimana saya menjadi diri sendiri dan memperkaya diri.

saya berjalan di sekitaran ciwalk, senyum senyum sendiri

tapi tiba2 mata saya tertumbuk sesosok ibu yang berjualan tape didepan saya.

pakaian ibu itu lusuh, rambutnya diikat sekenanya, tersenyum menjajakan dagangannya.

biarpun dagangannya kurang laku, tapi matanya menyiratkan semangat yang g pernah

luntur biarpun umur telah termakan usia.

itu membuat hati saya miris dan detak jantung saya serasa melambat mengikuti gerak

sang ibu. dia tersenyum, menghapus peluh didahinya, dan tersenyum lagi.

saya merasa kecil dihadapnnya.

saya kasihan kepadanya.

knapa saya selama ini selalu memandang keatas dan g puas dengan hidup saya?

saya menemukan sepotong hati dengan adanya ibu itu.

saya menghargai hidup saya saat ini dan itu yang sedang saya jalani.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Natrarahmani
Maira Gall