Minggu, 11 Oktober 2015

Suka Duka Kehamilan dan Stella Maris Medan

Post ini saya tulis ketika kehamilan saya sudah memasuki 29 minggu. Artinya 10-11 minggu kedepan menunggu sang buah hati untuk keluar. Trimester akhir merupakan minggu minggu dimana semua nya dalam keadaan tidak nyaman. Tidur sudah menjadi tidak nyenyak, posisi tidur yang hanya menyamping kiri atau kanan, sakit pinggang dan punggung yang terus ada setiap hari, kaki kebas, mual yang ada yang waktunya selalu sore sampai malam, napas berat, dan wasir. Tapi di kehamilan tua ini saya sudah biasa mengajak anak saya mengobrol. Seringnya bangun pagi dan sebelum tidur. Dan kadang saya bernyanyi sesekali. Dan tendangannya makin terasa dan saya bahagia. Karena ia nyata. Alhamdulillah. Selesai subuh saya mengusahakan membaca Al quran untuk saya dan bayi. Karena yang saya tahu, bahwa bayi didalam sana sudah bisa mempelajari dan mengenal dua bahasa. Saya mengajarkan bahasa indonesia dan ayat al quran.

Untuk mengantisipasi ini saya pun mengikuti senam hamil yang sudah 4 kali saya datangi. Alhamdulillah Rumah Sakit pilihan saya yaitu Stella Maris Medan menawarkan senam hamil gratis seminggu sekali dengan total 10 x pertemuan. Asalkan kita sudah booking kamar melahirkan dan dokter yang akan menangani. Dokter saya adalah Yustoto Kaban yang memang setiap bulannya saya USG ke tempat prakteknya di Jl.Iskandar Muda.

Senam hamilnya saya ikuti seminggu sekali dan instrukturnya pun berbeda beda dengan gaya yang berbeda beda pula (agar bervariasi). Saya paling bersemangat jika sudah waktunya senam. Karena juggling kerjaan mengurus bisnis dan kehamilan tua saya rasa sangat perlu. Banyak yang masih skeptis untuk apa senam hamil, toh bisa kok tiap pagi jalan. Itu benar. Disela sela senam hamil saya pun, saya menyempatkan setiap hari berjalan keluar rumah 15 - 20 menit untuk peregangan. Banyak ilmu yang saya dapatkan, dari mulai cara melahirkan normal, asi, apa saja yang mesti dipersiapkan, dan gerakan yang membuat otot saya gak kaku. selain itu snack disediakan dan kita pun bisa mengetahui denyut jantung bayi dan tekanan darah kita setiap sesi yang diikuti.

Banyak plusnya yang saya dapat senam hamil ini. Bonusnya selagi menunggu kelas mulai saya bisa berkeliling rumah sakit melihat bayi bayi lucu yang akan diantarkan ke ibunya. Menggemaskan.

Di usia kehamilan memasukin bulan kedelapan, saya sudah mulai browsing sana sini keperluan bayi saya. Sudah bisa berbelanja kebutuhan dasar bayi baru lahir. Dan ternyata itu tidak sedikit. Dan semua penting. Karena prinsip saya lebih baik ada biarpun sedikit daripada tidak ada sama sekali, Saya bahkan membuat list belanja keperluan bayi. Post berikutnya saya akan memberikan detail hasil belanjaan saya ya, sekarang belum bisa karena masih ada yang kurang.

Saya memilih Stella Maris Medan karena rumah sakit tersebut sangat mendukung IMD (inisiasi menyusui dini) dan ASI ekslusif. Karena saya bersikeras bayi saya harus mendapat asi dan tidak boleh susu formula sama sekali. Saya juga memilih melahirkan normal biarpun sampai detik ini saya masih merasa takut ketika waktunya tiba dan berdoa setiap hari agar dipermudah.Dan senam hamil selalu berusaha membuat sang ibu nyaman dan positif untuk menyongsong kehamilan.

Tunggu postingan saya berikutnya ya

Senin, 21 September 2015

Maliq D'essential dan Saya

 (Courtesy : Google.com)

Mari saya perkenalkan bagaimana saya bisa sangat tergila gila dengan group band satu ini. 
Zaman SMA adalah zaman dimana kita mulai mencari kesukaan dan hobi.
Apalagi radio pada zaman itu (tepatnya 2005) adalah hiburan satu satunya akan musik selain isi lagu mp3 di counter counter mall.  Radio yang notabene adalah tempat berkumpulnya lagu keren. Terdengarlah sama saya musik jazz dengan alunan merdu. Saya mencari siapa nama band ini. Akhirnya terkuak bahwa saat itu saya mendengarkan Maliq D'essential - untitled. Saat itu musik jazz tidak begitu populer, kebanyakan pop sendu. 

Saya langsung jatuh cinta. Mencari tau lagu apa lagi yang mereka hadirkan. Deretan Judul seperti untitled, tediam, dan kangen. Saya putuskan saya pengikut group band ini. Dahulu Maliq lebih banyak personilnya, lama kelamaan keluar satu persatu. Main vocal nya ada kak Angga dan kak Widi. Lulus SMA, saya pun merantau ke pulau seberang. Tepatnya kota Bandung. Kota sejuta seni dan pertunjukan yang hadir setiap minggunya. Gerbang kesempatan yang membuka saya lebih mengenal band dan penyanyi yang hanya saya dengarkan lewat radio.

Kecintaan saya dengan Maliq D'essential berlanjut. Saya pun mengikuti setiap lagu baru yang mereka hadirkan. Memori yang paling melekat adalah waktu itu sekitar tahun 2008 - 2009 ( kalo saya tidak salah ingat tahunnya), di Ciwalk ada acara peluncuran minuman baru Nu green tea. Tepat malam minggu ketika saya dengan pacar (yang sekarang sudah menjadi suami) berhasil memborong jaket wrangler jeans yang lagi diskon dan pakai jaket itu saat itu juga. Saat itu kami sudah mau pulang, dan didepan ciwalk sang MC teriak ada Maliq D'essential. Sumpah, saya mau nangis karena saking senangnya. Karena asli saya tidak tau ada Maliq saat itu. Maliq D'essential membawakan 10 lagu dan mereka berpakaian putih putih. Lagu lagu terbaik mereka bawakan sampai lagu baru. Saat itu lagu Pilihanku adalah lagu terbaru milik Maliq D'esssential. Lagu penutup yang dibawakan Maliq di malam minggu itu diiringi hujan Balon yang menambah suasana romantis saat itu. Maliq D'essential mampu membuat saya memegang erat memori itu sampai sekarang.

Pada tahun 2013, tepatnya malam Tahun baru saya berburu tiket konser Maliq D'essential lagi yang saat itu diadakan di hotel Bandung. Dan karena saya tahu malam Tahun Baru waktu itu saya sendirian karena pacar pulang kampung. Saya yang sejak jauh hari sudah hunting informasi dan berburu tiket yang harganya 400 ribu dan bersiap siap malamnya. Saat di venue, semua orang bawa pasangan atau teman teman. Nah saya sendiri. Yah, sendirian. Tapi saya sangat menikmati performance Maliq D'essential saat itu. Saat itu album baru Mereka Setapak Swideri (CMIIW). Lagu baru dan lagu lama berpadu menambah harmoni pergantian Tahun waktu itu. Lagu Pilihanku adalah lagu masterpiece yang dibawakan di akhir pertujukkan. Saya puas dan saya berterima kasih Maliq D'essential menemani malam saya.

Saya bertemu Maliq D'essential lagi ketika saya memutuskan honeymoon bersama suami. Ketika iseng melihat twitter inforbandung bahwa ada acara O.M.G di Sasana Budaya Ganesha, saya pun makin bersemangat. Saya dan Maliq D'essential berjodoh lagi untuk menikmati lagu lagu mereka. Saya pun memboyong suami untuk berburu tiket konser O.M.G. Maliq D'essential saat itu tampil jam 7 malam sesuai dengan rundown acara dari panitia. Makin bersinarlah saya. Saya dan suami sudah datang ke acara dari jam 5. Menikmati bazaar makanan yang ada disitu, sebelum masuk ke konser. Karena kami yakin pasti bakal sesak. Benar saja, saya yang badannya kecil agak susah mencari spot  untuk menonton. Karena ternyata sudah padat. Maliq D'essential membawkan beberapa lagu tembang mereka. Saat itu mereka juga membawakan "Semensta" yang merupakan soundtrack fil filosofi kopi yang diangkat dari novel sama karangan Dewi Lestari. Malam ini terasa magic. Honeymoon, suami ikuta bernyanyi, Maliq D'essential, dan acara spektakuler.

Terima Kasih Maliq D'essential. Saya masih penggemar nomor satumu. Semoga kita dapat berjodoh lagi untuk bertemu dan menonton konser kalian.


Selasa, 19 Mei 2015

First Trimester (1-3 month). Sharing.

Oke, saya sudah lama tidak menulis. Pardon me. Karena kesibukan ini itu seperti persiapan launching produk sepatu handmade saya Amelie, Bazaar Amelie pertama kali di medan, dan ternyata saya hamil. Memang sudah lama menunggu kehamilan ini. Saya dan suami selalu mencoba dan rezekinya dapat sekitar 2 bulan lalu.
Awalnya saya ingin mencoba test pack yang sudah saya stock di kamar. Gak terlalu berharap. Karena takut kecewa. Beberapa kali saya coba test pack hasilnya negatif. Saya dan suami coba positif bahwa belum rezeki buat kita. Suami masih tidur, saya pun mencoba test pack sambil mempersiapkan sarapan buat suami kerja. Saya pun meninggalkan sebentar dan melihat hasil test pack. Saya kaget. Hasilnya dua garis, tapi garis kedua memang masih kabur. Saya bangunkan suami dan dia memeluk saya.
Karena emang seminggu sebelum saya test pack itu, saya merasa selalu kayak masuk angin. Bawaannya pengen muntah, kecapean terus bahkan ketika saya sudah minum kopi sekalipun, dan nggak kuat lagi bawa banyak barang.
Ternyata setelah dihitung usia kehamilan saya sudah  3 minggu. Belum ada tanda apa apa kecuali saya bawannya pengen tidur aja.
Mulai terasa perubahannya di usia kehamilan 5 -6 minggu.
1. Saya mudah lelah. Saya seperti anak bayi yang pengennya tidur terus. Gak tidur lemes, kalo tidur lemes juga. Saya yang nggak terbiasa begitu awalnya coba stay active dengan olahraga atau sekedar jalan kaki. Ternyata tetep seperti itu.

2. Mudah cepat marah. Nah ini nih yang sudah saya tekankan dengan orang orang terdekat saya. Untuk selalu paham ketika saya tiba tiba mental breakdown. Mudah menangis juga untuk sesuatu hal sepele sekali. Cant help it. Saya coba terus berpikiran positif terhadap apapun sekarang.

3. Kulit kering. Saya yang notabene emang kulitnya berminyak berjerawat tiba tiba punya kulit kering. Jerawat sih seperti biasa. Nggak sampai bersisik, tapi saya tau betul perubahannya.

4. Sensitif terhadap bau dan wangi wangian. Nah ini yang paling saya concern. Wangi wangian saya suka dulu sekarang saya buang. udah gak tahan baunya. Bahkan saya mengganti wangi sabun suami saya karena sumpah baunya nggak enak. Atau tiba tiba saya mencium bau daging atau bumbu masak di kamar saya yang bahkan suami saya bilang nggak ada nyium bau apa apa. Coba nyium sesuatu yang bikin tenang kayak sabun mandi saya, minyak kayu putih, atau daun teh. Weird.

5. Tidak sanggup makan. Karena pada akhirnya saya muntahkan. Itu yang bikin saya sedih setiap kali. Karena saya pun udah susah makan selama hamil ini ditambah harus muntah. Sebisa mungkin apapun yang bisa saya makan, saya makan. Biarpun cuma sedikit saja. Dan gak tahan ngabisinnya.

Sudah ada kantong rahimnya. Umurnya baru 8 minggu. :)


© Natrarahmani
Maira Gall